The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Alasan Ambil KPR hanya Demi Punya Rumah Bukan Konsep yang Sehat
Ilustrasi rumah. (Pexels/Benyamin Mellish)
Life

Alasan Ambil KPR hanya Demi Punya Rumah Bukan Konsep yang Sehat

Selasa, 01 Maret 2022 12:54 WIB 01 Maret 2022, 12:54 WIB

INDOZONE.ID - Semua orang tentu ingin punya tempat tinggal yang nyaman untuk beristirahat. Namun, di zaman sekarang memiliki rumah bukanlah hal yang mudah karena harga rumah yang melambung tinggi.

Meski demikian, banyak orang yang tetap memaksakan diri membeli rumah. Sebagian orang rela menghabiskan separuh usianya mencari uang demi punya rumah.

Menurut penulis bernama Theodora Sarah Abigail melalui akun Twitter-nya, memaksakan diri untuk membeli rumah hanya demi 'punya rumah' bukan konsep yang sehat.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan seseorang demi bisa punya rumah. Mulai dari mencicil beli tanah dulu kemudian tinggal di kontarakan atau tinggal di kontarakan sembari menabung mengumpulkan DP rumah KPR.

Baca juga: Viral Rencana Keuangan Keluarga dengan Gaji Rp3 Juta Per Bulan Bisa Nabung & Bayar Cicilan

Banyak orang yang menggambarkan program-program DP cicil adalah kesempatan bagus, padahal menurut Sarah hal tersebut aslinya menjebak. Sebab, kita tidak pernah tahu hal-hal tak terduga yang terjadi di masa depan.

"Menurutku program2 seperti DP cicil, DP ringan, dst digambarkan sbg kesempatan bagus pdhl aslinya menjebak. orang ambil program ini dengan harapan suatu saat rezekinya akan lebih lancar lagi. tapi bgmn kalo ternyata ada hal2 nggak terduga?" cuit Sarah dikutip pada Selasa (1/2/2022).

Harga rumah yang tidak masuk akal membuat Sarah frustrasi melihat teman-temannya harus putar otak dan berdarah-darah demi bisa punya rumah.

Tingginya harga rumah saat ini tidak adil untuk generasi milenial dan gen Z. Beberapa orang berlomba-lomba membeli rumah bukan untuk tempat tinggal, namun justru dijadikan investasi.

Developver hingga sales juga tidak terlalu membantu orang menengah meski mereka dalam marketingnya seperti menawarkan kemudahan untuk memiliki rumah.

"Alih2 membantu orang menengah ke bawah untuk punya rumah yang layak, sales/marketing/budaya/developer/pemerintah/siapapun/etc. lebih nyaman membujuk dan menekankan impian home ownership at any cost. Itu jelas2 ga sehat," tambah Sarah.

Bukan karena tidak kerja keras, seseorang yang masih belum memiliki rumah sebenarnya terkendala dengan masalah struktural.

Sebelum membeli rumah, sebaiknya pikirkan telebih dahulu apakah itu memang kebutuhan atau hanya keinginan.

"Dari diri sendiri mungkin bisa mempertanyakan lagi, apa sebenarnya pros + cons nya ambil KPR demi beli rumah? apakah bener2 sejalan sama visi dan gaya hidup, atau lebih karena tekanan dari keluarga/ekspektasi orang lain/gambaran 'hidup ideal'?" tambah Sarah.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
Dina
Dina

Dina

Writer
JOIN US
JOIN US