The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Soal Interpelasi Anies, Gerindra Sebut Ada Muatan Nafsu Politik dari PSI dan PDIP
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berjalan meninggalkan ruangan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK. (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
News

Soal Interpelasi Anies, Gerindra Sebut Ada Muatan Nafsu Politik dari PSI dan PDIP

Dinilai menyalahi tata tertib DPRD.

Senin, 27 September 2021 19:37 WIB 27 September 2021, 19:37 WIB

INDOZONE.ID - Ketua Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta, Rani Mauliani menyebutkan hak interpelasi yang digulirkan oleh PDIP dan PSI tidak hanya untuk meminta penjelasan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait Formula E, melainkan bermuatan politik.

"Bisa dilihat interpelasi ini adalah nafsu politik, bukan terkait hanya sekedar hak bertanya," ucap Rani di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (27/9/2021).

Selain itu, Rani juga menilai, rapat badan musyawarah (Bamus) DKI yang menyelipkan agenda penetapan jadwal rapat paripurna interpelasi Formula E pada Selasa besok (28/9) telah menyalahi tata tertib (Tatib) DPRD.

Pasalnya dalam undangan agenda Bamus, tidak terdapat poin pembahasan Formula E. Serta, Ketua DPRD DKI, Prasetyo Edi Marsudi mengetuk palu jadwal interpelasi dengan tidak ada tanda tangan dari Wakil Ketua DPRD DKI.

Oleh sebab itu, Rani menganggap rapat paripurna yang akan membahas soal interpelasi Anies ilegal, dan menyayangkan Prasetyo menyalahi aturan untuk menetapkan jadwal rapat paripurna.

"Tapi minimal perlu ada mekanisme yang baik dan mekanisme sesuai aturan," tandas Rani.

Seperti diberitakan sebelumnya, tujuh fraksi yang terdiri dari Gerindra, Demokrat, PKS, Golkar, NasDem, PAN, dan PKB-PPP memutuskan untuk tidak menghadiri rapat paripurna pada Selasa, 28 September 2021.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US