The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Hukum Darah Istihadhah Bagi Wanita Muslim, Boleh Beribadah atau Tidak?
Ilustrasi wanita muslimah (Unsplash/@mihaisurdu)
Life

Hukum Darah Istihadhah Bagi Wanita Muslim, Boleh Beribadah atau Tidak?

Selasa, 05 Mei 2020 19:09 WIB 05 Mei 2020, 19:09 WIB

INDOZONE.ID - Istihadhah (istihadah) yaitu darah yang keluar dari kemaluan wanita di luar waktu haid, serta bukan disebabkan karena melahirkan.

Beberapa definisi di kalangan ulama menyebutkan darah istihadhah bagi wanita berasal dari urat yang pecah/putus.

Penyebab keluarnya darah istihadhah bisa karena penyakit yang diderita. Sehingga, darah itu tidak akan berhenti mengalir sampai wanita itu sembuh.

Darah istihadhah pada wanita sering berhenti hanya 1-2 hari saja dalam sebulan, atau bahkan tidak pernah berhenti keluar sama sekali.

Ciri-ciri Darah Istihadhah pada Wanita

ciri ciri darah istihadhah istihadah pada wanita Muslim
Ilustrasi miss V pada wanita (Unsplash)

Ada perbedaan lain dari sifat darah haid bila dibandingkan dengan darah istihadhah. Adapun ciri-ciri darah istihadhah, sebagai berikut:

  • Perbedaan warna. Darah haid biasanya warna hitam, sedangkan darah istihadhah umumnya berwarna merah segar.
  • Baunya seperti darah biasa, berasal dari urat yang pecah/putus.
  • Kelunakan dan keras. Ketika keluar, darah haid sifatnya keras sedangkan istihadhah lebih lunak.
  • Kekentalan. Tekstur darah haid umumnya kental, sedangkan darah istihadhah sebaliknya.
  • Aroma. Darah haid memiliki aroma tidak sedap atau berbau busuk, sedangkan darah istihadhah baunya tidak begitu menyeruak.
     

Hukum Darah Istihadhah Bagi Wanita Muslim

hukum darah istihadhah bagi wanita Muslim
Ilustrasi wanita muslimah (Unsplash/@mihaisurdu)

Berdasarkan siklus menstrusasi pada umumnya, wanita mengalami haid selama 6-8 hari dan paling lama 15 hari. Lebih dari waktu 15 hari, maka itu disebut dengan istihadhah.

"Ada seorang dari isteri-isteri Beliau (Nabi Muhamamad) yang ikut beri’tikaf bersama dalam keadaan istihadhah. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha melihat ada darah berwarna merah dan kekuningan sedangkan di bawahnya diletakkan baskom sementara mengerjakan salat." (HR. Bukhari)

Meski darah istihadhah termasuk najis, hukum darah istihadhah bagi seorang wanita Muslim tidaklah menyebabkan ibadahnya batal.

Dalam arti, wanita yang istihadhah tetap dapat mengerjakan ibadah sebagaimana orang yang dalam keadaan suci (bersih).

Seorang wanita yang mengalami istihadhah dilarang meninggalkan ibadahnya, seperti salat, berpuasa, membaca Alquran, iktikaf di masjid, dan lainnya.

Akan tetapi, wanita yang istihadhah hendaknya beribadah dengan menahan darah itu menggunakan kapas/kain supaya tidak keluar dan mengotori tempat ibadah.

Selain itu, ada penjelasan tentang hukum wanita Muslim yang istihadhah berdasarkan syariat Islam, sebagai berikut:

  • Tetap Wajib Salat 5 Waktu

Seorang wanita yang keluar darah istihadhah dari kemaluannya tetap diwajibkan untuk mengerjakan salat fardhu lima waktu.

Sebab, darah istihadhah bukan darah haid ataupun darah nifas, sehingga tidak ada larangan baginya untuk mengerjakan salat.

  • Tetap Wajib Puasa Ramadhan

Demikian juga dengan kewajiban berpuasa di bulan Ramadan, tetap wajib dikerjakan bila yang keluar hanya merupakan darah istihadhah.

Begitu pula dengan puasa qadha Ramadan atas hari-hari yang ditinggalkan di bulan Ramadhan, wajib dikerjakan bila yang keluar hanya darah istihadhah.

  • Boleh Tawaf dan Sa'i

Tawaf dan sa’i mensyaratkan suci dari hadats kecil dan juga hadats besar. Tetapi hukum tawaf dan sa'i tetap sah jika yang keluar berupa darah istihadhah.

Karena, darah tersebut tidak menyebabkan hadats besar. Cukuplah bagi wanita yang sedang mendapat darah istihadhah untuk mencuci kemaluan (istinja) untuk membersihkan darah yang keluar.

Kemudian hendaklah menyumpal darah istihadhah dengan pembalut, berwudu, dan setelahnya boleh mengerjakan tawaf dan sa’i.

  • Boleh Menyentuh Mushaf Alquran

Seorang wanita yang mengalami keluar darah istihadhah diperbolehkan untuk menyentuh mushaf Alquran, sebagaimana ditetapkan oleh mayoritas ulama. Tentunya, harus berwudu dulu.

  • Boleh Melafadzkan Alquran

Selain itu, melafazkan ayat-ayat Al Quran pun tidak menjadi larangan bagi wanita yang mendapat darah istihadhah.

Dengan catatan, asalkan ia telah membersihkan diri dari noda darah yang sekiranya mengotori tubuhnya.

  • Boleh Masuk Masjid

Wanita yang sedang istihadhah tetap diperbolehkan masuk ke dalam masjid. Tentu setelah membersihkan diri dan pakaiannya dari noda darah.

Hal itu untuk menghindari kemungkinan darah bisa keluar dan mengotori masjid. Sebagaimana dalam hukum Islam bahwa masjid adalah tempat suci dan dilarang membawa benda-benda bersifat najis ke dalamnya.

  • Boleh Melakukan Hubungan Seksual

Seorang suami boleh menyetubuhi istrinya yang sedang mengalami istihadhah. Ini adalah pendapat ulama dan tidak ada satu dalil pun yang mengharamkannya.

  • Boleh Diceraikan

Berbeda dengan wanita yang sedang haid, wanita yang mendapat darah istihadhah tidak terlarang dan tidak berdosa bagai suaminya untuk menceraikannya.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Rizka
Rizka

Rizka

Writer
JOIN US
JOIN US