The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Mengapa Semboyan Bangsa Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika?
Ilustrasi semboyan Bhinneka Tunggal Ika (unsplash/@mufidpwt)
Life

Mengapa Semboyan Bangsa Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika?

Senin, 24 Januari 2022 19:08 WIB 24 Januari 2022, 19:08 WIB

INDOZONE.ID - Setiap negara di dunia, pada umumnya memiliki semboyan masing-masing untuk memperkenalkan karakteristik bangsanya.

Indonesia termasuk salah satu negara yang punya semboyan, yaitu Bhinneka Tunggal Ika yang artinya "berbeda-beda tetapi tetapi satu".

Sebagai semboyan bangsa Indonesia, kalimat Bhinneka Tunggal Ika dicantumkan pada lambang negara Indonesia, Garuda Pancasila.

Lantas, mengapa semboyan bangsa Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika? Bagaimana pula sejarah, makna, dan contoh penerapannya? Simak rangkuman Indozone di bawah ini, ya!

Sejarah Semboyan Bhinneka Tunggal Ika

bhinneka tunggal ika
Ilustrasi Bhinneka Tunggal Ika (unsplash/@wylly_suhendra)

Semboyan bangsa Indonesia adalah Bhinneka Tunggal Ika. Sejarah semboyan ini ternyata berasal dari kutipan kakawin (puisi) Jawa Kuno.

Kakawin yang dimaksud merupakan kakawin Sutasoma karangan Mpu Tantular semasa kerajaan Majapahit, sekitar abad ke-14.

Kakawin ini bersifat epis yang menceritakan tentang kepahlawanan dan banyak mengajarkan toleransi antar agama.

Pada pupuh (bab) 139 bait ke-5 kakawin Sutasoma tersebut, terdapat tulisan Bhinneka Tunggal Ika yang berbunyi:

Rwaneka dhatu winuwus Buddha Wiswa
Konon Buddha dan Siwa merupakan dua zat yang berbeda.

Bhinneki rakwa ring apan kena parwanosen,
Mereka memang berbeda, tetapi bagaimanakah bisa dikenali?

Mangka ng Jinatwa kalawan Siwatatwa tunggal,
Sebab kebenaran Jina (Buddha) dan Siwa adalah tunggal

Bhinneka tunggal ika tan hana dharma mangrwa.
Berbeda-beda manunggal menjadi satu, tidak ada kebenaran yang mendua.

Tulisan Bhinneka Tunggal Ika inilah yang kemudian diusulkan oleh Mohammad Yamin kepada Ir. Soekarno untuk dicantumkan pada Garuda Pancasila.

Hingga akhirnya Garuda Pancasila diresmikan sebagai lambang negara Indonesia pada Sidang Kabinet Republik Indonesia Serikat, 11 Februari 1950.

Sejak saat itu sampai detik ini, Bhinneka Tunggal Ika ditetapkan sebagai semboyan bangsa Indonesia.

Makna Semboyan Bhinneka Tunggal Ika

makna semboyan bhinneka tunggal ika
Ilustrasi semboyan Bhinneka Tunggal Ika (unsplash/@robbie36)

Bhinneka Tunggal Ika berasal dari bahasa Jawa Kuno. Bhinneka berarti "beraneka ragam", tunggal berarti "satu", dan ika berarti "itu".

Jadi, secara harfiah arti Bhinneka Tunggal Ika adalah "beraneka satu itu". Namun, makna semboyan Bhinneka Tunggal Ika yaitu "berbeda-beda tetapi tetap satu".

Hal ini karena Bhinneka Tunggal Ika menggambarkan keanekaragaman budaya, suku, agama, ras, dan bahasa daerah bangsa Indonesia.

Meski beraneka ragam, pada hakikatnya bangsa Indonesia tetap membentuk satu kesatuan yang utuh.

Melalui semboyan Bhinneka Tunggal Ika, masyarakat Indonesia belajar menghargai berbagai segala perbedaan dan hidup damai berdampingan.

Prinsip Semboyan Bhinneka Tunggal Ika

semboyan negara indonesia adalah
Ilustrasi prinsip Bhinneka Tunggal Ika (unsplash/@noorulabdeen)

Sebagai semboyan negara Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika mempunyai prinsip-prinsip penting yang mencerminkan peranannya.

Adapun beberapa prinsip Bhinneka Tunggal Ika tersebut adalah sebagai berikut:

1. Common denominator

Common denominator adalah sifat yang dianggap umum. Dalam arti, masyarakat Indonesia harus mencari sifat umum yang menjadikan persamaan di tengah berbagai perbedaan.

2. Bersifat inklusif

Inklusif adalah kebalikan dari eksklusif, yang artinya masyarakat Indonesia tidak dibenarkan menganggap dirinya atau kelompoknya lebih eksklusif atau lebih baik, untuk mencegah perpecahan akibat diskriminasi.

3. Bersifat universal

Bhinneka Tunggal Ika mengikat seluruh lapisan masyarakat Indonesia secara menyeluruh tanpa terkecuali. Tujuannya, agar bisa saling menjaga kerukunan dan menciptakan persatuan.

4. Bersifat konvergen

Konvergen artinya adalah memusat, sehingga Bhinneka Tunggal Ika mampu menjadikan perbedaan yang ada bukan masalah besar, melainkan dicari titik temu untuk mencapai kesepakatan bersama.

5. Bersifat multikultural

Bhinneka Tunggal Ika berprinsip multikultural yang menjunjung tinggi toleransi dan kebersamaan di atas keberagaman agama, suku, ras, budaya, dan bahasa daerah, sehingga tidak memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

Contoh Semboyan Bhinneka Tunggal Ika

semboyan bhinneka tunggal ika
Ilustrasi contoh Bhinneka Tunggal Ika (unsplash/@chuklanov)

Semboyan Bhinneka Tunggal Ika diakui secara hukum dan diatur penggunaannya dalam Peraturan Pemerintah No. 43/1958.

Ada sejumlah penerapan semboyan Bhinneka Tunggal Ika yang bisa dilakukan masyarakat Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, di antaranya yaitu:

  • Menghormati agama dan kepercayaan yang berbeda.
  • Menghargai pendapat orang lain dan tidak memaksakan kehendak sendiri.
  • Melaksanakan musyawarah untuk membuat keputusan.
  • Mengutamakan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi atau golongan.
  • Memupuk rasa kasih sayang dan rela berkorban.
  • Menciptakan perdamaian dan menjunjung tinggi persatuan.

Demikianlah penjelasan mengenai sejarah, makna, dan contoh penerapan semboyan bangsa Indonesia Bhinneka Tunggal Ika. Semoga bermanfaat, ya!

Artikel Menarik Lainnya:

Ikhsan
Indriyana
Ikhsan

Ikhsan

Editor
Indriyana

Indriyana

Writer
JOIN US
JOIN US