Cerita Adegan Tersulit Film "White Building" Dibongkar Sutradara Kavich Neang

- Jumat, 1 Juli 2022 | 23:41 WIB

Di balik kesuksesan film "White Building" di ajang Academy Awards 2022 untuk kategori Film Fitur Internasional Terbaik, ternyata ada beberapa adegan tersulit yang membuat asal Kamboja itu menjadi pusat perhatian para pecinta film.

Dalam diskusi virtual bersama sineas Ifa Isfanyah di KlikFilm, sutradara asal Kamboja Kavich Neang membagikan cerita di balik pembuatan film "White Building".

"Film ini personal sekali bagi saya. Saya pernah tinggal di sana dan kemudian meninggalkan bangunan itu di tahun 90-an. Sebuah gedung bisa punya cerita sendiri, bagaimana orang menjalankan hidupnya di gedung itu," kata Kavich seperti dilansir ANTARA, Jumat (1/7/2022).

Kavich memaparkan, film "White Building" mengikuti kisah Samnang, seorang pemuda yang berusia 20 tahun dan kelompok teman-temannya di sebuah blok perumahan petak terkenal di ibu kota Kamboja, Phnom Penh, yang disebut White Building.

Di kota yang berubah dengan cepat ini, ketiga anak laki-laki berlatih menari dengan memimpikan kontes bakat televisi. Sementara, orang tua mereka menjalani kehidupan yang lebih tradisional.

Namun mereka semua hidup dalam harmoni yang indah dan modernisasi tak terhindarkan. Samnang mengerti bahwa lingkungan stabil yang selalu dia sebut rumah sekarang berada di tanah yang goyah karena penggusuran yang mereka hadapi.

BACA JUGA: Chris Hemsworth Ngaku Dirinya Pernah Dipukul Kristen Stewart, Kenapa?

Di film ini, Kavich memilih untuk tidak menghadirkan aktor-aktor ternama.

"Saya memutuskan untuk tidak mengajak aktor yang sudah terkenal. Rasanya ada kejutan, ketika orang yang belum profesional memainkan film ini," kata pria yang membawa film "White Building" untuk tayang perdana di ajang Festival Film Venesia ke–78 tahun lalu itu.

Kavich berbagi, adegan tersulit dalam film ini adalah saat adegan di motor.

"Saya tidak mengambil detail ya percakapan di motor itu, karena saya ingin menunjukkan perasaannya saja. Karena aktornya juga bukan ahli, dan sedikit berbahaya syuting di jalanan," kenang Kavich.

"Take-nya berapa kali bisa 20 kali take. Saya rasa masing-masing 10 kali take, tapi adegan itu paling susah, ya. Karena harus dua angle yang diperlihatkan," imbuhnya.

Lebih lanjut, Kavich berharap filmnya bisa ditonton banyak orang tak terkecuali di Indonesia.

"Saat saya membuat film, saya berharap banyak orang menontonnnya. Saya berharap bisa memberikan dampak pada penonton dan menampilkan mimpi mereka. Saya penasaran dengan apa yang orang akan pikir setelah menonton film ini, jadi saya ingin membaca komentarnya," kata Kavich.

Halaman:

Editor: Edi Hidayat

Tags

Rekomendasi

Terkini

X