Efek Postif dan Negatif Ketika Marah-marah
Ilustrasi marah (Unsplash/Andre Hunter)
Life

Efek Postif dan Negatif Ketika Marah-marah

Boleh marah, tapi tetap harus dikontrol amarahmu ya guys

Astrid
Selasa, 17 September 2019 13:31 WIB 17 September 2019, 13:31 WIB

INDOZONE.ID - Perasaan emosi sering dialami oleh banyak orang. Emosi bisa muncul karena banyaknya tekanan dari pekerjaan, rasa takut kehilangan, marah dan sebagainya. 

Rasa kesal yang bercampur dengan lelah, tak jarang mengakibatkan kekesalan seseorang jadi memuncak dan berujung pada rasa amarah

Bukan hal yang mudah untuk mengatasi emosi yang dirasakan, apalagi berusaha untuk tidak menunjukkan emosi tersebut di depan banyak orang.

Menurut konselor profesional berlisensi Raychelle C. Lohmann, amarah memicu mode fight or flight response dalam tubuh, yaitu kondisi psikologis yang seseorang alami saat merasa dalam bahaya.

Mode ini akan menginisiasi berbagai perubahan fisik, seperti produksi hormon stres adrenalin dan kortisol, otot yang tegang, serta meningkatnya detak jantung, tekanan darah, suhu tubuh, dan tarikan nafas.

Terkadang, kemarahan dicitrakan dengan sesuati yang buruk karena sering dikaitkan dengan kekerasan, padahal keduanya berbeda.

Kita simak yuk guys efek positif dan negatifnya ketika kita sedang marah-marah:

Efek Positif

1. Marah membuat kita bicara jujur

efek marah-marah
Ilustrasi marah. (Pexels/Vera Arsic)

Biasanya, kita menyaring kata-kata yang akan dikomunikasikan dengan orang lain terlebih dahulu. Namun, pada saat marah terkadang bisa membuat kita melupakan hal tersebut dan mengatakan apa yang dirasakan dengan jujur. Karena, seseorang yang mempunyai sikap pemarah cendrung lebih mudah menyuarakan pendapat mereka.

2. Kemarahan memunculkan motivasi

Penulis Charles Duhigg melalui situs The Atlantic menjelaskan bahwa marah bisa membuat seseorang termotivasi. 

Misalnya, rasa marah karena diremehkan orang sekitar akan membuat Anda “balas dendam” dengan bekerja keras agar lebih sukses dari mereka.

Menurut pakar lain bernama Yeager, kemarahan bisa saja sekadar memicu kreativitas di tempat kerja dan membuat kita mampu membangun inisiatif.

3. Marah membuat kita bernegosiasi

efek marah-marah
Ilustrasi marah. (Pexels/Rawpixel)

Kemudian, manfaat mengejutkan lain dari marah adalah membantu bernegoisasi dalam memecahkan masalah.

Studi yang dilakukan Rice University tahun 2017 menunjukkan bahwa mengekspresikan kemarahan membuat seseorang mengutarakan keinginannya lebih jujur, membuat pihak lain mendengarkan lebih baik, dan lebih terbuka dengan keluhan satu sama lain.

Dengan begitu, kesepakatan dari kedua belah pihak akan terjalin dan masalah dapat diselesaikan.

Manfaat marah ini cenderung didapatkan jika tetap diimbangi dengan kontrol diri. Artinya, kamu hanya menjadikan amarah itu sebagai pemantik dalam menyampaikan keinginan, bukan melampiaskannya dengan ancaman atau kekerasan.

Efek Negatif

1. Memengaruhi kondisi jantung

Dokter sekaligus instruktur psikiatri klinis Chris Aiken mengatakan, salah satu dampak fisik yang paling merugikan dari amarah adalah efeknya pada kesehatan jantung. Dalam kurun waktu 2 jam setelah melepaskan rasa emosi, risiko kamu untuk mengalami serangan jantung bisa meningkat 2 kali lipat. 

Baik menahan amarah dalam diam maupun meluapkannya dengan cara mengamuk, keduanya ternyata sama-sama dapat memengaruhi kesehatan jantung. Sebagai solusinya, cobalah untuk mengenali dan mengontrol emosi kamu sebelum berubah menjadi amarah.

2. Tekanan darah tinggi

Salah satu penyebab dari tekanan darah tinggi adalah kemarahan. Saat kamu marah, maka tekanan darah akan semakin meningkat dan menyebabkan kerusakan pada jantung. Apalagi bila kamu memang merupakan seseorang dengan tekanan darah tinggi, tentunya hal ini bisa berakibat lebih fatal.

3. Sakit kepala

Pembuluh darah di otak akan berdenyut tidak teratur saat kamu sedang marah. Hal ini dapat memicu rasa sakit pada kepala. Cobalah untuk tenang segera, jika kamu merasa nyeri di kepala, karena dipicu oleh perasaan marah. Semakin sering kamu marah, maka akan semakin sering pula sakit kepala akan menyerangmu.

4. Depresi

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa orang-orang yang sering marah, dalam jangka panjang akan berisiko mengalami depresi. Untuk itu, kelolalah emosi dengan baik.

5. Masalah pernapasan

Marah juga dapat menyebabkan gangguan pernapasan seperti asma. Seseorang akan merasa sulit bernapas ketika ia marah. Kemarahan juga dapat memicu serangan asma dan membuat napas seseorang terengah-engah.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Astrid
Astrid

Astrid

Editor
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE