The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Viral Calon Pengantin Tetap Santai Foto Pre-Wedding saat Gunung Merapi Erupsi Siang Ini
Calon pengantin berfoto pre-wedding saat erupsi Merapi. (Instagram/Malioboro_insta)
News

Viral Calon Pengantin Tetap Santai Foto Pre-Wedding saat Gunung Merapi Erupsi Siang Ini

Rabu, 27 Januari 2021 19:43 WIB 27 Januari 2021, 19:43 WIB

INDOZONE.ID - Gunung Merapi kembali mengalami erupsi pada Rabu siang (27/1/2021), sekitar pukul 13.40 WIB.

Gunung dengan ketinggian 2.930 mdpl itu menyemburkan abu vulkanik ke langit. Abu vulkanik terlihat dari kawasan Cangkringan, Kaliurang, Seyegan, dan beberapa wilayah Jawa Tengah dan DIY.

Namun, ada pemandangan menarik di tengah erupsi gunung api tersebut. Sepasang kekasih tetap santai berfoto pre-wedding di area Candi Plaosan, di Kecamatan Prambanan, Sleman.

Pada foto yang beredar, sejoli itu terlihat berdiri berdampingan dengan latar Candi Plaosan. Si calon pengantin pria memakai pakaian adat khas Jawa, dengan sarung dan blangkon di kepala.

Sementara calon pengantin wanita, mengenakan gaun panjang yang berjuntai ke tanah. Ia memegang seikat bunga mawar.

Jauh di belakang Candi Plaosan, tampak awan vulkanik Gunung Merapi membumbung tinggi dan berserakan di langit.

Sejauh ini, belum diketahui identitas calon pengantin tersebut dan kapan mereka berencana melangsungkan pernikahan.

Sebelumnya, warga di lereng Gunung Merapi di Dusun Kalitengah Lor dan Kalitengah Kidul, Kelurahan Glagaharjo, Kecamatan Cangkringan, Sleman, sempat kaget dan berlari keluar rumah saat terjadi awan panas yang cukup besar sekitar pukul 13.35 WIB.

"Sejumlah warga Kalitengah Lor dan Kalitengah Kidul sempat merasa kaget dan berlari keluar rumah saat terjadi awan panas cukup besar dari Merapi pada siang tadi. Namun, tidak terlalu lama, dan saat ini mereka sudah kembali ke rumah masing-masing," kata Camat (Panewu) Cangkringan Suparmono di Balai Desa Glagaharjo, melansir Antara, Rabu (27/1/2021).

Menurutnya, sampai saat ini kondisi di Kalitengah Lor maupun Kalitengah Kidul masih relatif aman dan tidak terpantau adanya hujan abu di wilayah setempat.

"Tidak ada evakuasi warga lereng Merapi. Mereka tidak diungsikan ke barak. Saat ini sudah pulang ke rumah masing-masing," katanya.

Pihaknya bersama jajaran TNI dan Polri serta Tagana dan sejumlah kelompok relawan masih terus melakukan pemantauan setiap perkembangan aktivitas Merapi.

"Di wilayah paling atas Glagaharjo saat ini masih siaga personel Babinkamtibmas dan Babinsa serta sejumlah relawan, sejauh ini masih aman dan tidak ada pengungsian," katanya.

Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) mencatat, Gunung Merapi mengeluarkan awan panas guguran sebanyak 22 kali dengan jarak maksimum 1.600 meter ke arah barat daya.

ist
Awan panas guguran Gunung Merapi terlihat dari Kaliurang, Sleman, DI Yogyakarta, Rabu (27/1/2021). (ANTARA FOTO/Hendra Nurdiyansyah)

Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), Hanik Humaida mengatakan amplitudo awan panas maksimum 60 mm dengan durasi 197 detik.

"Estimasi jarak maksimum 1.600 meter ke arah barat daya (hulu Krasak dan Boyong), tinggi kolom teramati tersapu angin kencang dari Barat ke Timur rata puncak," kata Hanik melalui keterangan resminya di Yogyakarta, seperti mengutip dari Antara, Rabu (27/1/2021).

Selain awan panas guguran, selama periode pengamatan pukul 06.00 sampai 12.00 WIB, BPPTKG juga mencatat 4 kali guguran material dengan jarak luncur maksimum 800 meter ke arah barat daya (Kali Krasak, Boyong).

BPPTKG juga merekam satu kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 22 mm dan durasi 83-197 detik, 80 kali gempa guguran dengan amplitudo 4-35 mm dan durasi 14-142 detik, lima kali gempa hembusan dengan amplitudo 3-8 mm dan durasi 16-62 detik, dan satu kali gempa hybrid/fase banyak dengan amplitudo 9 mm, dan durasi 7 detik.

BPPTKG mempertahankan status Gunung Merapi pada Level III atau Siaga dengan potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan-barat daya meliputi sungai Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer.

Sedangkan apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat menjangkau radius 3 km dari puncak.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
JOIN US
JOIN US