The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

17 Korban Sriwijaya SJ-182 Diberi Santunan Rp50 Juta, Bagimana Nasib yang Pakai KTP Orang?
Santunan dari Jasa Raharja untuk korban Sriwijaya Air SJ-182. (Antara)
News

17 Korban Sriwijaya SJ-182 Diberi Santunan Rp50 Juta, Bagimana Nasib yang Pakai KTP Orang?

Sabtu, 16 Januari 2021 17:13 WIB 16 Januari 2021, 17:13 WIB

INDOZONE.ID - 17 dari 62 korban pesawat Sriwijaya Air SJ-182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, 9 Januari lalu, diberi santunan masing-masing senilai Rp50 juta oleh PT Jasa Raharja (Persero).

17 korban tersebut adalah yang sudah teridentifikasi oleh Disaster Victim Identification (DVI) Pusdokkes Polri. Santunan tersebut diberikan kepada ahli waris masing-masing korban. Ada yang diberikan kepada pasangan (suami atau istri), ada yang kepada anaknya, dan ada juga yang diserahkan kepada orang tua korban.

Mereka adalah Okky Bisma (pramugara) kepada istrinya, Aldha Refa, Fadli Satrianto kepada ayahnya, Khasanah kepada suaminya, Asy Habul Yamin kepada istrinya, Indah Halimah Putri kepada orang tuanya, Agus Minarni kepada anaknya, Pipit Piyono kepada istrinya, Yohanes Suherdi kepada istrinya, Ricko kepada istrinya.

Kemudian, Supianto kepada orang tuanya, Ikhsan Adhlan Hakim kepada orang tuanya, Mia Tresetyani Wadu (pramugari) kepada orang tuanya, Isti Yudha Prastika (pramugari) kepada suaminya, Dinda Amelia kepada orang tuanya, Rahmawati kepada anaknya, Toni Ismail kepada anaknya, dan Putri Wahyuni kepada anaknya.

Setiap korban meninggal dunia memperoleh santunan sebagai bentuk Perlindungan Dasar Pemerintah sebesar Rp50 juta rupiah sesuai Peraturan Menteri Keuangan RI Nomor 15 Tahun 2017. 

"Dalam hal ini penyelesaian Jasa Raharja kurang dari 24 jam sejak pengumuman teridentifikasi oleh DVI Polri," kata Direktur Operasional Jasa Raharja Amos Sampetoding, seperti diwartakan Antara.

Penyerahan dilakukan oleh Amos Sampetoding di Jakarta dan Kepala PT Jasa Raharja masing-masing provinsi bersama instansi terkait dan Forkompinda setempat melalui mekanisme transfer ke rekening ahli waris dan diserahkan secara simbolis kepada ahli waris.

“Atas langkah tersebut, hari ini Sabtu (16/1) Jasa Raharja menyerahkan santunan secara serentak di 4 Propinsi yaitu Jakarta, Kalimantan Barat, Jawa Barat dan Riau kepada 5 ahli waris korban yang diumumkan teridentifikasi pada hari Jumat (15/1)," kata Amos.

Namun, sejauh ini belum diketahui bagaimana nasib dua penumpang SJ 182 yang memakai KTP milik orang lain saat menumpang pesawat tersebut. Mereka tak lain adalah Teofilus Lau Ura dan Selvin Daro, sepasang kekasih yang tadinya akan menikah. 

Teofilus Lau Ura meminjam KTP milik Felix Wenggo, sedangkan Selvin Daro meminjam KTP milik Sarah Beatrice Alomau.

Sementara itu, memasuki hari kedelapan operasi SAR, sebanyak delapan orang investigator memeriksa puing-puing pesawat Sriwijaya Air SJ-182, empat orang di antaranya merupakan investigator asing, salah satunya dari Boeing.

"Teman-teman kita dari penerbangan ini semua ingin bantu, mencari tahu apa yang menyebabkan kecelakaan ini bisa terjadi," kata investigator Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) R Yunus Ardianto di Dermaga JICT 2 Tanjung Priok.

Selama sekitar 20 menit, mereka mengamati sejumlah puing pesawat Sriwijaya Air. Namun, tidak ada keterangan pers yang diberikan setelah meninjau puing Sriwijaya Air SJ-182.

Ardianto menjelaskan kedatangan mereka untuk mengidentifikasi agar dapat melakukan antisipasi ke depan sehingga pemicu yang membuat kecelakaan serupa tidak terulang.

?Pesawat Sriwijaya Air SJ-182 merupakan jenis Boeing 737-500 yang jatuh pada Sabtu (9/1) di posisi 11 mil laut di utara Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, atau di sekitar perairan Kepulauan Seribu.

??Berdasarkan data manifes, pesawat yang diproduksi tahun 1994 itu membawa 62 orang terdiri atas 50 penumpang dan 12 orang kru. Dari jumlah tersebut, 40 orang dewasa, tujuh anak-anak dan tiga bayi.

Sedangkan 12 kru terdiri atas enam kru aktif dan enam kru ekstra.

Artikel Menarik Lainnya:


TAG
Abul Muamar
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US