The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Indonesia Bisa Barter Pakai CN-235 untuk Jet Setengah Siluman KF-21 Korsel
South Korea via Reuters
News

Indonesia Bisa Barter Pakai CN-235 untuk Jet Setengah Siluman KF-21 Korsel

Korsel sudah pakai.

Kamis, 18 November 2021 18:32 WIB 18 November 2021, 18:32 WIB

INDOZONE.ID - Indonesia dan Korea Selatan sepakat untuk melanjutkan proyek pembangunan jet tempur generasi 4,5 KF-21 Boramae. Dalam kesepakatan teranyar, Korsel setuju untuk menerima pembayaran Indonesia tidak dalam bentuk uang tunai untuk jet tempur setengah siluman tersebut.

Dalam kesepakatan yang dicapai pada Rabu (10/11/2021), Indonesia tetap akan membayar 20 persen bagiannya dalam proyek pembangunan senilai total 8,1 triliun won (US$6,7 miliar) atau setara Rp97, 647 triliun. 

Dengan kesepakatan ini, Indonesia diharuskan membayar US$1,35 miliar hingga 2026. Selain itu, Korsel juga setuju 30 persen dari bagian Indonesia itu atau sekitar US$405 juta dibayarkan tidak dalam bentuk uang tunai. Selain itu, Indonesia juga mendapat korting dari pajak pertambahan nilai (PPN) yang digratiskan oleh Korea.

Dalam laporan Korea Herald (11/11/2021), seorang sumber dari pejabat Administrasi Program Akuisisi Pertahanan Korea Selatan (DAPA) menyebut kemungkinan Indonesia untuk membayar tiga puluh persen tersebut dalam bentuk sumber daya alam. Namun, hal ini belum dapat dipastikan karena Indonesia dan Korsel akan melakukan pembahasan resmi dalam pertemuan selanjutnya.

Pengamat alat utama sistem senjata (alutsista) Aryo Nugroho mengatakan, barter dalam bentuk komoditas sumber daya alam Indonesia memang mungkin dilakukan mengingat Indonesia memiliki modal besar di sektor ini. Namun ia mengingatkan hal ini bukan perkara mudah.

"Barter kan bukan sesuatu yang mudah karena perlu ada organisasi atau perusahaan yang menjadikan perantara. Su-35 waktu itu mau barter juga tidak jadi-jadi," kata Aryo kepada Indozone, Kamis (18/11/2021).

Aryo tak menyebut komoditas apa yang mungkin ditawarkan Indonesia pada Korea. Namun dia mengatakan, Indonesia dapat menawarkan pesawat CN-235 produksi dalam negeri untuk keperluan tersebut. 

"Kalau mau di luar komoditas ya bisa saja barter dengan CN-235, misalnya. Korea Selatan kan salah satu penggunanya," kata Aryo.

Korea Selatan membeli pesawat CN-235  untuk digunakan oleh Republic of Korea Air Force (ROKAF) dan Korean Coast Guard (KCG). PT Dirgantara Indonesia telah mengirimkan empat pesawat CN-235 Maritime Patrol Aircraft (MPA) pada 2012, setelah pemesanan Korea yang dilakukan pada 2008. 

PT DI tak merilis harga yang dibanderol untuk pesawat bermesin turboprop yang dirancang bersama CASA Spanyol tersebut. Namun Aryo menyebut saat itu Korsel merogoh kocek US$92 juta untuk satu unit pesawat buatan Bandung tersebut.

"Ya mungkin sekarang US$100-110 juta," katanya. 

Dengan demikian, Indonesia bisa menawarkan empat unit CN-235 untuk transfer teknologi jet tempur KF-21 dari Korea. Apalagi Korea Selatan pernah menyatakan sangat cocok menggunakan CN-235, ketimbang pesawat sejenis buatan CASA.

Artikel Menarik Lainnya :

TAG
Gema Trisna Yudha
JOIN US
JOIN US