The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Tertembaknya Ade Irma Suryani di  Film 'Pengkhianatan G30SPKI' jadi Adegan Paling Haru
Tragedi penembakan Ade Irma Suryani di film G30S PKI. (Wikipedia/Catatan Perempuan/Laela Awalia)
Movie

Tertembaknya Ade Irma Suryani di Film 'Pengkhianatan G30SPKI' jadi Adegan Paling Haru

Jumat, 30 September 2022 10:40 WIB 30 September 2022, 10:40 WIB

INDOZONE.ID - Tertembaknya Ade Irma Suryani Nasution menjadi salah satu adegan paling haru yang sangat bernilai di film Penumpasan Pengkhianatan G30S PKI. Pasca ditembak, ia pun wafat karena peluru bersarang di tubuhnya.

Peristiwa G30S PKI tidak hanya menjadi tragedi yang paling mencekam di Tanah Air karena identik dengan pembantaian para Jenderal dan pahlawan. Tetapi juga ada satu kisah mengharu biru di balik tragedi itu.

Ya, itu adalah kematian Ade Irma Suryani Nasution. Ia juga ikut menjadi korban pembantaian di peristiwa G30S PKI. Tidak ada yang menduga gadis kecil itu akan menjadi korban yang nyawanya direnggut peluru.

Gadis kecil putri dari Jenderal AH Nasution itu tertembak di rumahnya, di Jalan Teuku Umar Nomor 40, Menteng, Jakarta Pusat. Saat itu, peluruh tembakan dari pasukan Cakrabirawa mengenai punggung Ade Irma hingga membuatnya tewas.

Meski sempat dibawa ke RSPAD Gatot Subroto untuk mendapatkan perawatan, sayangnya nyawa Ade Irma tidak dapat diselamatkan karena luka tembak itu tidak bisa mengembalikan nyawanya. Bahkan dengan operasi sekalipun.

Ade Irma Suryani menjadi korban penembakan pada saat usianya menginjak 5 tahun. Kala itu Pasukan Cakrabirawa menyerbu rumah Jenderal A. H. Nasution pada 30 September 1965 tengah malam, menjelang 1 Oktober dini hari.

Baca juga: Isu Dewan Jenderal dalam Tragedi Berdarah G30S PKI: Rahasia Besar yang Belum Terungkap

Kilas Balik Kronologi Ade Irma Suryani Tertembak

penembakan ade irma suryani
Monumen tragedi penembakan Ade Irma Suryani. (Catatan Perempuan/Laela Awalia)

Disadur dari berbagai sumber, kronologi penembakan terhadap Ade Irma Suryani kala itu saat dirinya sedang digendong oleh sang Ibu, Johanna Nasution ketika tentara pasukan Cakrabirawa menyerbu rumahnya.

Setelah melepaskan tembakan, Ade yang dipegang ibunya masih tertidur tenang. Lalu Ade dipindahkan ke tangan adik iparnya karena sang ibu berusaha melindungi suaminya, A. H. Nasution.

Sayangnya, saat adik A. H. Nasution membuka pintu kamar, rentetan tembakan yang dilepaskan pasukan Cakrabirawa mengenai Ade Irma Suryani dan adik sang jenderal. 

Johanna pun mengambil alih menggendong tubuh Ade Irma yang bersimbah darah sambil mengantar A.H. Nasution untuk menyelamatkan diri melalui pintu belakang.

Baca juga: Tragedi Tewasnya Darma, Dosen Kampus Keguruan Tahun 1904, Gegara Istri Tidak Puas

Ade Irma Suryani Tertembak Tiga Peluru

A H Nasution
Keluarga Jenderal A.H Nasution. (Wikipedia)

Berdasarkan catatan sejarah, sebanyak tiga peluru bersarang di punggung Ade Irma Suryani. Setelah pasukan Cakrabirawa meninggalkan rumah A.H. Nasution, Ade Irma dilarikan ke Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Subroto untuk diberikan pertolongan.

Ade Irma masih dalam keadaan sadar namun kondisi sudah sangat lemah. Dokter langsung menyarankan untuk melakukan operasi kepadanya. Ade Irma Suryani menjalani perawatan di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta selama 5 hari. Dan pada 6 Oktober 1965 dini hari, Ade Irma Suryani meninggal dunia. 

Setelah itu, Ade Irma dimakamkan di Jakarta pada 7 Oktober 1965 di Kompleks Wali Kota Jakarta Selatan. Ia adalah korban termuda dalam peristiwa G30S PKI.

Demi mengenang tragedi berdarah itu, terdapat sebuah Tugu Monumen Ade Irma Nasution yang terletak di depan Kantor Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan untuk memberikan penghormatan kepada Ade Irma Suryani.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
M Fadli
M. Rio Fani
M Fadli

M Fadli

Editor
M. Rio Fani

M. Rio Fani

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US