The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Raja Antivirus John McAfee Tewas Bunuh Diri, Selanjutnya Pendiri Wikileakes?
Pendiri perangkat lunak anti-virus John McAfee (REUTERS/Darrin Zammit Lupi/File Photo)
News

Raja Antivirus John McAfee Tewas Bunuh Diri, Selanjutnya Pendiri Wikileakes?

Bunuh diri sebelum diekstradisi.

Kamis, 24 Juni 2021 16:05 WIB 24 Juni 2021, 16:05 WIB

INDOZONE.ID - Pendiri perangkat lunak anti-virus John McAfee ditemukan tewas di penjara Spanyol pada Rabu, beberapa jam setelah pengadilan Spanyol menyetujui ekstradisinya ke Amerika Serikat untuk menghadapi tuntutan pajak.

John McAfee meninggal karena bunuh diri di sel penjaranya di dekat Barcelona. Personel keamanan mencoba untuk menghidupkannya kembali, tetapi tim medis penjara akhirnya menyatakan kematiannya, kata sebuah pernyataan dari pemerintah daerah Catalan.

"Delegasi yudisial telah tiba untuk menyelidiki penyebab kematian," bunyi pernyataan itu. "Semuanya mengarah pada kematian karena bunuh diri."

McAfee ditangkap Oktober lalu di bandara internasional Barcelona dan telah dipenjara sejak saat itu dan menunggu hasil dari proses ekstradisi.

Baca Juga: Sosok John McAfee, Pengusaha Antivirus yang Ditemukan Bunuh Diri di Penjara Spanyol

Penangkapan itu menyusul tuduhan pada bulan yang sama di Tennessee karena menghindari pajak setelah gagal melaporkan pendapatan dari mempromosikan cryptocurrency saat dia melakukan pekerjaan konsultasi, kemudian membuat janji temu dan menjual hak atas kisah hidupnya untuk sebuah film dokumenter. Tuduhan pidana itu membawa hukuman penjara hingga 30 tahun.

Mantan konsultan National Security Agency (NSA) yang membocorkan data-data rahasia NSA, Edward Snowden menyebut pada hari Rabu bahwa pendiri situs Wikileaks, Julian Assange "bisa menjadi yang berikutnya."

“Eropa seharusnya tidak mengekstradisi mereka yang dituduh melakukan kejahatan tanpa kekerasan ke sistem pengadilan yang sangat tidak adil dan sistem penjara yang begitu kejamsehingga terdakwa kelahiran asli lebih baik mati daripada menjadi subjeknya. Julian Assange bisa menjadi yang berikutnya," cuit Snowden di Twitter.

“Sampai sistem direformasi, moratorium harus tetap ada,” tambahnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
Lanjar Wiratri
JOIN US
JOIN US