The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Banyak Perusahaan Pindah ke Singapura, Erick Ingin BUMN Rangkul Startup Agar Nasionalis
Menteri BUMN Erick Thohir. (photo/ANTARA FOTO/Nova Wahyudi)
News

Banyak Perusahaan Pindah ke Singapura, Erick Ingin BUMN Rangkul Startup Agar Nasionalis

Sabtu, 27 November 2021 21:44 WIB 27 November 2021, 21:44 WIB

INDOZONE.ID - Menteri BUMN Erick Thohir ingin perusahaan pelat merah melakukan intervensi ke sektor digital untuk merangkul startup agar nasionalis.

Pernyataan tersebut dia sampaikan menanggapi banyak perusahaan startup Indonesia yang pindah ke Singapura dan meraih pendanaan dari pihak asing.

"Kami mengintervensi sebagai BUMN supaya mengingatkan future-future kreator Indonesia, future-future bisnisman di Indonesia untuk lebih nasionalis," ujarnya, Sabtu (27/11) dikutip dari ANTARA.

"Kita (Indonesia) besar karena market kita, bukan sekedar uang. Kami akan lakukan ini intervensi di digitalisasi," tambahnya.

Baca juga: Hikayat Hidup Nurdin, Disabilitas yang Rela Menyeret Kaki ke Jalanan Demi Mencari Nafkah

Erick menyampaikan pemerintah akan meluncurkan program Merah Putih Fun yang didukung oleh Telkom dan Telkomsel untuk mendanai perusahaan startup Indonesia.

Program itu akan diluncurkan langsung oleh Presiden Joko Widodo pada pertengahan Desember 2021.

Menurutnya syarat mendapatkan pendanaan dari program itu harus foundernya orang Indonesia, operasional perusahaan di Indonesia, dan go public juga di Indonesia.

"Go public di luar negeri boleh, tetapi harus go public di Indonesia duluan," ujarnya.

Lebih lanjut Erick mengingatkan generasi muda untuk produktif karena populasi yang semakin banyak.

Produktivitas yang dihasilkan itu memberikan kesempatan bagi Indonesia menjadi pop culture country atau negara budaya populer.

"Pop culture country bisa hidup kalau generasi mudanya juga komitmen untuk membeli produknya, harus ada keberpihakan," kata Erick.

Organisasi Kerja Sama dan Pembangunan Ekonomi Negara-Negara Maju (OECD) memperkirakan ekonomi Indonesia akan mencapai 8,89 triliun dolar AS dan menjadi ekonomi terbesar keempat di dunia pada 2045.

Jumlah penduduk usia produktif yang besar hingga 64 persen dari total penduduk memberikan potensi sebagai salah satu pasar terbesar di dunia, banyak penduduk berkualitas menguasai teknologi, inovatif, produktif, dan mampu mentransformasikan ekonominya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
Kana

Kana

Editor
JOIN US
JOIN US