The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Sosok John McGlynn, Penerjemah Sastra Indonesia asal Amerika yang Sangat Menyukai Wayang
Pertunjukan wayang. (ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho) / John McGlynn dan Pramoedya Ananta Toer. (VOA Indonesia)
Life

Sosok John McGlynn, Penerjemah Sastra Indonesia asal Amerika yang Sangat Menyukai Wayang

Minggu, 22 Mei 2022 10:16 WIB 22 Mei 2022, 10:16 WIB

INDOZONE.ID - Adalah John H. McGlynn, penerjemah sastra Indonesia yang sangat menginspirasi. Penerjemah yang akrab disapa Pak John tersebut menjadi salah satu figur penting dalam memperkenalkan sastra Indonesia ke dunia.

Dikutip dari VOA Indonesia, Pak John sudah menerjemahkan lebih dari 200 buku dan karya sastra, termasuk karya penulis-penulis ternama di Indonesia seperti Pramoedya Ananta Toer hingga Sapardi Djoko Damono.

Menurut Pak John, untuk menerjemahkan tulisan Indonesia, fasih Bahasa Indonesia saja tidak cukup. Sebab, banyak istilah Indonesia yang tidak ada padanan katanya dalam Bahasa Inggris.

Tantangan lainnya yang harus dihadapi oleh Pak John adalah pandangan penerjemah. Misalnya soal kelakar soal perempuan, difabel dan orang hitam, itu semua tidak boleh diterbitkan di luar negeri karena sensitif.

Baca juga: Kata-kata Sedih Menyentuh Hati dalam Bahasa Indonesia dan Inggris

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by VOA Indonesia (@voaindonesia)

John sendiri menjadi penerjemah sastra Indonesia berawal dari kecintaannya terhadap wayang.

"Saya jatuh cinta pada pedalangan. Jadi, saya mau jadi dalang Amerika dengan wayang baru saya nggak tahu cara menggerakkannya. Jadi saya belajar Bahasa Indonesia," tuturnya.

Pak John juga menceritakan kedekatannya dengan Pramoedya Ananta Toer semasa hidup. Karya Pram sendiri adalah yang paling banyak diterjemahkan oleh John.

Kala itu, Pak John menjadi saksi melihat Pram yang begitu terharu pertama kali mendengar bukunya dibaca. Sesudah menulis dan terbit, Pram sendiri tidak pernah membaca bukunya lagi.

Kecintaan John terhadap sastra Indonesia diwujudkan dengan inisiatifnya mendirikan yayasan Lontar bersama 4 penulis besar Indonesia yaitu Goenawan Mohamad, Sapardi Djoko Damono, Umar Kayam, dan Subagio Sastrowardoyo.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Dina
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
Dina

Dina

Writer
JOIN US
JOIN US