The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Anak dan Istrinya Diperkosa, Pria Ini Sengaja Masuk Penjara untuk Balas Dendam
Film Law Abiding Citizen. (Photo/IMDb)
Movie

Anak dan Istrinya Diperkosa, Pria Ini Sengaja Masuk Penjara untuk Balas Dendam

Senin, 25 Juli 2022 14:11 WIB 25 Juli 2022, 14:11 WIB

INDOZONE.ID - Film Law Abiding Citizen menjadi salah satu film yang pernah hits pada masanya. Menceritakan tentang pembantaian yang dialami keluarga Clyde Shelton.

Sedihnya lagi, istri dan anaknya dibunuh secara sadis dan sebelum dibunuh mereka diperkosa. Dua pelaku pembunuhan itu adalah Clarence Darby dan Rupert Ames yang akhirnya dibawa ke persidangan.

Darby adalah pelaku utama yang menikam pisau ke tubuh korban dan Ames berperan sebagai medepleger (turut serta). Kasus ini ditangani oleh jaksa penuntut umum yang sedang naik daun, Nick Rise yang diperankan Jamie Foxx.

Rise kesulitan untuk mendapatkan bukti agar dapat menjerat dua pelaku tersebut. Rise pun terpaksa melakukan bargaining dengan seorang terdakwa, Darby.

Berkas perkara Darby dan Ames memang dipisah dalam persidangan. Darby didaulat menjadi saksi mahkota dalam perkas perkara Ames. Alhasil, Ames dijatuhi vonis hukuman mati. Sedangkan Darby hanya divonis lima tahun penjara.

Dalam sebuah penanganan perkara, penggunaan saksi mahkota memang kerap dilakukan. Bila ada dua terdakwa atau lebih yang melakukan pembunuhan, berkas perkaranya dipisah dalam persidangan.

Tujuan dari hal ini agar masing-masing terdakwa 'diadu' untuk memberikan kesaksian yang memberatkan satu sama lain. Inilah yang disebut sebagai saksi mahkota.

Praktik ini diikuti dengan plea bargain, yakni jaksa memberikan tuntutan hukuman yang ringan bagi terdakwa yang berperan sebagai saksi mahkota. Praktik plea bargain memang sangat dikenal dalam criminal justice system di Amerika Serikat.

Film ini benar-benar memberikan adegan menegangkan karena mengambil latar 10 tahun setelah penjatuhan vonis tersebut. Clyde pun mulai merancang sebuah peradilan jalanan sebagai ajang balas dendam.

Mulai dari Ames yang mengalami sakit karena racun pada saat hukuman matinya. Kemudian Darby yang dibunuh secara sadis. Tubuhnya dimutilasi menjadi 25 bagian. Tetapi Clyde tidak meninggalkan bukti apapun.

Waktu 10 tahun digunakan Clyde yang merupakan seorang insinyur untuk belajar hukum. Buku anotasi putusan-putusan Mahkamah Agung (MA) Amerika Serikat dia pelajari hingga tuntas.

Dia juga tahu betul hak-hak yang dimilikinya bila kelak menjadi tersangka atau pun terdakwa. Dan yang lebih penting lagi, dia paham bagaimana terdakwa baru bisa divonis bersalah bila terdapat bukti-bukti yang cukup kuat. Clyde pun sangat senang saat ditetapkan sebagai terdakwa.

Rice pun kembali menjadi jaksa penuntut umum untuk kasus tersebut. Clyde yang ditahan selama proses pemeriksaan tak mengurungkan niatnya untuk terus melakukan pembunuhan. Sejumlah orang yang dianggapnya terlibat dalam penjatuhan vonis ringan terhadap pembunuh istri dan anaknya satu persatu mati terbunuh.

Clyde memang cukup cerdas untuk melakukan semua itu dari sel tahanan. Di ending film, ada beberapa gambaran bagaimana hukum dijadikan sebuah kritikan terhadap sistem dan praktek peradilan. Terlebih lagi untuk seorang jaksa penuntut umum yang kerap menggunakan saksi mahkota.

Film ini dirilis pada tahun 2009 yang disutradarai oleh F. Gary Gray dan dibintangi Gerard Butler, Jamie Foxx hingga Leslie Bibb. Ending film juga memperlihatkan Rice sebagai jaksa penuntut umum merasa kapok melakukan plea bargain dalam persidangan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
M. Rio Fani
TERKAIT DENGAN INI

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US