Mantap! Mahasiswa di Kudus Ciptakan Tempat Sampah Berbasis Internet
ANTARA/Akhmad Nazaruddin Lathif
News

Mantap! Mahasiswa di Kudus Ciptakan Tempat Sampah Berbasis Internet

Zal
Sabtu, 15 Juni 2019 22:18 WIB 15 Juni 2019, 22:18 WIB

Baru-baru ini, Mahasiswa Universitas Muria Kudus (UMK), Jawa Tengah, berhasil menemukan solusi pengelolaan sampah berbasis internet dengan menciptakan tempat sampah berbasis internet of things (IOT) yang bisa mengirimkan notifikasi lokasi tempat sampah serta volume sampahnya.

Mereka adalah Novi Arimukti dan Arsya Yoga Pratama, keduanya mahasiswa jurusan Sistem Informasi (SI) dan Bagus Utomo yang merupakan mahasiswa jurusan Teknik Elektro.

"Temuan tempat sampah yang diberi nama T-Smart++ berawal dari keresahan dirinya bersama kedua temannya saat melihat sampah yang menumpuk," kata Bagus Utomo di Kudus, Sabtu.

Ia mengatakan bahwa saat ini banyak ditemukan kasus tempat sampah sudah penuh, tapi belum segera diambil karena dimungkinkan petugas pengambil sampah belum mengetahui lokasi tempat sampah yang sudah penuh tersebut.

Kadang, tempat sampah yang belum penuh justru diambil terlebih dahulu. Akibatnya, kondisi tempat sampah yang sudah penuh malah menimbulkan polusi udara.

Karena permasalahan tersebut, ia mengatakan muncul ide untuk membuat tempat sampah berbasis internet tersebut.

"Untuk mewujudkan tempat sampah berbasis internet tersebut, membutuhkan waktu dua bulan," ujar dia.

Sementara itu, tempat sampah pintar berbasis IOT itu punya banyak kelebihan, yakni ketika sudah penuh tempat sampah akan mengunci, selanjutnya akan memberikan notifikasi yang berisi mengenai peringatakan tempat sampah yang penuh serta lokasi tempat sampah tersebut melalui ponsel cerdas dengan sistem operasi Android milik petugas pengambil sampah.

Ia meyakini hal ini bisa bisa memudahkan petugas pengambil sampah mengetahui tempat sampah yang sudah penuh, sehingga mengetahui prioritas utama yang harus diambil. Ia pun berharap dengan inovasi itu dapat bermanfaat untuk masyarakat, karena bisa dipakai pemerintah daerah, perusahaan dan lainnya dalam pengelolaan sampah.

"Setidaknya, lingkungan bisa semakin bersih sesuai harapan masyarakat," ujarnya.

    Indozone Media
    Indozone Media

    Zal

    Editor