The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Cegah Stigma Penyintas COVID-19, Satgas: Buka Komunikasi dan Jangan Jauhi Tapi Didukung
Sejumlah tenaga medis, relawan dan pasien COVID-19 mengikuti kegiatan senam pagi di Rumah Singgah Karantina COVID-19, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (26/5/2020). (Photo/Ilustrasi/ANTARA FOTO/Fauzan)
News

Cegah Stigma Penyintas COVID-19, Satgas: Buka Komunikasi dan Jangan Jauhi Tapi Didukung

Senin, 28 Desember 2020 17:44 WIB 28 Desember 2020, 17:44 WIB

INDOZONE.ID - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 menekankan perlunya bagi penyintas COVID-19 untuk membuka komunikasi dengan teman hingga keluarga terdekat untuk mencegah dampak negatif stigma dari orang-orang awam terkait penyakit tersebut.

Hal itu disampaikan oleh Anggota Subid Tracing Bidang Penanganan Kesehatan Satgas COVID-19 Dr. dr. Retno Asti Werdhani, M.Epid dalam konferensi pers Satgas COVID-19 secara virtual, Jakarta, Senin (28/12/2020).

"Kalau kita sendiri terstigma berarti penting sekali kita membuka komunikasi dengan teman untuk mencari dukungan yang bisa kita dapatkan lalu tetap berkomunikasi," kata Retno Asti, dilansir dari Antara, Senin (28/12/2020).

Selain itu, Retno juga menjelaskan bahwa stigma ini sebenarnya terjadi secara murni karena ketidaktahuan seseorang terkait masalah COVID-19. Akibatnya, seseorang akan lebih cenderung memberikan label negatif kepada orang yang terpapar penyakit tersebut.

Baca juga: Latihan Kelompok Teroris JI di Semarang, Biayanya Rp65 Juta Per Bulan dari Infaq

Padahal semestinya, para penyintas COVID-19 tidak perlu dijauhi secara emosional, tetapi sebaliknya perlu mendapatkan dukungan agar mendorong masa pemulihannya.

Namun sayangnya, kondisi sosial tidak selalu seperti yang diharapkan karena masih banyak orang yang tidak mengerti tentang COVID-19 dan cara pencegahannya tetapi kemudian mereka tidak mencari tahu dan malah menjauhi penyintas.

"Jadi dari survei Tim Fakultas Psikologi UI didapatkan bahwa ada tiga media favorit di masyarakat yang bisa menjadi sumber informasi untuk meluruskan persepsi itu dan sekadar untuk mencoba menggambarkan apa yang dialami oleh teman-teman yang survive. Itu mereka bisa pakai media sosial seperti FB, IG, Twitter, WhatsApp Group. Itu juga penting sekali karena viralnya cepat sekali," terangnya.

"Jadi kita bisa ikut membantu untuk meluruskan hoaks yang banyak, karena di sini kita belajar untuk peduli orang lain, kita bantu. Kalau kita tahu teman-teman kita kena COVID-19, jangan dijauhi tapi didukung," harap Retno.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
M. Rio Fani
Kana

Kana

Editor
M. Rio Fani

M. Rio Fani

Writer
TERKAIT DENGAN INI
JOIN US
JOIN US