Simak, Ini Perbedaan antara UMP dan UMK
Ilustrasi uang sebagai upah pekerja (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)
News

Simak, Ini Perbedaan antara UMP dan UMK

Selasa, 14 Januari 2020 11:08 WIB 14 Januari 2020, 11:08 WIB

INDOZONE.ID - Upah minimum menjadi salah satu topik paling sering dibahas di kalangan masyarakat, terutama bagi para tenaga kerja.

Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.7 Tahun 2013, upah minimum adalah upah bulanan terendah meliputi upah pokok dan tunjangan yang ditetapkan oleh gubernur.

Penetapan nilai upah mi`nimum tidak berlaku secara nasional, melainkan pada wilayah tertentu meliputi provinsi dan kota/kabupaten.

Pengertian dan Jenis Upah Minimum

jenis upah minimum pekerja UMP dan UMK
Ilustrasi para pekerja (ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja)

Menurut Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor 7 Tahun 2013, ada empat jenis upah minimum, terdiri dari:

  • Upah minimum provinsi (UMP) yaitu upah Minimum yang berlaku untuk seluruh kabupaten/kota di satu provinsi.
  • Upah minimum kabupaten/kota (UMK) yaitu upah minimum yang berlaku di wilayah kabupaten/kota.
  • Upah minimum sektoral provinsi (UMSP) yaitu upah minimum yang berlaku secara sektoral di satu provinsi.
  • Upah minimum sektoral kabupaten/kota (UMSK) adalah upah minimum yang berlaku secara sektoral di wilayah kabupaten/kota.
     

Dari keempat jenis di atas, istilah yang sangat umum digunakan dan familiar di telinga masyarakat adalah UMP dan UMK.

Mungkin secara pengertian, UMP dan UMK sekilas hampir sama. Namun, kedua istilah ini sebenarnya berbeda.

Perbedaan UMP dan UMK

perbedaan upah minimum UMP dan UMK pekerja
Ilustrasi uang sebagai upah pekerja (ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat)

Lalu muncul pertanyaan, sebenarnya apa perbedaan antara UMP dan UMK

Seperti pengertiannya, UMP berlaku untuk seluruh kabupaten/kota di satu provinsi. Artinya, nilai UMP ditetapkan oleh Gubernur.

Sementara, UMK berlaku di wilayah kabupaten/kota. Besaran UMK juga ditetapkan oleh Gubernur.

Namun bedanya dengan UMP, penetapan UMK tersebut harus berdasarkan rekomendasi Dewan Pengupahan Provinsi, serta Bupati atau Wali Kota.

Sebagai informasi saja, sebelumnya masyarakat mengenal istilah Upah Minimum Regional (UMR).

Ruang lingkupnya sama seperti UMP yakni berlaku untuk seluruh wilayah di satu provinsi.

Hanya, istilah UMR sudah tidak digunakan lagi dan digantikan oleh UMP dan UMK, berdasarkan Peraturan Kementerian Ketenagakerjaan yang baru.

Kenaikan UMP Tahun 2020

UMP dan UMK tahun 2020
Ilustrasi bekerja (Unsplash/@helloquence)

Kementerian Ketenagakerjaa resmi menaikkan UMP para pekerja sebesar 8,51% di 34 provinsi Indonesia pada 2020.

Angka itu muncul setelah menilik besaran inflasi dan pertumbuhan ekonomi Tanah Air.

Berdasarkan surat edaran menteri nomor B-M/308/HI.01.00/2019, para Gubernur wajib mengumumkan kenaikan UMP secara serentak per 1 November 2019.

Kemudian, untuk besaran UMK hanya berlaku bagi pekerja dengan masa kerja kurang dari satu tahun.

Sementara bagi yang sudah bekerja di atas satu tahun, maka berhak menerima upah di atas nilai UMK.

Adapun penetapan upah minimum kota/kabupaten (UMK) ditetapkan selambat-lambatnya pada 21 November 2019.

daftar kenaikan UMP 2020 di 34 provinsi Indonesia
Ilustrasi kenaikan UMP 2020 yang berdampak ke para pekerja (ANTARA/Risky Andrianto)

Berikut ini daftar kenaikan UMP 2020 di 34 provinsi Indonesia, diurutkan berdasarkan wilayah:
 

UMP Tahun 2020 Pulau Sumatera (dari tertinggi ke terendah)

  • Bangka Belitung dari Rp2.976.705 menjadi Rp3.230.022
  • Aceh dari Rp2.935.985 menjadi Rp3.165.030
  • Sumatera Selatan dari Rp2.805.751 menjadi Rp3.043.111
  • Kepulauan Riau dari Rp2.769.754 menjadi Rp3.005.383
  • Riau dari Rp2.662.025 menjadi Rp2.888.563
  • Jambi dari Rp2.423.888 menjadi Rp Rp2.630.161
  • Sumatera Utara dari Rp2.303.402 menjadi Rp2.499.422
  • Sumatera Barat dari Rp2.289.228 menjadi Rp2.484.041
  • Lampung dari Rp2.241.269 menjadi Rp2.431.324
  • Bengkulu dari Rp2.040.406 menjadi Rp2.213.604


UMP Tahun 2020 Pulau Jawa (dari tertinggi ke terendah)

  • DKI Jakarta dari Rp3.940.972 menjadi Rp4.276.349
  • Banten dari Rp2.267.965 menjadi Rp2.460.968
  • Jawa Barat dari Rp1.668.372 menjadi Rp1.810.350
  • Jawa Timur dari Rp1.630.058 menjadi Rp1.768.777
  • Jawa Tengah dari Rp1.605.396 menjadi Rp1.742.015
  • Yogyakarta dari Rp1.570.922 menjadi Rp1.704.607


UMP Tahun 2020 Pulau Kalimantan (dari tertinggi ke terendah)

  • Kalimantan Selatan dari Rp2.651.781 menjadi Rp3.103.800
  • Kalimantan Utara dari Rp2.765.463 menjadi Rp3.000.803
  • Kalimantan Timur dari Rp2.747.560 menjadi Rp2.981.378
  • Kalimantan Tengah dari Rp2.615.735 menjadi Rp2.890.093
  • Kalimantan Barat dari Rp2.211.266 menjadi Rp2.399.698


UMP Tahun 2020 Pulau Sulawesi (dari tertinggi ke terendah)

  • Sulawesi Utara dari Rp3.051.076 menjadi Rp3.310.722
  • Sulawesi Selatan dari Rp2.860.382 menjadi Rp3.103.800
  • Gorontalo dari Rp2.384.020 menjadi Rp2.586.900
  • Sulawesi Barat dari Rp2.369.670 menjadi Rp2.571.328
  • Sulawesi Tenggara dari Rp2.351.869 menjadi Rp2.552.014
  • Sulawesi Tengah dari Rp2.123.040 menjadi Rp2.303.710


UMP Tahun 2020 Wilayah Bali dan Nusa Tenggara (dari tertinggi ke terendah)

  • Bali dari Rp2.297.967 menjadi Rp2.493.523
  • Nusa Tenggara Barat dari Rp1.971.547 menjadi Rp2.183.883
  • Nusa Tenggara Timur dari Rp1.793.298 menjadi Rp1.945.902

UMP Tahun 2020 Wilayah Maluku dan Pulau Papua (dari tertinggi ke terendah)

  • Papua dari Rp3.128.170 menjadi Rp3.516.700
  • Papua Barat dari Rp2.881.160 menjadi Rp3.184.225
  • Maluku Utara dari Rp2.508.092 menjadi Rp2.721.530
  • Maluku dari Rp2.400.664 menjadi Rp2.604.960

Semoga tulisan ini bermanfaat. Jangan lupa baca artikel dan berita lainnya hanya di INDOZONE.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Rizka
Rizka

Rizka

Writer
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU