The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Promosikan Indonesia, Film "Une Barque Sur L'Ocean" Diputar di Prancis
Film "Une Barque Sur L’Ocean" diputar di Prancis promosikan pariwisata Indonesia. ANTARA/Birkom Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif
Movie

Promosikan Indonesia, Film "Une Barque Sur L'Ocean" Diputar di Prancis

Senin, 27 Juli 2020 14:35 WIB 27 Juli 2020, 14:35 WIB

INDOZONE.ID - Kedutaan Besar Republik Indonesia di Paris meluncurkan film berjudul Une Barque Sur L’Ocean (Satu Kapal Layar di Samudera) yang mulai diputar di negara itu sebagai upaya untuk mempromosi destinasi wisata dan kebudayaan Indonesia di Prancis.

Peluncuran itu diputar perdana pada Sabtu, 25 Juli 2020, di Cinema Le Balzac, Paris. 

Dilansir dari Antara, Arrmanatha C Nasir, Duta Besar Indonesia untuk Prancis pada Minggu (26/7/2020) menyampaikan permutaran itu juga ditujukan sebagai wujud realisasi kerja sama Indonesia-Prancis dalam dunia perfilman.

“Film merupakan salah satu sarana untuk mempromosikan destinasi wisata serta potensi alam dan budaya Indonesia. Destinasi wisata dengan kekayaan alam dan budaya Indonesia sangat menarik untuk dijadikan latar pembuatan film,” ujar Nasir.

Ia juga mengatakan kerja sama Indonesia dan Prancis di dunia perfilman ini menjadi langkah baik untuk meningkatkan produksi film dengan latar belakang destinasi wisata Indonesia. 

Acara ini merupakan kerja sama antara Kedutaan Besar Indonesia di Paris dengan Kantor Visit Indonesia Tourisme Officer (VITO) Prancis untuk mendukung peluncuran pemutaran film dengan latar dan budaya Bali karya Arnold de Parscau, Une Barque Sur L’Océan.

Kepala Kantor VITO Prancis, Eka Moncarre, menambahkan kerja sama pendidikan bidang pariwisata itu juga menjadi salah satu prioritas dalam program peringatan 70 tahun hubungan bilateral Indonesia-Prancis.

“Kegiatan ini juga menjadi media promosi budaya dan destinasi wisata di Indonesia, mengingat turis Eropa ke Indonesia yang terbanyak kedua berasal dari Prancis,” ujarnya.

Film "Une Barque Sur L'Ocean" adalah perpaduan antara dua budaya yang sangat berbeda yaitu kisah cinta Eka, seorang pemuda Bali berusia 25 tahun yang tinggal di sebuah desa kecil di Bali utara dan seorang mahasiswi Prancis jurusan musik piano bernama Margaux. 

Kisah cintanya membawa Eka terpikat dengan dunia seni musik yang ingin ia taklukkan dan membuatnya berharap akan kehidupan baru yang jauh dari kemiskinan dan lingkungannya yang keras.

Jatuh bangun Eka menuju kesuksesan adalah sebuah perjalanan yang membingungkan sekaligus tragis.

Pemutaran film ini dihadiri sekitar 250 orang yang terdiri dari para aktor, sutradara, tamu undangan, dan para penonton. 

Meski kapasitas gedung mencapai 400 orang, namun jumlah penonton dibatasi sesuai dengan protokol kesehatan yang berlaku dalam masa adaptasi kebiasaan baru.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zal
Reka
Zal

Zal

Editor
Reka

Reka

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US