The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Alasan Kepala Desa Penari Awalnya Menolak Rombongan KKN, Berkaitan dengan 3 Hal Ini?
Adegan di KKN di Desa Penari. (Instagram/KKNmovie).
Movie

Alasan Kepala Desa Penari Awalnya Menolak Rombongan KKN, Berkaitan dengan 3 Hal Ini?

Spoiler Warning: Cerita KKN di Desa Penari.

Selasa, 10 Mei 2022 17:14 WIB 10 Mei 2022, 17:14 WIB

INDOZONE.ID - Ada hal yang menarik dari film 'KKN di Desa Penari' yang sedang tayang di bioskop saat ini. Salah satunya adalah alasan kepala desa yang awalnya sempat menolak ada mahasiswa untuk melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di desanya.

Hal itu terlihat dari awal cerita dimulai saat Nur (Tissa Biani) dan Ayu (Aghniny Haque) datang ke desa tersebut untuk menemui Pak Prabu (Kiki Narendra), kepala dari desa yang yang namanya disamarkan tersebut.

Mengetahui maksud dari kedatangan mereka, awalnya Pak Prabu sempat menolak dan tak mau menerima mereka. Namun karena kegigihan Ayu, Nur, beserta kakaknya, sang kepala desa pun mau menerimanya.

Tentunya banyak yang bertanya terkait mengapa sang kepala desa sempat tak mau menerima mereka. Ternyata hal ini berhubungan dengan tiga hal, yaitu Tapak Tilas, keberadaan anak muda di desa tersebut, serta kuburan yang tertutup terpal hitam.

Adegan di KKN di Desa Penari. (Instagram/KKNmovie).
Para pemeran KKN di Desa Penari. (Instagram/KKNmovie).

Teori ini diungkapkan oleh seorang Tiktoker dengan akun hendrabrudy yang aktif membahas detail-detail film tersebut.

1. Tapak Tilas, tempat jin menari yang meminta tumbal. 

Menurut sang kreator, Tapak Tilas yang sempat menjadi tempat terlarang untuk dimasuki para mahasiswa ini merupakan tempat menarinya para makhluk gaib. Para penari mistis itu konon meminta tumbal, khususnya mereka yang masih perawan agar tak mengganggu warga desa.

2. Tak adanya anak muda seusia para mahasiswa di desa tersebut.

Dengan tumbal seperti itu, otomatis banyak anak muda sesuai mereka tak terlihat di kampung itu. Kebanyakan mereka menjadi tumbal, namun sebagian lagi pergi meninggalkan desa sebelum dijadikan tumbal untuk desa tersebut.

3. Kuburan bertepal hitam.

Karena banyaknya tumbal, maka para warga desa menguburkan anak-anak muda tersebut di kuruan tersebut. Pak Prabu pun menjelaskan bila kuburan tersebut adalah kuburan anak-anak muda yang mmasih baru dan belum memasuki sepuluh tahun.

Hal inilah yang membuat Pak Prabu awalnya tak menerima kedatangan mahasiswa yang usianya masih muda. Khawatir akan ada tumbal lainnya, khususnya Widya yang dikisahkan diincar oleh Badarawuhi.

@hendrabrudy

Balas @mabello_corner makanya kalau udah dilarang, jangan dilanggar yah guys... #kkndesapenari #kkndidesapenari #tapaktilas #badarawuhi

? Suspense, horror, piano and music box - takaya

Sekarang yang jadi pertanyaan, bila awalnya menolak dan takut kejadian ini, mengapa Pak Prabu tetap membiarkan mereka melakukan KKN di desa tersebut?

Ada yang bisa jawab?

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
M Fadli
M Fadli

M Fadli

Editor

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US