The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sangat Terkenal pada Masanya, Robbie Williams Akui Pernah Ingin Dibunuh Pembunuh Bayaran
Robbie Williams. (Photo/Billboard)
Music

Sangat Terkenal pada Masanya, Robbie Williams Akui Pernah Ingin Dibunuh Pembunuh Bayaran

Senin, 17 Januari 2022 21:04 WIB 17 Januari 2022, 21:04 WIB

INDOZONE.ID - Robbie Williams mengklaim bahwa dia pernah menjadi target pembunuh bayaran di puncak karirnya. Penyanyi solo, yang memulai karirnya di boyband Take That itu mengungkapkan hal tersebut dalam sebuah wawancara.

Menyadur dari laman The Mirror, Senin (17/1/2022), Robbie mengakui bahwa dirinya pernah ada di daftar yang akan dibunuh oleh seorang pembunuh bayaran. Hal ini menjadi rahasia yang belum pernah disampaikannya.

“Saya tidak pernah mengatakan ini, tetapi saya pernah masuk daftar orang yang akan dibunuh. Saya tidak pernah mengatakan itu di depan umum sebelumnya. Itu adalah hal-hal yang tidak terlihat yang terjadi ketika Anda menjadi terkenal,” ungkap Robbie.

"Pada satu titik dalam hidup saya, saya sangat terkenal, gaya Michael Jackson terkenal. Saya menjadi terkenal ketika saya berusia 17 tahun, membuat boy band ketika saya berusia 16 tahun, boy band itu lepas landas (terkenal)," tambah dia.

Robbie melanjutkan ceritanya dan mengatakan bahwa ketika usianya 21 tahun, ia memilih bersolo karir dan menjual 80 juta album, memegang rekor penjualan tiket terbanyak dalam sehari untuk tur serta lainnya.

Baca juga: Nidji Jadi Band Pertama yang Jajal Sound System di Jakarta International Stadium

Sayangnya, di samping itu dia juga mengalami kecemasan dan depresi yang ia alami sebagai produk sampingan dari "keberhasilan yang luar biasa". Bahkan, ketenaran tersebut menjadi sebuah kecemasan berlebihan untuknya.

“Ketenaran dan kesuksesan ekstrem bertemu dengan kecemasan dan depresi serta penyakit mental. Ada beberapa tingkat ketenaran dan apa pengaruhnya terhadap Anda. Yang pertama adalah kesialan," katanya.

“Ada beberapa lagi yang saya tidak ingat tapi yang keempat adalah penerimaan. Anda semacam protes terhadap privasi Anda yang diambil dari Anda dan Anda menentangnya dengan mencoba menjadi normal, mencoba menjadi normal tetapi juga saya akan menjadi kecil sehingga orang tidak memukuli Anda. Seperti, 'Saya brengsek, jangan sakiti saya,'” tambah dia.

“Saya ingin pergi ke semua tempat normal yang tidak bisa saya kunjungi karena orang ingin membunuh saya. Butuh beberapa saat untuk bisa diterima.”

Artikel Menarik Lainnya:

Fahrizal Daulay
M. Rio Fani
JOIN US
JOIN US