The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Ini Dia Polisi Banting Mahasiswa di Tangerang, Minta Maaf Berpelukan dan Cium Tangan
Brigadir NP, polisi yang membanting mahasiswa di Tangerang dan Faris, mahasiswa yang dibantingnya. (Ist)
News

Ini Dia Polisi Banting Mahasiswa di Tangerang, Minta Maaf Berpelukan dan Cium Tangan

Kamis, 14 Oktober 2021 09:18 WIB 14 Oktober 2021, 09:18 WIB

INDOZONE.ID - Polisi yang membanting mahasiswa yang berdemo di depan kantor Bupati Tangerang pada Rabu (13/10/2021), Brigadir NP, meminta maaf secara langsung kepada mahasiswa yang dibantingnya, Muhammad Faris Amrullah (21 tahun), pada hari itu juga.

Brigadir NP merupakan anggota Polresta Tangerang. Dia mengaku membanting Faris secara spontan, tanpa niat untuk mencelakai.

"Saya meminta maaf kepada Mas Faris atas perbuatan saya. Dan saya siap bertanggung jawab atas perbuatan saya. Sekali lagi saya meminta maaf atas perbuatan saya, kepada keluarga, dan saya siap bertanggung jawab," kata Brigadir NP di Markas Polresta Tangerang.

Setelah menyampaikan itu, Brigadir NP lantas menyalami dan memeluk Faris. Lalu, dia juga mencium tangan seorang pria yang berada di sebelah kiri Faris.

Saat Brigadir NP menyampaikan permintaan maaf, Faris terlihat memijat-mijat bagian tengkuknya. Diduga, ia masih merasakan sakit di bagian itu usai dibanting oleh NP.

"Sebagai sesama manusia, saya maafkan," ujar Faris.

Meski sudah memaafkan Brigadir NP, Faris meminta pihak kepolisian untuk menindak tegas anggotanya yang bertindak tidak humanis kepada masyarakat, termasuk pedemo yang menyampaikan aspirasi.

Faris sendiri merupakan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Tangerang (Himata) Banten. Usai dibanting, ia menyampaikan melalui video bahwa dirinya masih hidup.

"Saya Faris dari Himata Banten. Saya enggak ayan, saya juga enggak mati, saya masih hidup," ujarnya dalam video yang direkam di media center Polresta Tangerang, didampingi oleh Wakapolres Tangerang AKBP Leonard Sinambela.

"Saya masih hidup, dalam keadaan biasa-biasa saja, walaupun agak sedikit pegal-pegal," lanjutnya.

Faris lantas ditanya oleh Leonard apakah dirinya sudah sarapan atau belum.

"Sarapan sudah, tapi kalau makan nasi belum," jawab Faris.

Kapolresta Tangerang Kombes Wahyu Sri Bintoro juga menyampaikan permintaan maaf kepada seluruh mahasiswa atas ulah Brigadir NP tersebut.

"Saya, Kapolresta Tangerang, meminta maaf kepada seluruh mahasiswa," katanya.

Seperti diketahui, Faris dibanting oleh Brigadir NP saat ikut berunjukrasa di depan kantor Bupati Tangerang, saat rapat paripurna Hari Ulang Tahun (HUT) ke-389 Kabupaten Tangerang, Rabu (13/10/2021).

Saat itu, mahasiswa berdemo menuntut pembatasan jam operasional angkutan tambang.

Video saat ia dibanting viral di media sosial. Dalam video terlihat, Faris tidak bergerak usai dibanting oleh polisi tersebut.

Dua polisi yang memakai rompi satlantas kemudian mencoba membangunkan Faris, namun ia justru kejang-kejang. Terlihat polisi dan sejumlah warga panik saat mencoba membangunkannya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
JOIN US
JOIN US