The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Media Korea Utara Klaim Vaksin Covid-19 Bukan Obat Mujarab
Vaksin diklaim bukan obat mujarab Covid-19 di Korea Utara (Reuters/Korean Central News Agency (KCNA) )
News

Media Korea Utara Klaim Vaksin Covid-19 Bukan Obat Mujarab

Demi dukung Kim Jong Un.

Selasa, 04 Mei 2021 18:43 WIB 04 Mei 2021, 18:43 WIB

INDOZONE.ID - Media pemerintah Korea Utara pada Selasa memperingatkan kemungkinan pertempuran panjang melawan virus corona, dan mengklaim vaksin yang dikembangkan oleh perusahaan obat global terbukti bukan 'obat mujarab universal'

Negara itu belum secara resmi mengonfirmasi adanya infeksi, meskipun para pejabat Korea Selatan mengatakan wabah di sana tidak dapat dikesampingkan, karena Korea Utara memiliki hubungan perdagangan dan antarmasyarakat dengan China, sebelum menutup perbatasannya awal tahun lalu.

Rodong Sinmun, surat kabar resmi Partai Buruh yang berkuasa, mengatakan pandemi malah memburuk, meskipun vaksin sudah dikembangkan.

Baca Juga: Beda dari Negara Lain, Berikut 3 Fakta Seputar Akses Internet di Korea Utara

Vaksin anti virus corona baru yang diperkenalkan secara kompetitif oleh berbagai negara pernah dianggap sebagai secercah harapan bagi umat manusia karena dianggap dapat mengakhiri perang melawan penyakit menakutkan ini, sebut media itu.

"Tetapi situasi di banyak negara dengan jelas membuktikan bahwa vaksin tidak pernah menjadi obat mujarab universal," kata surat kabar tersebut, yang mengutip laporan berita tentang meningkatnya jumlah kasus baru di luar negeri dan masalah keamanan seperti dilansir dari Antara.

Surat kabar Korea Utara itu mendesak orang-orang untuk bersiap menghadapi pandemi yang berkepanjangan, menggambarkannya sebagai "kenyataan tak terhindarkan".

Mereka menganggap diperlukan upaya untuk memperkuat langkah-langkah anti virus serta menumbuhkan loyalitas kepada pemimpin Kim Jong Un dan partainya.

Korea Utara berharap menerima hampir dua juta dosis vaksin COVID-19 AstraZeneca pada paruh pertama tahun ini, melalui program berbagi vaksin global COVAX.

Namun, perwakilan Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk Korea Utara Edwin Salvador mengatakan pada April bahwa pengiriman vaksin ditunda karena kekurangan pasokan, mengutip Aliansi Vaksin GAVI.

Dalam komentarnya kepada Reuters, Salvador mengatakan Korea Utara sedang menyelesaikan persyaratan teknis yang diperlukan untuk menerima vaksin. Ia tidak menjelaskan lebih lanjut.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fiddy Anggriawan
Lanjar Wiratri
JOIN US
JOIN US