The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Menarik, Perusahaan di Jerman Menerapkan Waktu Kerja Lima Jam Sehari
Ilustrasi bekerja (Pexels/Elevate Digital)
Life

Menarik, Perusahaan di Jerman Menerapkan Waktu Kerja Lima Jam Sehari

Perusahaan dapat berjalan secara efisien

Senin, 28 Oktober 2019 14:20 WIB 28 Oktober 2019, 14:20 WIB

INDOZONE.ID - Salah satu perusahaan di Jerman membiarkan karyawannya bekerja dalam lima jam per hari, selama mereka tidak keberatan menyerahkan ponsel mereka. 

Eric Morath dari Wall Street Journal baru-baru ini melaporkan tentang Rheingans Digital Enabler, sebuah perusahaan konsultan yang berbasis di Bielefeld, yang hanya beroperasi lima jam sehari. 

Lasse Rheingans, chief officer perusahaan mengatakan, ia menerapkan hari kerja yang lebih pendek untuk memberikan lebih banyak waktu dengan anak-anaknya, melansir dari Business Insider

Dan untuk memastikan perusahaannya dapat berjalan secara efisien dan dalam jangka waktu singkat, Rheingans mengamanatkan para karyawannya untuk meletakkan ponsel mereka dan meminta mereka untuk tidak berisik atau banyak bicara. 

Para pekerja juga bisa memeriksa email perusahaan hanya dua kali dalam sehari dan untuk rapat biasanya berlangsung selama 15 menit atau dalam waktu yang lebih singkat. 

Ilustrasi bekerja
Ilustrasi bekerja (Pexels/Christina Morillo)

Sementara itu, opsi kerja yang fleksibel masih jarang diterapkan di AS. Satu survei pada 2018, hanya 23 persen perusahaan yang menawarkan opsi kerja yang fleksibel atau jarak jauh. AS tidak memiliki pedoman bagi perusahaan tentang cara menyediakan jam kerja yang fleksibel. 

Jam singkat kerja Rheingans dipercaya peneliti dapat meningkatkan produktivitas. 

Namun, menurut penelitian dari Universitas Texas-Austin 2017 menemukan, bahwa jika subjek berada di ruangan yang sama dengan iPhone atau ponsel manapun yang bukan milik mereka, kecerdasan dasar, memori, dan skor perhatian semuanya menurun. 

Manusia memiliki keterikatan emosional dengan ponsel, menurut teori peneliti, mereka bisa lebih mengganggu daripada benda sehari-hari lainnya.

Bekerja terlalu keras sendiri juga berdampak buruk pada tubuh. Sahar Yousef, seorang ahli saraf kognitif mengatakan pergi 22 jam tanpa tidur memiliki dampak biologis yang sama dengan orang yang memiliki konsentrasi alkohol dalam darah 0,08. 

Ia menekankan bahwa beristirahat dan mempertahankan kadar glukosa darah yang stabil, misalnya ngemil membantu kamu menyelesaikan banyak hal. 

Pentingnya menciptakan lebih banyak peluang untuk keseimbangan kehidupan kerja dapat membantu mengatasi masalah kelelahan karyawan. Sebagai contoh, orang Amerika bekerja lebih lama dibanding karyawan di negara maju lainnya. 

Hasilnya, lebih dari setengah orang Amerika mengatakan, pekerjaannya berdampak negatif terhadap kesehatan mental. 

Jam kerja kamu berapa lama nih dalam sehari, Sahabat Indozone? 

Artikel Menarik Lainnya: 

TAG
Indozone
Indozone Media
Bela

Bela

Writer
Indozone Media

Indozone Life

Reporter
JOIN US
JOIN US