Pembuat Hoax Rombongan TKA Masuk Kendari Ditangkap, Mewek Minta Maaf
Hardiono (39) pembuat video hoax TKA China masuk kenari ditangkap polisi. (dok. Polda Sultra)
News

Pembuat Hoax Rombongan TKA Masuk Kendari Ditangkap, Mewek Minta Maaf

Senin, 16 Maret 2020 13:35 WIB 16 Maret 2020, 13:35 WIB

INDOZONE.ID - Pembuat video hoax masuknya rombongan tenaga kerja asing (TKA) asal China tiba di Bandara Haluoleo, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra) yang disertai unggahan video, kini telah ditangkap pihak kepolisian hingga mewek harus minta maaf di hadapan polisi.

Sang penyebar hoax bernama Hardiono (39) warga Desa Onewila, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) pun telah meminta maaf kepada publik atas keresahan yang ditimbulkan akibat berita bohong yang disebarkannya.

"Saya ucapkan secara spontan dan hanya untuk main-main, Saya akui kesalahan saya dan saya meminta maaf yang sebesar-besarnya" terangnya, Senin (16/3/2020)."

Dia membenarkan kalau dirinya lah yang membuat video viral pada 15 Maret lalu terkait kedatangan warga China di Kendari lalu membubuhi komentarnya dengan narasi, 'Itu e satu pesawat corona semua'.

Hardiono tidak menyadari kalau berita bohong yang disebarkannya akan berdampak sangat luas dan menjadi viral di media sosial hingga membuat warga resak khususnya warga Kota Kendari. Dia menegaskan kalau video itu tidak benar.

"Saya jelaskan bahwa hal tersebut tidak benar, mereka bukan datang dari China tapi mereka baru pulang dari Jakarta habis mengurus visa di Jakarta," katanya.

"Saya berjanji tidak akan mengulangi perbuatan itu lagi jika saya mengulanginya lagi maka saya siap dihukum sesuai dengan hukuman yang berlaku," tutupnya.

Sebelumnya sebuah video viral yang merekam kedatangan puluhan warga negara asing (WNA) asal China di Bandara Haluoleo, Kendari, Minggu (15/3/2020) malam, menyebar di media sosial.

Video berdurasi 58 detik itu memperlihatkan sebanyak 40 WNA yang merupakan tenaga kerja asing asal China, lengkap dengan koper dan menggunakan masker keluar dari ruangan kedatangan Bandara Haluoleo.

Dalam video itu terdengar suara seseorang meneriakkan WA dan mengaitkan dengan virus corona yang telah mewabah di seluruh dunia.

Kapolda Sultra Brigjen Merdisyam membenarkan terkait kedatangan WNA tersebut. Merdisyam menyebut mereka merupakan tenaga kerja asing dari perusahaan tambang.

“Mereka baru datang dari Jakarta, bukan dari China. Memang selama ini belum pernah pulang ke China. Mereka akan ke Morosi untuk bekerja kembali,” ungkap Kapolda saat dikonfirmasi di Rumah Jabatan (Rujab) Gubernur Sultra, Minggu (15/3/2020) malam.

Mereka merupakan TKA asal China itu datang dari Jakarta usai mengurus perpanjangan visa dan izin kerja. 

Selanjutnya, mereka akan kembali bekerja di perusahaan smelter yang ada di Sultra.

Dia menjelaskan, 40 TKA tersebut telah dilengkapi dengan surat dari karantina kesehatan pelabuhan (KKP) dan perizinan dari Imigrasi sebelum tiba di Kendari.

"Sudah ada sertifikat karantina, mereka aman. Jumlahnya sekitar 40 orang," tutupnya.

Kapolda Sultra menlanjutkan akibat dari video itu katanya telah terjadi keresanan di tengah masyarakat dan menjadi viral usai konten yang itu diunggah di media sosial.

Oleh karena itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak menyebar informasi yang membuat keresahan karena bisa dijerat pidana Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

TAG
Fahrizal Daulay

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU