The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Impiannya Tak Pernah Didukung, Gadis Ini Nekat Koyak Ijazah Depan Mata Ibunya
Kiri: Ilustrasi gadis sedih. (pixabay/Ryan McGuire) / Kanan: Ijazah yang dirobek Julie. (Twitter/@aliralira)
Life

Impiannya Tak Pernah Didukung, Gadis Ini Nekat Koyak Ijazah Depan Mata Ibunya

Senin, 06 Juli 2020 15:26 WIB 06 Juli 2020, 15:26 WIB

INDOZONE.ID - Sebagai orang tua, sudah seharusnya mendukung apapun keinginan sang anak, selagi itu masih positif. Namun, ada seorang ibu yang tak pernah mendukung dan memberi apresiasi terhadap kerja keras anaknya.

Bahkan, sikap ibu tersebut membuat sang anak nekat merobek ijazah pendidikannya di depan ibunya.

Kisah memilukan ini terjadi pada seorang warganet bernama Julie Xu, yang kisahnya viral dan dibagikan banyak orang, termasuk pengguna akun Twitter, aliralira.

"Ngomong baik2? Kan katanya ga boleh ngelawan orang tua. Menjelaskan diri sendiri seringkali blindly dianggap “durhaka”. I learned a lot from this post," cuit aliralira, menyertai unggahan foto status dan ijazah Julie yang disobek.

Dalam unggahan itu terlihat, Julie mencurahkan perasaan kecewanya kepada sang ibu di sebuah grup Facebook. Di status itu, Julie mengatakan bahwa ia nekat menyobek ijazahnya jadi beberapa bagian, tepat di depan mata sang ibu.

"Hari ini, aku menyobek ijazah di depan ibuku," tulis Julie di Facebook.

Lewat status itu, Julie mengatakan bahwa ibunya adalah tipe orang tua yang suka memaksakan kehendak. Sang anak harus mendengarkan dan mengikuti apapun keinginan ibunya.

Saat duduk di bangku kuliah, Julie memilih mengambil jurusan desain, walaupun bertentangan dengan kemauan ibunya. Julie ingin sekali mengejar impiannya dalam bidang seni, yang sudah diminatinya sejak kecil.

Selama berkuliah, Julie terus bekerja keras untuk membuktikan bahwa pilihannya ini sudah benar. Bertentangan dengan keinginan ibunya, yang ingin agar Julie mengambil jurusan komputer.

"Memilih program studi desain adalah dosa pertamaku di mata ibunda karena aku tak masuk studi ilmu komputer atau akuntansi yang menjamin cepat dapat kerja," sambung Julie.

Tapi apa yang terjadi, setelah ia menyelesaikan pendidikan di bangku kuliah itu dengan penuh kerja keras, sang ibu tetap saja tak menghargai usahanya.

Sang ibu merasa, dengan ijazah itu, Julie jadi tak bisa bekerja di kantoran dengan gaji tetap seperti yang diharapkannya. Bukan hanya itu, Julie semakin kecewa karena ibunya tak mau memahami hal-hal yang membuatnya senang.

Pada suatu titik setelah tamat kuliah, Julie sadar bahwa caranya mengejar impian itu salah. Harapannya untuk membuat orangtuanya bangga, rupanya tetap tak dihargai sama sekali.

"Mulai sekarang, aku tak punya kewajiban untuk membuktikan apapun pada mereka (orangtuanya). Saya akan menjalani hidup saya sendiri," jelasnya.

Rupanya, cuitan  ini menuai banyak komentar dari warganet. Mereka menilai bahwa orang tua seharusnya memberi dukungan terhadap keinginan anak, bukannya memaksakan kehendak.

"Kadang orang tua merasa yang 'punya hidup anaknya', jd saat si anak menjelaskan apa yg anaknya mau & inginkan dianggap durhaka krna jadi membantah, apalagi kalau kemauan itu jauh berseberangan sama yang di inginkan org tua," komentar seorang warganet.

"Sedih bgt rasanya liat bnyk anak merasa terkekang dn gabisa milih jalannya sendiri. Ortu sllu beranggapan mereka benar, pdhl apa yg mereka anggap baik blm tentu baik bagi si anak. Pdhl bagi anak hal yg penting adlh punya ortu yg support dn bangga atas mereka," sambung warganet lainnya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Zega
Putri
Zega

Zega

Editor
Putri

Putri

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US