Alasan Kenapa Jumlah Penikmat Metal Selalu Stabil
Penggemar musik metal di Indonesia selalu stabil. (Ilustrasi/Instagram/@hammersonicfest)
Music

Alasan Kenapa Jumlah Penikmat Metal Selalu Stabil

Fenomena yang terjadi di Indonesia

Minggu, 19 Januari 2020 05:52 WIB 19 Januari 2020, 05:52 WIB

INDOZONE.ID - Pasang surut penikmat genre musik tertentu disinyalir menjadi salah satu indikasi berkembangnya skena musik tersebut. Tak terkecuali dalam genre musik metal di Indonesia yang semakin tahun justru semakin besar dan kemudian berada dalam posisi stabil. 

Bila dilihat dari kacamata umum, memang pecinta musik mainstream memiliki penggemar musik yang besar. Namun, pertanyaannya apakah mereka benar-benar loyal dan militan untuk membeli tiket konser atau membeli album band favoritnya. 

Contoh kasarnya, penggemar musik pop di Indonesia dikatakan penggemar musik yang paling tidak setia. Alasannya karena mereka akan berpaling bila ada yang lebih bagus dari musisi itu.

Tambahan lainnya, jarang dari mereka yang mau membeli album dan mendatangi konser musisi yang mereka suka. Mereka lebih memilih untuk mengunduh secara ilegal atau minta tiket gratisan.

Hal itu juga sempat diungkapkan Mudya Mustamin, seorang pengamat musik yang juga mengikuti perkembangan musik, termasuk metal di Indonesia. Kepada Indozone, salah satu dewan juri dari Anugerah Musik Indonesia (AMI) tersebut mengatakan bahwa musik metal di Indonesia mungkin memiliki segmentasi khusus. Namun, para penikmatnya sangat militan dan loyal. 

"Metal biasanya lebih militan penggemarnya, lebih ekslusif di komunitas tertentu dan nggak terlalu tergantung sama trend. Cuman uniknya, komunitasnya justru sangat besar. Segmented tapi sangat masif.

"Lihat aja kayak Hammersonic dan event-event metal lainnya, selalu ramai padahal nggak sedikit yang harus pake tiket. Beda di mainstream yang banyakan konser gratisan," tutur Mudya kepada Indozone.

Pengamat musik Mudya Mustamin (kanan) bersama Marty Friedman, mantan gitaris band metal Megadeth (kiri)
Pengamat musik Mudya Mustamin (kanan) bersama Marty Friedman, mantan gitaris band metal Megadeth (kiri) (Instagram/@mudya_mustamin)

Hal yang sama juga terjadi dalam pembelian album fisik. Penggemar metal di Indonesia siap mengeluarkan koceknya untuk membeli album metal kesayangan, merchandise, dan segala macam yang berhubungan dengan musik yang mereka suka.

Berbeda dengan musik mainstream di Indonesia yang lebih tertarik mengeluarkan single. Para penggemarnya juga jarang mau membeli musik favorit mereka. Meskipun beli, kebanyakan hanya membeli versi digitalnya saja. Itu pun yang melek teknologi. Sementara para penikmat musik keras lebih menyukai album fisik. 

"Di metal penggemarnya masih beli album fisik dan merchandise. Kalau di mainstream lebih banyak rilisan single digital streaming aja. Di metal orang nggak terlalu fokus ke single. Tapi lebih ke musik suatu band secara keseluruhan." 

"Misalnya suka Sepultura ya dia dengerin sealbum. Terus sub-genre yang sejenis dengan Sepultura biasanya didengerin juga, merembet ke band-band lain yang masih serumpun," ucap mantan pemimpin redaksi salah satu majalah musik terbesar di Indonesia.

Terlepas dari itu semua, apa pun genrenya, penikmat musik sudah seharusnya mendukung musisinya bila memang menyukai karyanya. Karena hal itulah yang akan menghidupkan industri musik di Indonesia, dan tidak tertinggal jauh dari industri musik negara lainnya. 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
M Fadli
M Fadli

M Fadli

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU