The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Jualan Es Campur Sejak Remaja hingga Bisa Naik Haji, Kisah Kakek Ini Mengandung Bawang!
Pak Said bisa umrah dan naik haji berkat berjualan es campur (Hasan Syamsuri/Z Creators)
Life

Jualan Es Campur Sejak Remaja hingga Bisa Naik Haji, Kisah Kakek Ini Mengandung Bawang!

Jumat, 22 Juli 2022 20:31 WIB 22 Juli 2022, 20:31 WIB

INDOZONE.ID - Sosoknya memang sudah tak lagi muda. Tangannya bahkan sudah terlihat bergetar saat memegang sendok maupun mangkuk saat meracik es campur buatannya. Namun ia masih tampak cekatan saat melayani para pelanggannya.

Dialah Muhammad Said atau sering dipanggil Pak Said, pemilik kedai es campur legendaris di Kota Batu, Jawa Timur. Usianya kini sudah 84 tahun namun masih gesit bekerja. Padahal ia sudah berjualan es campur selama 68 tahun atau sejak 1954 saat usianya masih 16 tahun.

es campur pak said
Pak Said berjualan es campur sejak masih remaja (Hasan Syamsuri/Z Creators)

Awalnya ia berjualan di Pasar Lama yang kini sudah beralih fungsi menjadi Alun-alun Kota Batu, dan kini Pak Said berjualan di Gang Kauman. Tepatnya sebelah barat Masjid Agung An Nuur yang lokasinya ada di sisi utara Alun-alun Kota Batu.

es campur
Pelanggan menikmati es campur (Hasan Syamsuri/Z Creators)

Saat makan di kedai es campur Pak Said, kamu bakal merasakan sensasi dikerubungi lebah. Penggunaan gula asli membuat lebah-lebah selalu datang dan mengerubungi toples yang berisi gula cair. Kamu gak perlu takut disengat, asalkan kamu tetap tenang dan tidak berusaha menyakitinya.

es campur pak said
Lebah mengerubungi toples gula cair (Hasan Syamsuri/Z Creators)

Semangkuk es campur buatan Pak Said sebenarnya terlihat sederhana saja namun isiannya komplet. Terdiri dari agar-agar, tape ketan hitam, kacang hijau, mutiara dan juga potongan roti. Es campur terasa nikmat karena serutan es yang menggunung disiram susu kental manis.

es campur pak said
Semangkuk es campur legendaris Pak Said (Hasan Syamsuri/Z Creators)

Pelanggan Pak Said sangat beragam, dari anak-anak, remaja hingga orang dewasa. Baik dari warga sekitar maupun dari luar kota juga banyak. Biasanya saat berwisata ke Kota Batu, mereka akan mampir ke kedai es campur ini. Bahkan mantan Wali kota Batu, Eddy Rumpoko, pun kerap makan es di sini.

”Dulu awal jualan harganya 50 sen. Terus berubah-ubah sampai sekarang di harga Rp6 ribu. Kalau misal ada anak-anak pulang sekolah cuma beli Rp2 ribu atau Rp3 ribu juga gak apa-apa, malah kadang saya gratisi,” kata Pak Said kepada Hasan Syamsuri, Tim Z Creators

es campur pak said
Pak Said bisa menyambung hidup dari es campur (Hasan Syamsuri/Z Creators)

Siapa sangka, dari awal berjualan es campur dengan modal Rp1.000 pada 1954, Said bisa mencukupi kebutuhan keluarganya. Bahkan pendidikan kedua anaknya bisa ia biayai hingga menjadi sarjana. Dari berjualan es campur ini, Pak Said juga sudah mampu pergi ibadah umroh pada 2013.

es campur pak said
Pelanggan menikmati es campur (Hasan Syamsuri/Z Creators)

Sepulang ibadah umroh, Pak Said bahkan langsung mendaftar ibadah haji. Kini, 9 tahun sudah pak Said menunggu untuk diberangkatkan haji ke tanah suci. Semua Biaya Penyelenggaraan Ibadah haji (BPIH) pun sudah ia bayar lunas.

Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join Z Creators dengan klik di sini.

Z Creators
Z Creators

TAG
Rini Puspita
Hasan Syamsuri
Hasan Syamsuri

Hasan Syamsuri

Community Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US