5 Penulis Legendaris Indonesia, Tercatat dalam Sejarah Dunia
photo/Wikipedia/resources.huygens.knaw.nl/Indonesian Writers
Life

5 Penulis Legendaris Indonesia, Tercatat dalam Sejarah Dunia

Sabtu, 14 Desember 2019 15:20 WIB 14 Desember 2019, 15:20 WIB

INDOZONE.ID - Karya-karya sastra Tanah Air tidak terlepas dari tangan dingin para penulis legendaris Indonesia.

Nama mereka tercatat dalam sejarah. Lewat tulisan, mereka berkontribusi pada perjalanan panjang kesusastraan Indonesia.

Dengan tetap menggandeng latar budaya Indonesia, para penulis legendaris ini mampu menyuguhkan alur cerita apik.

Begitu berkesan, bermakna, dengan sentuhan sejarah yang kuat. Bahkan, karya-karya tersebut tidak memudar dan masih dicari sampai hari ini.

Lalu, siapa sajakah penulis-penulis legendaris kebanggaan Indonesia tersebut?

Berikut ulasannya dirangkum Indozone dari berbagai sumber:

1. Pramoedya Ananta Toer

Penulis legendaris Indonesia, Pramoedya Ananta Toer atau akrab disapa Pram, lahir di Blora pada 6 Februari 1925.

Pramoedya Ananta Toer
photo/Ist

Kehidupan Pram bisa dibilang cukup akrab dengan kata 'penjara'.

Bagaimana tidak, selama 3 periode -Belanda, Orde Lama dan Orde Baru-, Pram selalu sempat mencicipi rasanya hidup dalam bui.

Alasan mengapa ia dibui pun beragam. Namun, dari balik jeruji besi itulah justru lahir beberapa masterpiece  hasil pemikiran Pram.

Yang terkenal di antaranya, Tetralogi Buru (Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, Rumah Kaca) dan roman Arus Balik.

Pram bukan penulis biasa. Dalam banyak tulisannya, ia menawarkan cara pandang sejarah yang berbeda.

Seperti halnya pada novel Arok Dedes, Di Tepi Kali Bekasi, Jalan Raya Pos Daendels, Panggil Aku Kartini Saja, Gadis Pantai, dan Cerita dari Blora.

Selama hidupnya hingga tutup usia pada 30 April 2006, Pram telah menelurkan lebih dari 50 karya dan diterjemahkan ke lebih dari 42 bahasa asing.

Pram telah dihadiahi berbagai penghargaan internasional. Di antaranya, Freedom to Write Award dari PEN American Center, Wertheim Award, Ramon Magsaysay Award, UNESCO Madanjeet Singh Prize, dan banyak lagi.

Karya-karya 'menggigit' Pramoedya, sang maestro dunia kepenulisan Indonesia akan tetap menjadi bacaan 'mahal' dan berbobot, sampai hari ini.

2. Nh. Dini

Nurhayati Sri Hardini atau lebih dikenal dengan Nh. Dini merupakan salah satu penulis legendaris Indonesia yang masih eksis berkarya hingga usia senja.

Nh. Dini
photo/Indonesian Writers

Dini -anak seorang pembatik Jawa- hidup dan tumbuh mendengarkan cerita sastra tradisional dari ibunya.

Itulah yang kemudian membentuk perspektif uniknya. Ia punya cara sendiri melihat dan 'menjamah' dunia.

Berbagai karya sastranya ditulis dengan nada sederhana, agak konvensional, dan mengungkap sisi lain realita kehidupan peran manusia, terutama wanita.

Adapun sejumlah karya tersohor Nh. Dini antara lain, On A Boat (1972), My Name is Hiroko (1977), Pertemuan Dua Hati (1986), dan Heart of Peace (1998).

Di Semarang -kota kelahirannya-, Dini juga bergelut dengan beragam aktivitas sosial. Termasuk, mendirikan pondok baca sendiri.

Penulis angkatan 66 ini berhasil melahirkan tak kurang dari 40 judul buku. Ia juga dianugerahi berbagai penghargaan di panggung internasional.

Satu karya terbarunya sekaligus yang terakhir berjudul 'Gunung Ungaran: Lerep di Lerengnya, Banyumanik di Kakinya', terbit tahun 2018.

Nh. Dini mengembuskan napas terakhirnya pada 4 Desember 2018 di usia 82 tahun.

3. Buya Hamka

Prof. DR. H. Abdul Malik Karim Amrullah populer dengan nama pena Buya Hamka adalah seorang ulama dan sastrawan Indonesia. 

Buya Hamka
photo/kebudayaan.kemdikbud.go.id

Ia berkiprah sebagai wartawan, penulis, dan pengajar. Terkhusus, dalam bidang filsafat, sastra, sejarah, sosiologi, dan politik -Islam maupun Barat-.

Pria kelahiran Sumatera Barat, 17 Februari 1908 ini kerap menuangkan gugatannya terhadap adat Minangkabau. Terutama, soal kawin paksa.

Buku-buku karya Buya Hamka kini dapat ditemukan di perpustakaan sekolah maupun umum. Beberapa di antaranya ada juga yang dicetak ulang.

Dua novel terlaris Buya Hamka yakni Di Bawah Lindungan Ka'bah dan Tenggelamnya Kapal Van Der Wijck, telah difilmkan.

4. Mochtar Lubis

Penulis legendaris Indonesia berikutnya yakni Mochtar Lubis, seorang jurnalis dan pengarang ternama.

Dia merupakan lulusan HIS dan Sekolah Ekonomi Kayu Tanam yang belajar tentang jurnalisme dan beberapa bahasa asing secara otodidak.

Mochtar Lubis
photo/Wikipedia

Ia berkontribusi besar dalam sejarah sastra Indonesia. Ya, lewat karya-karyanya seperti Harimau-Harimau, Maut dan Cinta, dan Musim Gugur.

Prestasi Mochtar Lubis di bidang sastra terbukti dari penghargaan yang diraihnya, yakni Ramon Magsaysay Award (1950), dan Golden Pen of Freedom (1967).

Lahir di Padang, 7 Maret 1922, Mochtar Lubis meninggal di usia 82 tahun pada 2 Juli 2004.

5. Suwarsih Djojopuspito

Suwarsih Djojopuspito
photo/resources.huygens.knaw.nl

Suwarsih Djojopuspito adalah penulis wanita Indonesia yang menulis novel dalam 3 bahasa yaitu Sunda, Belanda, dan Indonesia.

Wanita hebat ini telah melahirkan 9 buku yang telah mendunia. Paling terkenal berjudul Manusia Bebas atau Buitenj het Gareel (bahasa Belanda).

Suwarsih Djojopuspito lahir pada 21 April 1912, dan tutup usia pada 24 Agustus 1977.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Rizka
Rizka

Rizka

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU