Sering Dikira Jual Penampilan, Ternyata Ini Sulitnya Jadi 'Baywatch'
ilustrasi penjaga pantai (pixabay/analogicus)
Life

Sering Dikira Jual Penampilan, Ternyata Ini Sulitnya Jadi 'Baywatch'

Senin, 27 Januari 2020 13:16 WIB 27 Januari 2020, 13:16 WIB

INDOZONE.ID - Menjadi seorang penjaga pantai atau lifeguard dalam film Baywatch, tak semudah dan segampang yang orang bayangkan. Para penjaga pantai ini bukan hanya menjual penampilan yang seksi atau bentuk tubuh ideal. Ada sejumlah kriteria khusus, ketatnya jam kerja dan gaya hidup sehat yang harus dipenuhi.

Film Baywatch sendiri yang diproduksi pada tahun 1991 hingga 2001 ini, mempopulerkan potret penjaga pantai ke seluruh penjuru dunia. Sejak film ini tayang, profesi penjaga pantai jadi identik dengan gadis cantik dan pria rupawan, dengan balutan baju renang. Para penjaga pantai ini juga sembari memamerkan tubuh yang seksi atau badan berotot dengan perut sixpack.

pantai
ilustrasi lifeguard perempuan (unsplash/Melisa Popanicic)

Nyatanya, profesi tersebut bukanlah sesederhana dan semudah yang terlihat di tayangan. Ada banyak hal yang harus dipertaruhkan untuk menjadi seorang penjaga pantai.

Melansir dari The Talko, seorang penjaga pantai bernama Brittany Austin membagikan pengalamannya selama menggeluti profesi tersebut.

Brittany mengatakan, menjadi seorang penjaga pantai harus memiliki sertifikasi. Sertifikasi itu didapat setelah mengikuti pelatihan hingga 100 jam.

pantai
ilustrasi lifeguard (unsplash/Thomas Grillmair)

Selama pelatihan berlangsung, para calon lifeguard harus tahan berlama-lama di dalam air dan berlari di pasir. Tak hanya itu, calon lifeguard diminta bisa berenang minimal 100 meter dengan gaya bebas dan gaya dada.

Selain dituntut untuk pandai berenang, lifeguard juga akan menjalani latihan menyelam dan mengambang dengan memakai beban. Semua latihan tersebut tentu saja akan membuat lifeguard lebih sigap saat berenang dengan stamina yang kuat, sehingga bisa menolong orang di lautan.

Tak hanya dites dalam keterampilan air saja, para calon lifeguard juga harus lulus pelatihan medis. Mereka diminta mampu menangani berbagai macam skenario kecelakaan yang bisa terjadi di pantai atau kolam renang. Mulai dari CPR hingga luka gigitan predator. Semua kondisi tersebut harus bisa ditangani oleh lifeguard.

pantai
ilustrasi lifeguard berkeliling pantai untuk memantau kondisi (pixabay/InspiredImages)

Tak seindah tayangan yang ada di film Baywatch, pekerjaan para lifeguard di dunia nyata benar-benar mempertaruhkan nyawa. Jika banyak yang mengira bahwa lifeguard hanya duduk-duduk santai, ini salah besar. Para lifeguard harus bekerja sampai 10 jam per harinya.

Para lifeguard akan berangkat kerja dengan membawa tas besar, berisi makanan, air  minum dan baju renang ganti. Brittany menambahkan, lifeguard harus terus mengecek kondisi pantai, mulai dari ketinggian gelombang, arus, serta pengunjung pantai di zona aman.

Kacamata khusus, serta pakaian renang menjadi saksi para lifeguard untuk terus mengecek keamanan pantai dan pengunjung. Mereka bahkan sampai panas-panasan untuk memberi peringatan pada pengunjung.

Karena kerjanya yang menjamin keselamatan pengunjung, para lifeguard tak diperbolehkan berbicara dan membuka ponsel saat bekerja. Kedua aktivitas ini bisa saja mengganggu konsentrasi lifeguard untuk memperhatikan pengunjung dan kondisi pantai.

pantai
ilustrasi lifeguard memantau pantai (pixabay/Hermann Traub)

Meskipun keadaan pantai tampak tenang, dan tak banyak pengujung, para lifeguard tidak diperbolehkan untuk berleha-leha. Mereka malah diminta untuk melakukan workout agar staminanya tetap terjaga.

Selain dari workout, stamina juga didapat dari asupan makanan bergizi. Para lifeguard tak diperbolehkan untuk makan makanan berat. Mereka harus makan dengan porsi sedikit tapi sering. Mengonsumsi makanan dengan jumlah banyak, akan membuat lifeguard mengantuk dan menghambat proses evakuasi pengunjung.

Setelah berhasil menyelamatkan pengunjung yang tenggelam, biasanya para lifeguard akan langsung membersihkan diri dan mengganti pakaiannya. Ini karena air laut bisa membuat kulit jadi dehidrasi dan lengket.

pantai
ilustrasi penjaga pantai (pixabay/proy_digi)

Brittany menjelaskan, menjadi seorang lifeguard adalah pekerjaan yang melelahkan. Agar tetap fokus, Brittany bahkan harus merendam tubunya di dalam air dan es sekitar 8 menit. Bagi Brittany dan lifeguard lainnya, krim perawatan kulit seperti sunscreen dan pelembab tak boleh ditinggalkan. Kedua produk ini menjadi barang wajib, agar kulit terlindungi ketika bekerja menjaga pantai.

Tak hanya sekadar memantau keadaan pantai dan pengunjung saja, lifeguard juga bertugas untuk memberitahu pengunjung jika ada perubahan kondisi air laut.

pantaoi
ilustrasi markas lifeguard dan penjaganya (pixabay/gamern3)

Hal ini ditunjukkan dengan bendera warna warni yang ada di pinggir pantai. Setiap bendera memiliki arti masing-masing. Bendera hijau, berarti laut aman untuk berenang. Sedangkan bendera merah serta merah, pengunjung diminta untuk menjauhi pantai.

Sementara itu, bendera ungu berarti ada aktivitas hewan liar di sekitar pantai, mulai dari dugong, ubur-ubur dan penyu laut. Itulah kenapa para lifeguard harus tau betul keadaan pantai atau laut, sebelum pengunjung berenang.

Mungkin bagi sebagian orang, pekerjaan ini cukup mengganggu, namun bagi seorang lifeguard, satu nyawa pengunjung sangatlah berharga. Dan satu hal yang tak kalah pentingnya, jangan selalu memandang lifeguard, sebagai pekerjaan yang menjual penampilan, karena seorang lifeguard lebih mengutamakan keterampilan dan kesigapan dalam bekerja.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Putri
Putri

Putri

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU