Lewat Lagu 'Hurricane,' Bob Dylan Bela Seorang Petinju Tak Bersalah
Rubin 'Hurricane' Carter (insert: Wikipedia) dan Bob Dylan (Consequences of Sounds)
Music

Lewat Lagu 'Hurricane,' Bob Dylan Bela Seorang Petinju Tak Bersalah

Dituduh membunuh hanya karena warna kulit.

Sabtu, 21 Maret 2020 12:00 WIB 21 Maret 2020, 12:00 WIB

INDOZONE.ID - Bertepatan dengan Hari Penghapusan Diskriminasi Rasial Sedunia yang jatuh pada hari ini Sabtu (21/3/2020), membuat banyak pihak mengenang aksi diskriminasi ras yang pernah terjadi di seluruh dunia.  

Beberapa di antaranya sempat disuarakan lewat demonstrasi, tulisan, dokumenter, film fiksi, bahkan tertuang dalam bentuk lagu. Salah satunya lagu yang pernah ditulis oleh legenda musik folk Amerika, Bob Dylan. 

Contohnya lagu berjudul 'Hurricane' yang terinspirasi dari kasus kriminal berlatar belakang rasisme. Dalam lagu itu, peraih nobel sastra tahun 2017 lalu tersebut bersuara untuk membela seorang petinju kulit hitam bernama Rubin 'Hurricane' Carter yang dipenjara 19 tahun karena dituduh membunuh.

Melansir dari SongFacts, kasusnya sendiri terjadi pada 17 Juni 1966 silam di sebuah bar bernama Lafayette Grill di kawasan Paterson, New Jersey, Amerika Serikat. Saat itu, ada tiga pria kulit putih yang menembakkan senjata mereka secara membabi buta di bar tersebut.

Namun, saat polisi datang, para saksi mengatakan para penembak adalah dua orang kulit hitam. Polisi pun menciduk Rubin Carter dan temannya John Artis yang kebetulan kulit hitam, karena saat itu ada isu diksriminasi yang menganggap semua orang kulit hitam adalah kriminal.

Rubin Carter dan John Artis
Rubin Carter dan John Artis (North Jersey)

Namun, karena tidak cocok dengan deskripsi kesaksian para saksi, mereka pun dibebaskan. Sayangnya, dua bulan kemudian mereka ditangkap lagi atas tuduhan pembunuhan. 30 tahun untuk Carter, dan 15 tahun untuk Artis.

Penangkapan itu berasal dari kesaksian dua kulit putih Arthur Bradley dan Alfred Bello, dua resedivis yang saat itu hendak merampok sebuah pabrik. Dalam kesaksiannya, mereka melihat Carter dan Artis yang melakukan penembakan tersebut. 

Di dalam penjara, Carter menceritakan semua kisahnya dan kejadian dalam rangka untuk bebas. Banyak yang bersimpati kepadanya, termasuk seorang penulis yang menerbitkan buku autobiografinya di tahun 1974.

Bob Dylan saat mengunjungi Carter di penjara
Bob Dylan saat mengunjungi Carter di penjara (Sing Out!)

Carter pun mengirimkan salah satu bukunya tersebut kepada Bob Dylan yang membuat Dylan akhirnya membuat lagu dan liriknya. Lagu tersebut ditujukan untuk menggalang dana melalui konser Rolling Thunder Revue di tahun 1975 silam. 

Dalam menulis liriknya, Dylan mengungkapkan sebebas-bebasnya tentang semua kejadian yang ia baca dari buku dan beberapa kliping koran. Ia memasukkan dialog, serta nama-nama asli orang yang bersaksi dan terlibat dalam lirik lagu tersebut.

Gelombang protes menuntut Carter dan Artis dibebaskan
Gelombang protes menuntut Carter dan Artis dibebaskan (Youtube/Kerasole)

Mulai dari nama seorang bartender Patty Valentine yang berada saat kejadian penembakan berlangsung. Termasuk nama dua pembohong Arthur Bradley dan Alfred Bello uga disebut dalam lagunya.

"Pistol shots ring out in the barroom night/Enter Patty Valentine from the outer hall/She sees the bartender in a pool of blood,/Cries out, "My God, they killed them all!"/Here comes the story of the Hurricane,/The man the authorities came to blame/For somethin' that he never done/Put in a prison cell, but one time he could-a been/The champion of the world."

"Three bodies lyin' there does Patty see/And another man named Bello, movin' around mysteriously/"I didn't do it," he says, and he throws up his hands/"I was only robbin' the register, I hope you understand/I saw them leavin'," he says, and he stops/"One of us had better call up the cops"/And so Patty calls the cops/And they arrive on the scene with their red lights flashin'/In the hot New Jersey night."

Namun pengacara label rekaman Columbia Records meminta Dylan untuk mengubah nama dalam liriknya tersebut agar tidak dituntut. 

Di tahun 1976, Patty Valentine menuntut Dylan karena merasa namanya ada dalam lirik itu dan membuatnya stress karena lagu itu menyiratkan kalau dia berbohong. Namun Dylan pintar berdalih dengan mengatakan ia memasukkan namanya ke dalam lirik lagu itu dengan alasan namanya cantik dan cocok dengan lirik lagu itu.

Hasil dari lagu dan penggalangan dana sendiri berhasil mengumpulkan lebih dari US$100 ribu atau sekitar Rp1,4 miliar bila dikurs dengan nilai sekarang. Uang itu digunakan untuk pembelaan di persidangan. 

Lewat proses yang panjang, kasus itu akhirnya naik ke Supreme Court pada 1985. Carter dan Artis pun bebas meski sudah menjalani hukuman selama 19 tahun. 

Rubin Carter dan Bob Dylan tetap bersahabat di hari tua
Rubin Carter dan Bob Dylan tetap bersahabat di hari tua (Facebook/Bob Dylan Wisdom)

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahmy Fotaleno
M Fadli

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US