The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sejarah Tari Pendet Berasal dari Bali serta Pola Lantai dan Propertinya
Tari Pendet (unsplash/@mtsjrdl)
Life

Sejarah Tari Pendet Berasal dari Bali serta Pola Lantai dan Propertinya

Selasa, 08 Februari 2022 20:13 WIB 08 Februari 2022, 20:13 WIB

INDOZONE.ID - Bali menjadi salah satu provinsi di Indonesia yang kaya akan budaya, terutama tarian tradisionalnya.

Bali terkenal dengan tari kecak dan tari pendet yang popularitasnya telah mendunia karena disukai wisatawan domestik dan mancanegara.

Bahkan. tari pendet sering ditampilkan sebagai hiburan dan sambutan selamat datang kepada para pengunjung Bali.

Simak uraian Indozone berikut ini mengenai sejarah tari pendet berasal dari Provinsi Bali serta pola lantai dan properti yang digunakan.

Sejarah Tari Pendet

tari pendet berasal dari
Tari Pendet (unsplash/@mtsjrdl)

Sama halnya dengan tari kecak, tari pendet berasal dari Bali. Kedua tari tradisional ini dipentaskan secara rutin sebagai hiburan bagi wisatawan.

Namun ternyata, sebelum menjadi sebuah kesenian, tari pendet mulanya adalah tarian sakral untuk ritual keagamaan di pura, tempat ibadah umat Hindu.

Pendet sebenarnya merupakan pernyataan dari sebuah persembahan dalam bentuk tarian upacara.

Tari pendet melambangkan penyambutan, penghormatan, dan rasa syukur akan turunnya dewata yang turun ke bumi.

Sejarah tari pendet berawal pada tahun 1950 ketika I Wayan Rindi dan Ni Ketut Reneng menciptakan tarian ritual 'Pendet Dewa'.

Mengutip dari encyclopedia.jakarta-tourism.go.id, pada mulanya tari pendet ditampilkan oleh empat orang penari.

Tahun 1961, I Wayan Beratha mengembangkan tari pendet dengan menambah penari menjadi lima orang.

Tahun 1962, I Wayan Beratha kembali mengembangkan tari pendet agar bisa ditampilkan secara massal dengan 800 orang penari.

Sebab, tari pendet akan dipertontonkan secara internasional untuk pertama kali dalam upacara pembukaan Asian Games 1962 di Jakarta.

Sejak saat itu, tari pendet yang tergolong tari wali (sakral) jadi sering ditampilkan sebagai tari balih-balihan (hiburan atau penyambutan).

Tari pendet yang digunakan untuk hiburan atau sebagai tarian ucapan selamat datang, akhirnya mengalami perubahan koreografi.

Tujuannya, untuk mencegah anggapan bahwa para wisatawan disetarakan dengan para dewa.

Pola Lantai Tari Pendet

tari pendet berasal dari daerah
Pola lantai tari pendet (wikimediacommons)

Secara garis besar, tari pendet menggunakan dua jenis pola lantai yaitu pola lantai garis lurus dan pola lantai garis lengkung.

Jika diperhatikan dengan saksama, pola lantai tari pendet terdiri atas empat bagian secara lengkap, yaitu sebagai berikut:

1. Pola lantai lurus horizontal

Pola lantai horizontal menampilkan barisan berjejer dari kanan ke kiri atau sebaliknya yang melambangkan hubungan antarmanusia yang sejajar.

2. Pola lantai lurus vertikal

Pola lantai vertikal menghasilkan bentuk lurus memanjang dari depan ke belakang atau sebaliknya, yang mencerminkan ikatan manusia dengan tuhannya.

3. Pola lantai lurus berjajar vertikal

Pola lantai lurus berjajar dengan posisi vertikal menggambarkan keberadaan tari pendet di dalam kehidupan masyarakat Bali.

4. Pola lantai lengkung

Tari pendet juga memakai pola lantai lengkung yang membentuk huruf 'V'. Arti bentuk 'V' pada pola lantai tari pendet adalah kerakyatan.

Properti Tari Pendet

tari pendet berasal dari provinsi
Properti tari pendet (wikimediacommons)

Seperti tari tradisional Indonesia lainnya, tari pendet juga menggunakan properti untuk mendukung pertunjukan.

Berdasarkan jurnal Stilistika Volume 7, Nomor 2, Mei 2019, terdapat sejumlah properti tari pendet yaitu sebagai berikut:

1. Mahkota

Mahkota memiliki arti kekuasaan dan kehormatan. Pada tari pendet, hiasan yang dikenakan di atas kepala ini umumnya berwarna emas ditambah dengan bunga kamboja, mawar, atau cempaka.

2. Tapih

Tapih adalah sebutan untuk kain bawahan yang dikenakan penari pendet. Kain ini dipakai untuk menutupi pinggang sampai mata kaki, dengan tambahan stagen di pinggul agar tapih tidak mudah lepas.

3. Kemben

Kemben merupakan kain yang digunakan para penari pendet sebagai atasan untuk menutupi dada sampai pinggang. Kain ini berwarna merah dan emas yang dipakai dengan cara dililit.

4. Selendang

Selendang termasuk properti tari pendet yang sering disebut sebagai kancrik prade. Selendang ini berupa kain yang dililit di luar kemben, dari bahu sampai pinggang untuk mempererat tapih dan kemben.

5. Gelang

Gelang digunakan sebagai properti pelengkap yang berfungsi untuk menampilkan kesan anggun. Gelang ini terbuat dari bahan berlapis emas dan dipakai di tangan sebelah kanan.

6. Bokor

Bokor merupakan properti tari pendet yang bentuknya seperti nampan. Bokor berhiaskan janur kuning berisi bunga warna-warni yang nantinya akan ditaburkan di depan para tamu undangan sebagai ucapan selamat datang.


Demikianlah penjelasan mengenai sejarah tari pendet berasal dari Bali lengkap dengan pola tari dan propertinya. Semoga bermanfaat, ya!

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Ikhsan
Indriyana
Ikhsan
Editor
Indriyana
Writer
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US