Konser Musik Mati karena Corona, dari Mana Musisi Dapat Pemasukan?
Ilustrasi musisi saat konser. (Pixabay/thekaleidoscope).
Music

Konser Musik Mati karena Corona, dari Mana Musisi Dapat Pemasukan?

Khusus musisi Indonesia.

Senin, 18 Mei 2020 16:10 WIB 18 Mei 2020, 16:10 WIB

INDOZONE.ID - Pandemi wabah virus corona sangat berdampak besar kepada kehidupan musisi, khususnya musisi Tanah Air. Salah satunya disebabkan dengan menghilangnya jadwal manggung setelah kebijakan social dan phisychal distancing ditetapkan.

Sejatinya para musisi Indonesia memang memiliki berbagai sumber pemasukan. Namun penghasilan yang paling banyak itu berasal dari bayaran mereka ketika harus tampil di atas panggung dan menghibur banyak orang.

Hal ini juga diungkapkan oleh pengamat musik Mudya Mustamin yang menyoroti berhentinya aktivitas panggung para musisi karena pandemi virus corona. Ia menjelaskan ada berbagai pemasukan bagi para musisi di industri musik Tanah Air. 

"Mostly sih emang dari panggung. Ya paling tambahan ya dari merchandise dan monetizing konten Youtube. Tapi itu juga tergantung 'kasta' band atau musisinya ya," ujar Mudya saat dihubungi Indozone via WhatsApp beberapa waktu lalu. 

Menurut pengamat musik yang juga menjadi salah satu tim penilai AMI Awards tersebut, para musisi Indonesia saat ini memang pemasukannya lebih banyak tergantung pada panggung ketimbang penjualan album. Apalagi hanya segelintir masyarakat yang sadar kalau membeli karya musik lebih mulia ketimbang download secara ilegal. 

"Ada juga royalti. Cuman prosentasinya kecil dibanding manggung," jelasnya. 

Ilustrasi konser musik.
Ilustrasi konser musik. (Pixabay/Pexels).

Sebagai bayangan, bila musisi A memiliki tarif panggung sebesar Rp50 juta sekali manggung, maka bila ia memiliki jadwal panggung selama empat kali dalam sebulan, tentu penghasilannya bisa menjadi Rp200 juta dalam sebulan itu. Apalagi yang manggungnya lebih dari empat kali sebulan, atau musisi yang kastanya tinggi bisa seperti band papan atas yang tarifnya di atas Rp100 juta satu kali manggung.

Hal itulah yang membuat Mudya mengatakan pendapatan panggung memang lebih besar dibandingkan royalti lagu atau album. Tentu akan menjadi pertanyaan besar dari mana mereka dapat pemasukan saat berbagai jadwal konser mereka hilang karena pandemi corona.

"Musisi juga beda-beda kan. Ada juga yang di jalur pendidikan, bisa ngajar online. Kalau yang kebetulan punya simpanan modal sih cenderung menunggu sikon aja, sambil tetap kreatif, jamming online atau ya bikin lagu," pungkas Mudya.
 

Meski saat ini sedang tren gelar konser dari rumah, namun tentu tidak sebanding dengan sensasi dan pengalaman menonton konser musik secara langsung. Mudah-mudahan pandemi ini bisa berlalu agar para musisi dan penikmat pertunjukkan musik bisa bersukacita kembali. 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Susi Fatimah
M Fadli
M Fadli

M Fadli

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US