The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Terkait Kasus Keraton Purworejo, Polisi Libatkan Guru Sejarah
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel (keempat kiri) menjelaskan tentang kasus Keraton Agung Sejagat di Purworejo dengan dua tersangkanya, Totok Santosa (kelima kiri) dan Fanni Aminadia (ketiga kiri), saat konferensi pers di Mapolda Jateng, S
News

Terkait Kasus Keraton Purworejo, Polisi Libatkan Guru Sejarah

Rabu, 15 Januari 2020 19:37 WIB 15 Januari 2020, 19:37 WIB

INDOZONE.ID - Pada penyidikan kasus Keraton Agung Sejagat di Purworejo, Polda Jateng telah melibatkan dua guru besar ahli sejarah dari Universitas Diponegoro (Undip) Semarang. Hal ini disampaikan Kapolda Jateng, Irjen Pol.Rycko Amelza Dahniel pada konferensi pers.

"Ada dua guru besar yang akan kami minta bantuannya menelusuri kebenaran jejak sejarah yang diklaim Raja Keraton Agung Sejagat," kata Irjen Pol.Rycko Amelza Dahniel di Semarang, Rabu (15/1).

Dalam penanganan fenomena Keraton Agung Sejagat ini, Polda Jawa Tengah telah melakukan penilaian dari sejumlah aspek, yaitu aspek yuridis yang terdapat nilai kebangsaan, dan aspek dasar negara serta aspek historis. Tak hanya itu, aspek sosiologis yang berhubungan dengan masyarakat sekitar.

keraton
Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Rycko Amelza Dahniel (keempat kiri) memperlihatkan barang bukti kasus Keraton Agung Sejagat di Purworejo dengan dua tersangkanya, Totok Santosa (kelima kiri) dan Fanni Aminadia (ketiga kiri), saat konferensi pers di Mapolda Jateng, Semarang, Jawa Tengah, Rabu (15/1/2020). (photo/ANTARA/Immanuel Citra Senjaya)

Pada Senin (13/1)lalu, muncul keresahan masyarakat atas berbagai kegiatan yang dilakukan oleh Keraton Agung Sejagat yang dirasa mengganggu dan dilaporkan ke kepolisian.

"Selanjutnya kami juga akan mengecek psikologi pelaku," katanya.

Setelah itu, Totok dan Permaisurinya Fanni Aminadia ditangkap Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jawa Tengah pada Selasa (14/1).

Kapolda juga mengatakan penyidik telah punya bukti permulaan yang cukup untuk keduanya sebagai tersangka. Karena para tersangka memiliki motif untuk menarik perhatian dari masyarakat dengan menggunakan tipu daya.

"Dengan simbol-simbol kerajaan, tawarkan harapan dengan ideologi, kehidupan akan berubah. Semua simbol itu palsu," katanya.

TAG
M. Rio Fani
M. Rio Fani

M. Rio Fani

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US