The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Macam-macam Salat Sunnah Beserta Niat dan Keutamaannya
Ilustrasi seorang Muslim sedang salat sunnah (Pixabay)
Life

Macam-macam Salat Sunnah Beserta Niat dan Keutamaannya

Rabu, 22 Juli 2020 16:45 WIB 22 Juli 2020, 16:45 WIB

INDOZONE.ID - Bagi setiap umat Muslim, salat adalah ibadah wajib dan termasuk rukun Islam kedua setelah mengucapkan dua kalimat syahadat.

Perintah untuk melaksanakan salat ditegaskan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, dari riwayat Abu Abdirrahman Abdullah bin Umar bin Khatab:

"Islam itu dibangun atas lima perkara yaitu: bersaksi tiada Tuhan kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan salat, membayar zakat, berhaji ke Baitullah, dan berpuasa pada bulan Ramadan." (HR.Bukhori dan Muslim)

Dalam beberapa ayat Alquran juga diterangkan tentang perintah salat tersebut, salah satunya pada Surat Al-'Ankabut ayat 45.

"...dirikanlah salat, sesungguhnya salat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji (zina) dan mungkar, dan sesungguhnya mengingat Allah (salat) adalah lebih besar (keutamaannya dari ibadah-ibadah lain), dan Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan."

Berdasarkan hukum Islam, salat dikategorikan dalam dua macam, meliputi salat fardhu (wajib) dan salat sunnah (salat nafilah).

Pada artikel ini, Indozone akan membahas tentang beberapa macam salat sunnah menurut ajaran Islam yang baik diamalkan bagi setiap umat Muslim.

Hukum Salat Sunnah dalam Ajaran Islam

Salat sunnah menurut hukumnya dikelompokkan atas dua macam, meliputi:

Salat sunnah muakkad adalah salat sunah yang sangat dianjurkan dengan penekanan kuat (hampir mendekati wajib). Contohnya, salat Hari Raya (Idulfitri dan Iduladha) dan salat thawaf.

Salat sunnah ghairu muakkad adalah salat sunah yang dianjurkan tanpa penekanan kuat. Contohnya, salat sunnah Rawatib (sebelum dan sesudah salat fardhu) dan salat kusuf/khusuf ketika terjadi gerhana.

Menurut pelaksanaannya, jenis salat sunnah dikelompokkan menjadi dua, yaitu salat sunnah munfarid (sendiri-sendiri), dan salat sunnah berjamaah (dipimpin seorang imam).

Pelaksanaan ibadah salat sunnah tidak seperti puasa wajib di bulan Ramadan. Ada waktu-waktu tertentu dalam mengerjakan salat sunnah.

Di sisi lain, ada beberapa waktu tertentu yang hukumnya haram (dilarang) melakukan salat sunnah, yakni:

  • Matahari terbit hingga ia naik setinggi lembing.
  • Matahari tepat dipuncaknya, hingga mulai condong.
  • Sesudah Ashar sampai matahari terbenam sesudah Subuh.
  • Ketika matahari mulai terbenam sampai benar-benar tidak terlihat lagi.
     

Macam-macam Salat Sunnah yang Dianjurkan

Sesuai aturan salat dalam Islam, salat sunnah dianjurkan untuk dilaksanakan, namun sifatnya tidaklah wajib. Sehingga, tidak berdosa bila ditinggalkan.

Ada beberapa macam salat sunnah yang apabila dikerjakan secara rutin dan menjadi kebiasaan, maka akan mendapatkan pahala berlipat ganda.

Macam-macam salat sunnah ini dapat dikerjakan sesuai keinginan dan kemampuan. Setiap jenis salat sunnah pun memiliki keutamaan sendiri.

Berikut dirangkum Indozone dari berbagai sumber, beberapa macam salat sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam beserta bacaan niat salat sunnah dan keutamaannya:

1. Salat Rawatib

macam salat sunnah rawatib sesudah dan sebelum salat fardhu
Ilustrasi umat Islam berdoa (prayerinislam.com)

Salat Rawatib adalah salat sunnah yang dilakukan sebelum atau sesudah salat lima waktu (mengiringi salat-salat fardhu).

Jenis salat sunnah ini kerap diamalkan Rasulullah dan berfungsi sebagai pelengkap untuk kekurangan atau cela ketika mengerjakan salat fardhu.

Sebagaimana Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda:

"Barangsiapa melakukan salat dua belas rakaat dalam sehari semalam niscaya dibangunkan sebuah rumah baginya di surga." (HR. Muslim)

Adapun salat sunnah Rawatib yang dikerjakan sebelum salat fardhu disebut salat Qabliyah. Sedangkan yang dilakukan usai salat fardhu disebut salat Ba'diyah.

Namun, ada waktu terlarang untuk salat Rawatib yaitu pada waktu sesudah salat Subuh dan sesudah salat Asar.

Jumlah rakaat salat rawatib berbeda-beda tergantung salat fardhu apa yang diiringi. Untuk lebih lengkapnya, dapat dilihat pada daftar berikut:

  • Salat Subuh: 2 rakaat sebelum (qabliyah) dan tidak ada salat sesudahnya (ba’diyah).
  • Salat Dzuhur: 2 rakaat qabliyah, 2 rakaat ba’diyah.
  • Salat Asar: 2 rakaat qabliyah, tidak ada ba’diyah.
  • Salat Magrib: 2 rakaat qabliyah, 2 rakaat ba’diyah.
  • Salat Isya: 2 rakaat qabliyah, 2 rakaat ba’diyah.
     

Cara mengerjakan salat Rawatib sama seperti salat biasanya. Hanya saja, ada perbedaan pada niatnya dan dikerjakan sendiri (munfarid).

Bacaan niat salat sunnah Rawatib beserta artinya:

  • Salat Rawatib 2 rakaat sebelum Salat Subuh

"Ushalli sunnatazh shubhi rak’ataini qabliyatan lillaahi ta’aala."

Artinya: "Aku niat salat sunnat sebelum subuh 2 rakaat karena Allah Ta’ala."

  • Salat Rawatib 2 rakaat sebelum Salat Dzuhur

"Ushalli sunnatazh zhuhri rak’ataini qabliyatan lillaahi ta’aala."

Artinya: "Aku niat salat sunnat sebelum Dzuhur 2 rakaat karena Allah Ta’ala."

  • Salat Rawatib 2 rakaat sesudah Salat Dzuhur

"Ushalli sunnatazh zhuhri rak’ataini ba’diyatan lillaahi ta’aala."

Artinya: "Aku niat salat sunnat sesudah Dzuhur 2 rakaat karena Allah Ta’ala."

  • Salat Rawatib 2 rakaat sebelum Salat Asar

"Ushalli sunnatazh 'ashri rak’ataini qabliyatan lillaahi ta’aala."

Artinya: "Aku niat salat sunnat sebelum Asar 2 rakaat karena Allah Ta’ala."

  • Salat Rawatib 2 rakaat sesudah Salat Maghrib

"Ushalli sunnatazh maghribi rak’ataini ba’diyatan lillaahi ta’aala."

Artinya: "Aku niat salat sunnat sesudah Maghrib 2 rakaat karena Allah Ta’ala."

  • Salat Rawatib 2 rakaat sebelum Salat Isya

"Ushalli sunnatazh 'isyaa-i rak’ataini qabliyatan lillaahi ta’aala."

Artinya: "Aku niat salat sunnat sebelum Isya 2 rakaat karena Allah Ta’ala."

  • Salat Rawatib 2 rakaat sesudah Salat Isya

"Ushalli sunnatazh 'isyaa-i rak’ataini ba’diyatan lillaahi ta’aala."

Artinya: "Aku niat salat sunnat sesudah Isya 2 rakaat karena Allah Ta’ala."

2. Salat Tahiyatul Masjid

salat sunnah tahiyatul masjid
Ilustrasi bangunan masjid (Pixabay)

Berikutnya, ada macam salat sunnah 2 rakaat yang dilaksanakan setelah masuk ke dalam masjid yaitu salat tahiyatul masjid.

Anjuran melaksanakan salat sunnah tahiyatul masjid ini diterangkan Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

"Jika salah seorang dari kalian masuk masjid, maka hendaklah dia salat dua rakaat sebelum dia duduk." (HR. Al Bukhari no. 537 & Muslim no. 174).

Bacaan niat salat sunnah Tahiyatul Masjid beserta artinya:

"Ushalli sunnata tahiyyatal masjidi rak’ataini lillaahi ta’aala."

Artinya: "Saya berniat salat Tahiyyat Masjid 2 rakaat karena Allah Ta’ala."

3. Salat Wudu

macam salat sunnah salat wudu
Ilustrasi seorang Muslim sedang salat sunnah (Pixabay)

Sesudah berwudu, ada satu amalan sunnah yang dianjurkan bagi umat Muslim yaitu melaksanakan salat wudu.

Pada zaman Nabi, jenis salat sunnah ini gemar dilakukan oleh Bilal bin Rabah. Rasulullah juga pernah berkata kepada Bilal tentang salat wudu yang ia kerjakan itu:

"Wahai Bilal, ceritakanlah kepadaku tentang satu amalan yang engkau lakukan di dalam Islam yang paling engkau harapkan pahalanya, karena aku mendengar suara kedua sandalmu di surga.

Bilal menjawab, Tidak ada amal yang aku lakukan yang paling aku harapkan pahalanya daripada aku bersuci pada waktu malam atau siang pasti aku melakukan salat dengan wudhu tersebut sebagaimana yang telah ditetapkan untukku. (HR. Bukhari, no. 443 dan Muslim no. 175)

Keutamaan melaksanakan salat wudu di antaranya, dijanjikan tempat terindah oleh Allah, diberikan jaminan surga bagi orang yang ikhlas mengerjakan salat wudu, serta diberi ampunan kepadanya.

Bacaan niat salat sunnah wudu beserta artinya:

"Ushalli sunnatal wudluu’i rak’ataini lillaahi ta’aalaa."

Artinya: "Saya berniat salat sunnat wudu dua rakaat karena Allah Ta’ala."

4. Salat Tahajud

salat sunnah salat tahajud
Ilustrasi salat malam tahajud (thenational.ae)

Salah satu salat sunah yang sangat dianjurkan adalah salat tahajud, dikerjakan di malam hari atau sepertiga malam selepas tidur.

Bangun di sepertiga malam untuk melaksanakan salat tahajud termasuk ibadah yang sangat disenangi Allah SWT.

Salat tahajud dapat dilakukan kapan pun pada malam hari setelah tidur walau hanya sesaat.

Namun, waktu paling utama untuk melakukannya adalah pada sepertiga akhir malam (pukul 1 dini hari sampai masuk waktu fajar).

Walaupun begitu, salat sunah tahajud dapat dilaksanakan sejak setelah salat isya sampai pukul 10 malam (sepertiga malam pertama) dan pukul 10 malam sampai 1 dini hari (sepertiga malam kedua).

Allah SWT juga berfirman mengenai keutamaan salat tahajud dalam Surat Al-Isra' ayat 79:

"Dan bangunlah pada sebahagian dari waktu malam serta kerjakanlah 'sembahyang tahajud' sebagai ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu di tempat yang terpuji pada hari akhir."

Bacaan niat salat sunnah Tahajud beserta artinya:

"Ushallii sunnatat-tahajjudi rak’ataini (mustaqbilal qiblati) lillahi ta’ala.

Artinya: "Aku niat salat sunnah tahajud dua rakaat (dengan menghadap kiblat) karena Allah Ta’ala."

5. Salat Dhuha

salat sunnah salat dhuha
Ilustrasi melaksanakan salat sunah tahajud (independent.co.uk)

Berikutnya, ada salat sunnah yang dikerjakan di pagi hari (sejak matahari terbit hingga mendekati pukul 12.00) yaitu salat dhuha.

Keutamaan salat dhuha ini sangat luar biasa sesuai dengan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam:

"Barang siapa yang melakukan salat Dhuha dua belas rakaat, Allah SWT akan membangunkan baginya istana dari emas di surga." (HR. Tirmidzi dan Ibnu Majah)

Bacaan niat salat sunnah Dhuha beserta artinya:

"Ushallii sunnatadh-dhuhaa rak’ataini lillaahi ta’aalaa."

Artinya: "Saya niat salat sunnat Dhuha dua rakaat karena Allah Ta’ala."

6. Salat Istikharah

salat sunnah salat istikharah
Ilustrasi masjid untuk menunaikan salat (Unsplash/@jcguarinpenaranda)

Bagi seorang Muslim atau Muslimah yang sedang bimbang atas suatu pilihan, maka hendaklah salat istikharah untuk mendapatkan sebenar-benarnya petunjuk dari Allah SWT.

Salat istikharah dikerjakan sebanyak dua rakaat, diawali dengan niat sebagai berikut:

"Ushalli sunnatal istikhaarati rak’ataini lillaahi ta’aalaa."

Artinya: "Aku niat salat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala."

7. Salat Tarawih

salat sunnah salat tarawih
Ilustrasi pelaksanaan salat tarawih berjamaah di bulan Ramadan (ANTARA FOTO/Rahmad)

Salat tarawih merupakan ibadah sunnah yang dilakukan umat Islam setiap bulan Ramadan.

Tarawih dalam bahasa Arab diartikan sebagai waktu sesaat untuk istirahat. Waktu pelaksanaan salat sunnah ini ialah selepas salat Isya' hingga terbitnya fajar.

Biasanya, salat tarawih ini dilakukan secara berjamaah di masjid. Namun, salat tarawih juga bisa dikerjakan sendiri (munfarid) di rumah.

Pada zaman Nabi Muhammad, istilah 'tarawih' belum dikenal, melainkan disebut qiyam Ramadan.

Hukum pelaksanaan Qiyam Ramadan (salat tarawih) adalah sunnah muakkad. Artinya, ibadah sunnah yang sangat dianjurkan.

Hal itulah yang menjadi keutamaan salat tarawih di bulan Ramadan, sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Hurairah di mana Nabi Muhammad SAW bersabda:

"Barangsiapa yang melaksanakan qiyam Ramadan karena keimanan dan pengharapan ridha Allah, niscaya diampuni dosanya yang telah lalu."

Dalam praktiknya, sebagian besar masyarakat Indonesia mengerjakan salat tarawih dengan 11 rakaat atau 23 rakaat.

Adapun bacaan niat salat tarawih berjamaah yang harus dibaca adalah:

"Ushalli sunnatat tarawihi rok'ataini mustaqbilal qiblati ada'an makmumman lillahi'tala."

Artinya: "Saya niat salat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat mengikuti imam (menjadi makmum) karena Allah Ta'ala."

Sementara itu, bagi kamu yang ingin mengerjakan salat tarawih secara mandiri, adapun bacaan salat tarawih munfarid sebagai berikut:

"Ushalli sunnatat tarawihi rak'atayni mustaqbilal qiblati ada'an lillahi'tala."

Artinya: "Saya niat salat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."

Sedangkan, apabila kamu mengerjakan salat tarawih dan bertindak sebagai Imam salat, maka niat salat tarawih yang dibaca adalah:

"Ushalli sunnatat tarawihi rak'atayni mustaqbilal qiblati ada'an imaman lillahi'tala."

Artinya: "Saya niat salat sunnah tarawih menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta'ala."

8. Salat Witir

salat sunnah salat witir
Ilustrasi salat witir berjamaah di masjid (hautehijab.com)

Selain salat tarawih, salah satu salat sunah yang dikerjakan pada bulan Ramadan adalah salat witir.

Di bulan Ramadan, salat witir umumnya dikerjakan sebagai penutup salat tarawih. Namun, salat witir tidak hanya dilakukan usai salat tarawih saja.

Salat witir juga dianjurkan untuk dilakukan usai salat sunnah malam seperti salat tahajud. Tujuan dari salat witir yaitu untuk mengganjilkan salat yang dikerjakan.

Hukum melaksanakan salat witir adalah sunnah muakkad artinya sangat dianjurkan dengan jumlah rakaat ganjil, lazimnya dikerjakan 3 rakaat.

Umumnya, jumlah rakaat salat witir itu terdiri dari satu kali salam tiap dua rakaat dan terakhir satu kali salam dengan satu rakaat.

"Witir tidaklah wajib sebagaimana salat fardhu. Akan tetap, ia adalah sunnah yang ditetapkan oleh Rasulullah." (HR. An Nasa'i dan Tirmidzi, shahih lighairihi)

Ada banyak sekali keutamaan melaksanakan salat witir, berdasarkan hadits Kharijah bin Hudzafah Al-Adwi, di mana Rasulullah bersabda:

“Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menambahkan kalian dengan satu salat, yang salat itu lebih baik untuk dirimu daripada unta yang merah, yakni salat witir. Waktu pelaksanaannya Allah berikan kepadamu dari sehabis Isya hingga terbit Fajar."

9. Salat Id

macam salat sunnah Idul Fitri dan Idul Adha
Salat Id (ANTARA FOTO/Rahmad)

Salat Id adalah ibadah salat sunnah yang dilakukan setiap Hari Raya Idul Fitri dan Idul Adha.

Dalam hukum Islam, salat Id termasuk dalam salat sunnah muakkad. Artinya, meskipun salat ini bersifat sunah, namun melaksanakannya sangat penting sehingga sangat dianjurkan bagi umat Muslim untuk tidak meninggalkannya.

Niat salat ini, sebagaimana juga salat-salat yang lain cukup diucapkan di dalam hati, yang penting adalah niat hanya semata karena Allah semata dengan hati ikhlas dan mengharapkan Ridho-Nya.

Di lingkungan masyarakat Indonesia, ada bacaan niat salat Idul Fitri dan niat salat Idul Adha yang umum dilafalkan ketika melaksanakan salat ini.

Bacaan niat salat Idul Fitri beserta artinya:

(Niat untuk imam atau makmum)

"Ushalli rak'ataini sunnatan li 'Idil fitri (imaman/mamumam) lillahi taala."

Artinya: "Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah taala."

(Niat untuk salat Idul Fitri munfarid/sendirian)

"Ushalli sunnatan li Idil Fitri rak'atayni mustaqbilal qiblati ad’an lillahi ta'ala."

Artinya: "Aku berniat shalat sunnah Idul Fitri dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta'ala."

Bacaan niat salat Idul Adha beserta artinya:

"Ushalli sunnata li 'Idil adha rak'ataini imaaman/makmuuman lillaahi ta'ala"

Artinya: "Aku berniat shalat sunnah Idul Adha dua rakaat (menjadi makmum/imam) karena Allah ta'ala."

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Rizka
Rizka

Rizka

Writer
JOIN US
JOIN US