The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Keutamaan dan Niat Salat Tarawih di Bulan Suci Ramadan
Ilustrasi salat berjamaah (Unsplash/@rumanamin)
Life

Keutamaan dan Niat Salat Tarawih di Bulan Suci Ramadan

Jumat, 24 April 2020 15:39 WIB 24 April 2020, 15:39 WIB

INDOZONE.ID - Salat tarawih merupakan ibadah sunnah yang dilakukan umat Islam setiap bulan Ramadan.

Tarawih dalam bahasa Arab diartikan sebagai waktu sesaat untuk istirahat. Waktu pelaksanaan salat sunnah ini ialah selepas salat Isya' hingga terbitnya fajar.

Biasanya, salat tarawih ini dilakukan secara berjamaah di masjid. Namun, salat tarawih juga bisa dikerjakan sendiri (munfarid) di rumah.

Kendati bukan suatu kewajiban menunaikan salat tarawih di masjid, akan jauh lebih baik apabila dilakukan secara berjamaah.

Derajat salat berjamaah pun dikatakan lebih tinggi daripada salat sendirian. Terlebih di bulan suci Ramadan, pahala amal ibadah dilipatgandakan oleh Allah SWT. 

Keutamaan Salat Tarawih di Bulan Ramadan

keutamaan salat tarawih di bulan Ramadan
Ilustrasi berdoa setelah salat (Pexels/Ali Arapo?lu)

Puasa Ramadan dan salat tarawih termasuk dua ibadah yang identik dikerjakan di bulan Ramadan. Pada zaman Nabi Muhammad, istilah 'tarawih' belum dikenal, melainkan disebut qiyam Ramadan.

Hukum pelaksanaan Qiyam Ramadan (salat tarawih) adalah sunnah muakkad. Artinya, ibadah sunnah yang sangat dianjurkan.

Hal itulah yang menjadi keutamaan shalat tarawih di bulan Ramadan, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah di mana Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Barangsiapa yang melaksanakan qiyam Ramadan karena keimanan dan pengharapan ridha Allah, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu."

Selain itu, beberapa keutamaan salat tarawih di bulan Ramadan, di antaranya:

1. Salat tarawih berjamaah ibarat menjalankan salat semalam penuh.

Keutamaan salat tarawih juga dijelaskan oleh Abu Dzar dalam hadits riwayat Ahmad yang dishahihkan Imam at-Tarmidzi, di mana Rasulullah bersabda:

"Siapa saja yang ikut salat qiyam bersama Imam hingga selesai, maka ia akan dicatat dalam kelompok orang yang mendapat pahala qiyam lail."

2. Pahala yang Berlipat Ganda

Seluruh umat Muslim di dunia sangat dianjurkan menjalankan salat tarawih berjamaah. Itu karena derajat salat berjamaah lebih tinggi daripada sendirian (munfarid).

"Salat berjamaah lebih utama dibandingkan salat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat (pahala)." (Hadits Riwayat Bukhari)

3. Memperkuat Ukhuwah Islamiyah

Anjuran bagi umat Muslim untuk menunaikan shalat tarawih berjamaah di masjid tentu ada manfaatnya yaitu bisa meningkatkan silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah.

Ukhuwah Islamiyah diartikan sebagai persaudaraan terhadap sesama orang Islam yang dijalani dengan rasa cinta dan didasari oleh akidah karena Allah.

”Seseorang yang menyambung silahturahmi bukan yang membalas kebaikan seorang dengan kebaikan semisal. Seseorang yang menyambung silahturahmi adalah orang yang berusaha kembali menyambung tali persaudaraan setelah sebelumnya diputuskan oleh pihak lain.” (HR. Bukhari).

Jumlah Rakaat Salat Tarawih

jumlah rakaat salat tarawih
Ilustrasi masjid tempat melaksanakan salat tarawih (Pexels/Mauricio Artieda)

Dalam praktiknya, sebagian besar masyarakat Indonesia mengerjakan salat tarawih dengan 11 rakaat atau 23 rakaat.

Dilansir dari laman Rumaysho, tidak ada masalah dengan jumlah rakaat salat tarawih, baik itu 11 maupun 23 rakaat.

Akan tetapi, jumlah rakaat shalat tarawih yang dianjurkan adalah tidak lebih dari 11 atau 13 rakaat, sebagaimana disebutkan dalam beberapa hadits shahih.

“Shalat Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di malam hari adalah 13 raka’at.” (HR. Bukhari no. 1138 dan Muslim no. 764).

Sebagian ulama mengatakan bahwa salat malam yang dilakukan Nabi Muhammad SAW adalah 11 rakaat.

Adapun dua rakaat lainnya adalah dua rakaat ringan yang dikerjakan Nabi Muhammad sebagai pembuka salat malam, sebagaimana hal ini dikatakan oleh Ibnu Hajar dalam Fathul Bari (4/123, Asy Syamilah).

Kendati demikian, jumlah rakaat salat tarawih sebanyak 11 atau 13 rakaat yang dilakukan Nabi Muhammad SAW bukanlah pembatasan.

Pun tidak ada masalah pula untuk mengerjakan salat tarawih 11 rakaat atau 23 rakaat. Sebab yang terpenting bukanlah jumlah rakaat salat, melainkan lamanya menjalankan salat tersebut. 

Diriwayatkan dalam Hadits Riwayat Muslim, Nabi Muhammad SAW bersabda, “Sebaik-baik salat adalah yang lama berdirinya.”

Niat dan Tata Cara Salat Tarawih

niat dan tata cara salat tarawih lengkap
Ilustrasi masjid untuk menunaikan salat tarawih (Unsplash/@jcguarinpenaranda)

Adapun bacaan niat salat tarawih berjamaah yang harus dibaca adalah:

"Ushalli sunnatat tarawihi rok'ataini mustaqbilal qiblati ada'an makmumman lillahi'tala."

Artinya: "Saya niat salat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat mengikuti imam (menjadi makmum) karena Allah Ta'ala."

Sementara itu, bagi kamu yang ingin mengerjakan salat tarawih secara mandiri, adapun bacaan salat tarawih munfarid sebagai berikut:

"Ushalli sunnatat tarawihi rak'atayni mustaqbilal qiblati ada'an lillahi'tala."

Artinya: "Saya niat salat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."

Sedangkan, apabila kamu mengerjakan salat tarawih dan bertindak sebagai Imam salat, maka niat salat tarawih yang dibaca adalah:

"Ushalli sunnatat tarawihi rak'atayni mustaqbilal qiblati ada'an imaman lillahi'tala."

Artinya: "Saya niat salat sunnah tarawih menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala."

Untuk tata cara salat tarawih baik itu berjamaah maupun munfarid (sendirian), sebagai berikut:

  • Berada dalam posisi siap.
  • Membaca niat salat tarawih.
  • Mengucapkan takbiratul ikhram.
  • Membaca bacaan ta'awuz dan surat Al Fatihah. Lalu dilanjutkan membaca surat pendek.
  • Ruku' dengan tuma'ninah.
  • I'tidal dengan tuma'ninah.
  • Sujud pertama.
  • Duduk di antara dua sujud.
  • Sujud kedua.
  • Duduk sejenak, kemudian bangkit lagi.
  • Mengerjakan rakaat kedua dengan gerakan yang sama dengan rakaat pertama.
  • Mengucapkan salam di rakaat kedua dengan kepala menolah ke kanan dan ke kiri.
  • Istighfar dan membaca doa kamilin ketika salat tarawih selesai.
     

Bacaan Doa Kamilin Setelah Salat Tarawih

bacaan doa kamilin setelah salat tarawih
Ilustrasi membaca doa (Freepik)

Melansir laman nu.or.id, berikut ini bacaan doa kamilin yang dibaca ketika salat tarawih selesai beserta artinya:

Allâhummaj'alnâ bil îmâni kâmilîn. Wa lil farâidli muaddîn. Wa lish-shlâti hâfidhîn. Wa liz-zakâti fâ'ilîn. Wa lima 'indaka thâlibîn. 

Wa li 'afwika râjîn. Wa bil-hudâ mutamassikîn. Wa 'anil laghwi mu'ridlîn. Wa fid-dunyâ zâhdîn. Wa fil 'âkhirati râghibîn. 

Wa bil-qadlâ'I râdlîn. Wa lin na'mâ'I syâkirîn. Wa 'alal balâ'i shâbirîn. Wa tahta liwâ'i muhammadin shallallâhu 'alaihi wasallam yaumal qiyâmati sâ'irîna wa alal haudli wâridîn. 

Wa ilal jannati dâkhilîn. Wa minan nâri nâjîn. Wa 'alâ sariirl karâmati qâ'idîn. Wa bi hûrun 'in mutazawwijîn. Wa min sundusin wa istabraqîn wadîbâjin mutalabbisîn. Wa min tha'âmil jannati âkilîn. Wa min labanin wa 'asalin mushaffan syâribîn. 

Bi akwâbin wa abârîqa wa ka'sin min ma'în. Ma'al ladzîna an'amta 'alaihim minan nabiyyîna wash shiddîqîna wasy syuhadâ'i wash shâlihîna wa hasuna ulâ'ika rafîqan. Dâlikal fadl-lu minallâhi wa kafâ billâhi 'alîman. 

Allâhummaj'alnâ fî hâdzihil lailatisy syahrisy syarîfail mubârakah minas su'adâ'il maqbûlîn. Wa lâ taj'alnâ minal asyqiyâ'il mardûdîn. 

Wa shallallâhu 'alâ sayyidinâ muhammadin wa âlihi wa shahbihi ajma'în. Birahmatika yâ arhamar râhimîn wal hamdulillâhi rabbil 'âlamîn.

Artinya:

"Yaa Allah, jadikanlah kami orang-orang yang sempurna imannya, yang memenuhi kewajiban-kewajiban, yang memelihara sholat, yang mengeluarkan zakat, yang mencari apa yang ada di sisi-Mu, yang mengharapkan ampunan-Mu, yang berpegang pada petunjuk, yang berpaling dari kebatilan, yang zuhud di dunia, yang menyenangi akhirat.

Yang ridha dengan qadla-Mu (ketentuan-Mu), yang mensyukuri nikmat, yang sabar atas segala musibah, yang berada di bawah panji-panji junjungan kami, Nabi Muhammad, pada hari kiamat, yang mengunjungi telaga (Nabi Muhammad), yang masuk ke dalam surga, yang selamat dari api neraka.

Yang duduk di atas ranjang kemuliaan, yang menikah dengan para bidadari, yang mengenakan berbagai sutra, yang makan makanan surga, yang minum susu dan madu murni dengan gelas, cangkir, dan cawan bersama orang-orang yang Engkau beri nikmat dari kalangan para nabi, shiddiqin, syuhada dan orang-orang shalih. 

Mereka itulah teman yang terbaik. Itulah keutamaan (anugerah) dari Allah, dan cukuplah bahwa Allah Maha Mengetahui. 

Ya Allah, jadikanlah kami pada malam yang mulia dan diberkahi ini termasuk orang-orang yang bahagia dan diterima amalnya, dan janganlah Engkau jadikan kami tergolong orang-orang yang celaka dan ditolak amalnya. 

Semoga Allah mencurahkan rahmat-Nya atas junjungan kami Muhammad, serta seluruh keluarga dan shahabat beliau. 

Berkat rahmat-Mu, wahai Yang Paling Penyayang di antara yang penyayang. Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam."

(Lihat Sayyid Utsman bin Yahya, Maslakul Akhyar, Cetakan Al-'Aidrus, Jakarta).

Artikel Menarik Lainnya:

 
 
 
 
TAG
Rizka
Rizka

Rizka

Writer
JOIN US
JOIN US