Kementerian Kesehatan Tak Anjurkan Penggunaan Bilik Disinfeksi
Potret warga saat hendak keluar dari bilik disinfektan. (ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto)
News

Kementerian Kesehatan Tak Anjurkan Penggunaan Bilik Disinfeksi

Membahayakan kesehatan.

Jumat, 03 April 2020 21:10 WIB 03 April 2020, 21:10 WIB

INDOZONE.ID - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) tidak menganjurkan penggunaan bilik disinfeksi di kalangan masyarakat umum, terkait pencegahan infeksi virus corona atau Covid-19. 

Larangan ini tertuang Surat Edaran Nomor: HK.02.02/III/375/2020 tentang Penggunaan Bilik Disinfeksi Dalam Rangka Pencegahan Penularan Covid-19 yang ditandatangani oleh Dirjen Kesehatan Masyarakat, Kementerian Kesehatan RI Kirana Pritasari.

"Tidak menganjurkan penggunaan bilik disinfeksi di tempat dan fasilitas umum (TFU) serta permukiman," tulis Kemenkes dalam surat edarannya, Jumat (3/4/2020).

Dalam surat edaran tersebut dijelaskan, bilik disinfeksi yang sekarang banyak digunakan di masyarakat untuk mendisinfeksi permukaan tubuh yang tidak tertutup pakaian atau barang yang dibawa.

Padahal, bahan-bahan disinfeksi yang digunakan saat ini di masyarakat di antaranya diluted bleach (larutan pemutih/natrium hipoklorit), klorin, etanol 70 persen, amonium kuarterner hingga hidrogen peroksida.

"Disinfektan tersebut merupakan disinfektan yang digunakan untuk mendisinfeksi ruangan dan permukaan, seperti lantai, parabot, peralatan kerja, eskalator hingga moda transportasi," jelas Kemenkes.

Anjuran Kemenkes ini sejalan dengan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang menyatakan, menyemprotkan disinfektan ke tubuh dapat berbahaya untuk membran mukosa (misal: mata, mulut), sehingga berpotensi menimbulkan risiko terhadap kesehatan. Kendati, tujuannya untuk mencegah penularan virus corona.

"Pajanan disinfektan langsung ke tubuh secara rerus-menerus dapat menyebabkan iritasi kulit dan iritasi pada saluran pernafasan. Selain itu, penggunaan disinfektan jenis larutan hipoklorit pada konsentrasi tinggi, dapat mengakibatkan kulit terbakar parah," papar Kementerian Kesehatan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fauzi
Mauliyana Puspa Adityasari

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US