The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Kata Suroto, Peternak yang Bentangkan Poster: Kalau Gak Ada Saya, Pak Jokowi Gak Akan Tahu
Suroto, peternak ayam yang ditangkap karena bentangkan poster soal harga jagung. (ist)
News

Kata Suroto, Peternak yang Bentangkan Poster: Kalau Gak Ada Saya, Pak Jokowi Gak Akan Tahu

Rabu, 15 September 2021 23:52 WIB 15 September 2021, 23:52 WIB

INDOZONE.ID - Suroto, peternak ayam yang sempat ditangkap oleh polisi saat kunjungan Presiden Jokowi ke Blitar pada 7 September 2021 lalu karena membentangkan poster berisi curhatan tentang harga jagung, diundang ke Istana Negara pada Rabu (15/9/2021).

Usai bertemu Jokowi, Suroto mengaku sudah meminta maaf kepada Jokowi karena telah membuat repot banyak pihak atas aksinya membentangkan poster.

"Saya tadi saya sudah minta maaf kepada Pak Jokowi, apa yang saya lakukan malah bikin repot semuanya. Padahal tujuannya cuma satu, agar ada penurunan harga jagung," katanya.

Menurut Suroto, Jokowi tidak mempersoalkan apa yang dilakukannya.

"Pak Jokowi mengatakan ndak apa-apa. Justru itu bagus, kalau gak ada saya Pak Jokowi gak akan tahu apa yang terjadi di rakyat. Kadang kan laporannya gak nyampe," katanya.

Suroto yakin Jokowi dapat membantu memecahkan masalah yang sudah lama dihadapi para peternak, yaitu harga jagung yang cenderung naik dan harga telur yang sangat rendah.

"Saya percaya satu-satunya orang Indonesia yang pada saat ini yang bisa menolong peternak, ya hanya Pak Jokowi," ujar Suroto.

Suroto mengaku kaget dirinya diundang ke Istana Negara.

"Kemarin pagi, pagi jam 8, jadi mendadak, kita nggak tahu, kaget. Ini pasti bohong, ini pasti bohong. Lha iya (ternyata) betul (diundang)," ucap Suroto.

Jokowi menginstruksikan Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan untuk segera mencari solusi terbaik bagi sektor perunggasan di Tanah Air.

"Saya telah menginstruksikan Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan untuk segera mencari solusi terbaik bagi masalah-masalah yang dihadapi para peternak ayam petelur seperti Pak Suroto dan sektor perunggasan secara umum di Tanah Air," kata Jokowi.

Ditangkap Polisi

Selasa, 7 September 2021, menjadi hari yang menegangkan--jika bukan mengerikan--bagi Suroto, seorang peternak unggas di Blitar.

Siang itu, Presiden RI Joko Widodo baru saja meninjau pelaksanaan vaksinasi dan menyalurkan bantuan kepada para tukang becak di Pusat Informasi Pariwisata dan Perdagangan (PIPP) Kota Blitar.

Dari PIPP, Jokowi kemudian hendak melanjutkan kunjungan ke Makam Bung Karno (MBK).

Tepat saat mobil rombongan Jokowi keluar dari PIPP menuju MBK, Suroto, dengan niat yang sudah dibulatkan, membentangkan poster yang disiapkannya dari rumah, tepat di pinggir jalan yang dilewati oleh mobil yang membawa Jokowi.

Poster yang dibentangkan Suroto bertuliskan 'Pak Jokowi, Bantu Peternak Beli Jagung Dengan Harga Wajar'.

Tindakan Suroto itu rupanya mencuri perhatian Kukuh Widiono, seorang tukang becak di lokasi, yang rupanya sudah "dititipi" tugas untuk mengamankan lokasi tersebut. Bisa dibilang, Kukuh ditugaskan sebagai "intel" di situ.

"Tangkap saja, Pak!" teriak Kukuh kepada polisi.

Dengan gerak cepat, peternak tersebut pun langsung diamankan oleh Kabag Ops Polresta Blitar, Kompol Hari Sutrisno yang berada di lokasi. Sedangkan posternya, diremas oleh seorang polisi lainnya.

S saat digelandang oleh Kabag Ops Polresta Blitar, Kompol Hari Sutrisno (Ist)
S saat digelandang oleh Kabag Ops Polresta Blitar, Kompol Hari Sutrisno (Ist)

Kompol Hari Sutrisno menggelandang Suroto ke dalam mobil sedan polisi bernomor pelat X 1032-47. Poster yang dibentangkannya, yang sudah diremas oleh polisi, juga dibawa ke dalam mobil tersebut, menuju Mapolresta Blitar.

Bambang, tukang becak yang merekam momen saat S ditangkap. (ist)
Bambang, tukang becak yang merekam momen saat S ditangkap. (ist)

Momen tersebut direkam oleh Bambang, tukang becak lainnya, dan kemudian videonya tersebar di media sosial.

"Waktu saya videokan, tujuannya merekam presiden. Gak tahunya waktu di jalan itu, ternyata ada yang bentangkan poster. Setelah itu ada teman yang berusaha merebut supaya tidak terjadi apa-apa, ternyata dia (Suroto) dibawa," ujar Bambang.

Satu hari setelah penangkapan itu, Rabu (8/9/2021), Kapolres Blitar Kota AKBP YUdhi Hery Setiawan angkat bicara.

Yudhi bilang, Suroto bukan ditangkap, melainkan hanya dimintai keterangan dan dipastikan asal usulnya.

"Tidak ada Polres Blitar Kota yang melakukan penangkapan. Jadi dilakukan mengamankan, ya, seseorang, ya, kemudian kita bawa ke Polres Blitar Kota," ujar Yudhi kepada wartawan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US