The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sosok Eko, Ubah 'Kampung Idiot' Miskin Jadi Desa Keren Bikin Jokowi Kagum
Eko, kepala desa inspiratif dari Kampung Idiot, Ponorogo. (Pramita Kusumaningrum/IDZ Creators)
Life

Sosok Eko, Ubah 'Kampung Idiot' Miskin Jadi Desa Keren Bikin Jokowi Kagum

Rabu, 25 Mei 2022 16:03 WIB 25 Mei 2022, 16:03 WIB

INDOZONE.ID - Desa Karangpatihan, Kecamatan Balong, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, sempat menjadi sorotan media pada 2008. Bukan karena prestasi, tetapi desa yang terletak di dekat perbatasan Kabupaten Pacitan tersebut terkenal dengan nama ‘Kampung Idiot’. 

Bukan tanpa alasan nama itu disematkan kepada desa tersebut. Pasalnya, saat itu ada sekitar 98 orang berkebutuhan khusus yang tinggal serba seadanya di Desa Karangpatihan. Bahkan mereka hanya makan nasi aking untuk bertahan hidup. 

kampung idiot
Suasana Kampung Idiot, Ponorogo. (Pramita Kusumaningrum/IDZ Creators)

Tim IDZ Creators mendatangi ke Desa Karangpatihan. Ternyata kondisinya saat ini mengalami banyak perubahan. Para penyandang tunagrahita justru sibuk beraktivitas layaknya orang normal dengan memberikan makan kambing piaraan. 

Ada pula, yang membuat keset. Bahkan ada tunagrahita yang bertukar telur hasil ternak mereka dengan gula, cabai, dan garam. Ya kehidupan di Desa Karangpatihan ini jauh berbeda dengan 20 tahun lalu. 

eko
Eko, kepala desa inspiratif dari Kampung Idiot, Ponorogo. (Pramita Kusumaningrum/IDZ Creators)

Perubahan itu ternyata berkat tangan dingin Eko Mulyadi. Pria berusia 40 tahun ini adalah kepala desa sejak 2013 dan merubah Desa Karangpatihan dari desa tertinggal hingga sejajar dengan desa lain. 

"Saya kenalan sama teman mengaku dari Desa Karangpatihan saja enggak percaya diri waktu itu," kata Eko menceritakan masa mudanya. 

Eko berkisah jika mulai membantu para tunagrahita dengan cara sederhana. Saat SMA ia kerap membuat acara bakti sosial ke Desa Karangpatihan. Hal itu berlanjut ketika dia menempuh pendidikan di salah satu universitas di Ponorogo. 

Enggak hanya itu, Eko juga sempat mendemo pemerintah setempat untuk memperjuangkan nasib para penyandang tunagrahita. Karena gencarnya demo, Eko menyebutkan bahwa 2008 kampun idiot masuk ke media. Tidak hanya media di Indonesia saja. Tetapi juga berbagai media internasional. 

"Dari situ banyak bantuan masuk. Selama setahun 2008 sampai 2010. Tetapi efeknya mereka memang terbantu secara ekonomi. Tetapi ketergantungan, " terang Eko. 

kampung idiot
Eko, kepala desa inspiratif dari Kampung Idiot, Ponorogo. (Dok. Pribadi)

Mirisnya, karena banyaknya bantuan yang datang begitu ada mobil masuk ke Desa Karangpatihan selalu dikejar. Para warga tunagrahita menganggap mobil tersebut membawa bantuan. 

Eko lalu berpikir, tidak bisa sepenuhnya seperti itu. Ia lalu mendirikan kelompok masyarakat yang diberi nama Karpat Bangkit. Ia lalu membeli palu untuk para tunagrahita agar mencari batu sungai. 

Batu-batu yang telah dipecahkan oleh para tunagrahita tersebut kemudian jual dan uang hasilnya diberikan kepada tunagrahita. Ternyata caranya tersebut ampun untuk membuat para tunagrahita tersebut mandiri. 

"Dari situ bisa mulai mandiri, hingga Bank Indonesia memberikan bantuan dana CSR yang kemudian digunakan untuk para tunagrahita ternak lele," tegasnya. 

eko
Eko, kepala desa inspiratif dari Kampung Idiot, Ponorogo. (Dok. Pribadi)

Engga berhenti di situ, Eko juga menciptakan program untuk para tunagrahita agar mendapatkan penghasilan harian, bulanan, maupun tahunan. Untuk penghasilan harian, perangkat desa mengajari tunagrahita membuat keset. Nah, keset karya para tunagrahita itu kemudian dijual ke desa. 

"Satu keset harganya Rp8 ribu. Jika sehari mereka menjual tiga keset, berarti dapat Rp24 ribu. Insya Allah bisa untuk makan," tambahnya. 

Sementara untuk penghasilan bulanan, desa memberikan ayam kampung untuk dipelihara. Telur ditukar ke toko, dengan ganti garam, gula, cabai, dan lain sebagainya. Sedangkan untuk penghasilan tahunan, desa memberikan kambing agar dipelihara. 

"Kesulitan awalnya penganggaran. Butuh anggaran besar. Pada 2013-2014 desa tidak ada anggaran. Belum ada dana desa. Berdarah-darah dulu," terangnya. 

Dia pun sekarang sudah sedikit lega, karena jika menengok ke warga yang tunagrahita tentu sudah ada minimal beras dan telur. Itu terbanding terbalik pada 2002 sampai 2010, masih makan nasi sisa yang dikeringkan atau aking.

Rumah para tuna grahita pun sudah jauh lebih layak. Mereka juga menikah, karena sempat ada larangan pernikahan. Eko justru menikahannya. 

"Ada 8 pasangan, anaknya normal. Makanya ada rumah mereka yang dibangun sendiri karena anaknya ada yang merantau ke luar negeri," pungkasnya. 

Kisah Eko mengubah 'Kampung Idiot' ini mendapat berhatian berbagai kalangan. Bahkan pada 2016, Presiden Jokowi datang bersama pejabat tinggi negara untuk memberikan perhatian sekaligus bantuan langsung. 

Bikin cerita serumu dan dapatkan berbagai reward menarik! Let’s join IDZ Creators dengan klik di sini.

IDZ Creators
IDZ Creators
TAG
Yayan Supriyanto
Pramita Kusumaningrum
JOIN US
JOIN US