The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Astaga! 11 Anak Perempuan 'Open BO' Pakai MiChat, Layani WN China, Dibayar Rp2 Juta
Belasan anak perempuan terlibat prostitusi online (Humas Polsek Baruga)
News

Astaga! 11 Anak Perempuan 'Open BO' Pakai MiChat, Layani WN China, Dibayar Rp2 Juta

Senin, 19 April 2021 09:49 WIB 19 April 2021, 09:49 WIB

INDOZONE.ID - Polisi mengungkap bisnis prostitusi online yang melibatkan anak di bawah umur di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Ada 11 anak perempuan yang terlibat bisnis esek-esek tersebut. Mereka kini telah dipulangkan kepada orangtua masing-masing untuk mendapatkan pembinaan.

"Sudah dipulangkan ke orangtua mereka setelah di-assesment oleh Dinas Sosial," kata Kepala Polisi Sektor (Kapolsek) Baruga AKP Gusti Komang Sulastra, dilansir Antara, Senin (19/4/2021).

Ke-11 anak perempuan ini awalnya diamankan di kamar Hotel Grand DDNS, Mataiwoi, Kecamatan Wuawua, Kota Kendari, Selasa (6/4/2021).

Mereka diduga sedang menunggu para pelanggan. Rata-rata usia mereka adalah 17 tahun, dan ada juga yang sudah 21 tahun. Statusnya ada yang pelajar dan ada juga yang bukan pelajar.

"Para ABG ini ada yang sudah 1 hari, ada yang sampai 1 minggu standby di sana. Dan berdasarkan hasil interogasi mereka di sana menunggu tamu, ada yang menggunakan aplikasi Michat dan ada juga yang diarahkan oleh temannya untuk mendapatkan tamu," ungkapnya.

Dari hasil pemeriksaan polisi, dua anak berinisial TT (17) dan AA (18) mengaku ditawarkan oleh pemilik hotel untuk melayani WN China dan kemudian diberikan bayaran Rp500 ribu oleh pemilik hotel.

Belasan anak tersebut mengaku "Open BO" dengan tarif Rp400 ribu untuk pelanggan lokal dan Rp2 juta untuk pelanggan asing, seperti WN China tersebut.

"Benar ada yang mengaku seperti itu. Kami jadikan rujukan, hanya untuk menetapkan tersangka, kami butuh tambahan alat bukti," ujar Gusti.

Namun, anak-anak tersebut sudah lupa kapan peristiwa tersebut dan bukti uang transaksinya, sehingga dibutuhkan alat bukti lebih lanjut.

Polisi juga sudah memeriksa pemilik Hotel Grand DDNS berinisial AR (40), namun dia menyangkal melakukan praktik prostitusi online.

"Dia (pemilik hotel) menyangkal, kami tidak serta merta mempercayainya. Kami masih terus dalami cari bukti-bukti kuat yang mendukung. Saya berharap ada tersangka biar ada efek jera," ujar Gusti.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Zega

Zega

Editor
JOIN US
JOIN US