The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Video BLACKPINK Dicabut Gegara Panda, Kok Bisa? Ini Alasannya!
Blackpink. (Photo/Facebook/Blackpink)
Music

Video BLACKPINK Dicabut Gegara Panda, Kok Bisa? Ini Alasannya!

Selasa, 10 November 2020 22:08 WIB 10 November 2020, 22:08 WIB

INDOZONE.ID - Sebuah episode acara realitas yang menampilkan grup K-pop BLACKPINK memegang bayi panda akhirnya dicabut setelah adanya tuduhan di Tiongkok bahwa grup tersebut memperlakukan harta nasional dengan cara yang salah.

Pencabutan merupakan perselisihan terbaru antara bintang hiburan Korea Selatan dan penonton di negara tetangga. Tidak hanya itu, bulan lalu grup BTS juga dikritik keras di Tiongkok lantaran pemimpinnya menyampaikan pertanyaan tentang Perang Korea, dan beberapa produk terkait BTS dihapus dari situs-situs Tiongkok.

Baca juga: Mengenal Aespa, Girl Group Terbaru SM Entertainment Debut Pertengahan November

Seperti yang diketahui, Fu Bao merupakan panda pertama yang lahir di Korea Selatan untuk pertama kalinya diperkenalkan kepada publik pekal lalu. Di sisi lain, orang tua Fu Bao tiba pada 2016, didatangkan dari provinsi Sichuan, Tiongkok, rumah dari panda raksasa, bagian dari "diplomasi panda" Tiongkok.

Lebih lanjut, BLACKPINK memasukan cuplikan video di mana anggotanya memegang bayi panda di YouTube awal bulan ini. Sementara itu, sebagian media lokal Tiongkok dan warganet memprotes karena BLACKPINK menyentuh Fu Bao dengan tangan kosong dan memakai riasan tebal.

Tak hanya itu saja, grup tersebut juga dianggap bisa mengancam kesehatan bayi panda. Komentar itu memicu kehebohan di Weibo, aplikasi semacam Twitter versi Tiongkok. Dilansir dari Reuters, Selasa (10/11/2020), ada jutaan penayangan dan 55.000 unggahan dengan tagar "Cara Blackpink memegang bayi panda salah" di Weibo.

"Saat BLACKPINK bertemu bayi panda, semua anggota mengenakan sarung tangan, masker dan pakaian pelindung. Tangan dan sepatu mereka didisinfeksi di setiap transisi," kata agensi dalam pernyataan.

Tagar "BLACKPINK" dan "Panda" jadi trending di Twitter Korea Selatan pada akhir pekan lalu. Sebagian netizen Negeri Ginseng membalas kritikan itu, mendesak Korea Selatan "mengembalikan panda" atau mengatakan "panda bukan milik kami dan lagipula terlalu mahal biaya membesarkan mereka."

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
M. Rio Fani
Kana

Kana

Editor
M. Rio Fani

M. Rio Fani

Writer
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US