The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Jurnalis Perempuan Alami Tantangan Cukup Berat Selama Pandemi, Ada yang Sampai Depresi
Ilustrasi juranlis perempuan mewawancarai narasumber. (Pexels/Greta Hoffman)
Life

Jurnalis Perempuan Alami Tantangan Cukup Berat Selama Pandemi, Ada yang Sampai Depresi

Sabtu, 25 Juni 2022 21:00 WIB 25 Juni 2022, 21:00 WIB

INDOZONE.ID - Forum Jurnalis Perempuan Indonesia mengatakan bahwa para jurnalis perempuan mengalami tantangan yang cukup berat selama periode pandemi COVID-19.

"Tantangan jurnalis perempuan selama pandemi cukup berat. Selain harus menghadapi perubahan aktivitas jurnalistik yang signifikan juga rentan terpapar COVID-19," kata Pengurus FJPI Pusat Divisi Diklat Lia Anggia Nasution di Jakarta, dikutip dari Antara pada Sabtu (25/6/2022).

Berdasarkan survei, 150 orang responden yang disurvei FJPI menunjukkan sebanyak 33 persen para jurnalis perempuan terpapar COVID-19.

Anggia dalam peluncuran survei FJPI dan webinar "Sharing Strategi dan Kondisi Jurnalis Perempuan di Masa Pandemi" itu menjelaskan tantangan jurnalis perempuan selama pandemi juga ditambah dengan beban ganda yang harus dipikul yakni sebagai jurnalis dan juga kewajiban mengurus rumah tangga.

Baca juga: Lagi, Tentara Israel Tembak Mati Jurnalis Palestina

Selain itu, jurnalis perempuan juga rentan mengalami kekerasan hingga ancaman ekonomi sampai PHK yang terus menghantui akibat perusahaan media yang juga mengalami krisis.

Lia menambahkan, beratnya beban mengakibatkan ada jurnalis perempuan yang mengalami stres/depresi.

Kemudian, hasil survei dampak COVID-19 yang disurvei FJPI juga menunjukkan sebanyak 18 persen dari responden jurnalis perempuan menyatakan pandemi COVID-19 berdampak pada ekonomi, sebanyak 26 persen responden mengalami ruang gerak terbatas.

Berikutnya, sebanyak 10 persen responden mengaku sulit mengobservasi atau melakukan liputan mendalam, 15 persen responden mengatakan pandemi menyebabkan mereka harus beradaptasi dengan teknologi.

Kemudian 30 persen responden mengatakan kesulitan mengakses narasumber, informasi dan data, dan 6 persen mengalami beban psikologi.

Oleh karena itu, menurutnya dibutuhkan konsultan kesehatan mental bagi jurnalis perempuan. Bila perusahaan tak bisa menyediakannya, disarankan untuk sharing dengan sesama jurnalis.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Dina
Abul Muamar
Editor
Dina
Writer
ARTIKEL LAINNYA
LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US