The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

CEK FAKTA: Bocah SD Naik Styrofoam Gabus Seberangi Sungai Demi ke Sekolah, Benarkah?
Bocah SD seberangi sungai pakai gabus (Istimewa)
News

CEK FAKTA: Bocah SD Naik Styrofoam Gabus Seberangi Sungai Demi ke Sekolah, Benarkah?

Sabtu, 25 September 2021 12:29 WIB 25 September 2021, 12:29 WIB

INDOZONE.ID - Baru-baru ini beredar sebuah video yang memperlihatkan seorang  anak laki-laki berangkat sekolah menggunakan alat transportasi darurat yakni memakai styrofoam untuk menyeberangi sungai.

Narasi beredar bocah ini terpaksa melakukan hal tersebut karena tidak ada akses jembatan di daerah itu.

"Seorang anak kecil yang mau berangkat sekolah dengan naik busa karena tidak ada akses jembatan, demi menuntut ilmu," ujar perekam video.

Beredar juga video lain memperlihatkan beberapa bocah SD yang memakai styrofoam untuk menyeberangi sungai dan menuai perhatian Fadli Zon. 

"Dimana ini ada siswa berjuang menyebrang dg kotak styrofoam. Luar biasa negara kita. Padahal sebentar lg mau buat mobil listrik," tulis Fadli Zon di akun Twitternya.

Peristiwa ini diduga terjadi di  Desa Kuala Sungai Dua Belas, Kecamatan Tulung Selapan, Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Kades Kuala Sungai Dua Belas, Hartoni mengatakan bocah tersebut bukan hendak ke sekolah menggunakan styrofoam untuk menyeberang sungai, tapi hanya sedang bermain-main.

"Itu bukan mau berangkat sekolah, tapi bermain-main sepulang sekolah dan belum berganti baju. Itu biasa bagi anak-anak kami yang tinggal di laut seperti di sini," ujar Hartoni.

Dia menambahkan bahwa kebanyakan murid berasal dari kalangan mampu, bahkan memiliki speedboat. Secara profesi, kebanyakan warga berprofesi nelayan atau memiliki sarang burung walet.

"Kalau sehari-hari mereka diantar orang tuanya menggunakan sampan untuk bersekolah atau beraktivitas lain, orangtuanya orang mampu, bahkan punya speedboat," katanya.

Kebanyakan warga di sana menggunakan sarana transportasi air, seperti sampan, kapal getek atau speedboat. Dia meminta kejadian ini tidak dibesar-besarkan.

“Jembatan menuju sekolah bukan prioritas utama mengingat bukan akses utama perlintasan masyarakat. Kami yang berada di perairan ini terbiasa menggunakan transportasi air karena lebih mudah aksesnya, jangan dibesar-besarkanlah,” kata Hartoni.

Sementara, styrofoam yang digunakan para siswa itu biasanya dipakai untuk membawa hasil tangkapan laut yang dibekukan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Zega

Zega

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US