The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

5 Alasan Mengapa Hidup Bukanlah Kompetisi, Tips Jitu Agar Lebih Bahagia
Ilustrasi kehidupan (Unsplah/Edwin Tan)
Life

5 Alasan Mengapa Hidup Bukanlah Kompetisi, Tips Jitu Agar Lebih Bahagia

Nikmati prosesnya.

Senin, 07 Maret 2022 13:00 WIB 07 Maret 2022, 13:00 WIB

INDOZONE.ID - Dalam hidup tentu kita ingin selalu berkembang dan meraih kebahagiaan. Itu mengapa sangat baik bila kita punya jiwa kompetitif yang positif.

Dengan semangat dan keberanian untuk berkompetisi, kehidupanmu akan terus mengalami kemajuan dan terhindar dari stagnasi. Namun, memandang hidup sebagai perlombaan yang harus selalu dimenangkan juga bukanlah hal yang tepat.

Hal tersebut tidak akan berdampak baik. Hidupmu juga tidak akan jadi lebih bahagia sebab kamu kehilangan kemampuan untuk menikmatinya.

Baca juga: Kisah Inspiratif Novi Listiana, Biduan Seksi yang Hijrah & Alih Profesi Jadi Petani Bawang

Nah untuk lebih jelas, berikut 5 alasan mengapa kamu tak perlu melihat hidup sebagai perlombaan. Simak ulasannya yang dikutip Indozone dari laman Goodliving, berikut ini.

1. Medan setiap orang berbeda

kehidupan (Unsplah/Edwin Tan)
Ilustrasi kehidupan (Unsplah/Edwin Tan)

Sebuah kompetisi haruslah diselenggarakan di medan yang sama. Misal, jika kamu atlet sepeda, saat berlomba dengan atlet lain, dipastikan kalian harus berada di lintasan yang sama.

Bila jalur lintasan berbeda, satu di dalam stadion dan satu di luar ruangan, kemampuan kalian tentu tidak dapat dibandingkan. Kompetisi juga tidak adil diselenggarakan.

Begitu pulalah dengan hidup. Semua orang memiliki medan masing-masing dan tidak bisa disamakan. Apa-apa yang terjadi dalam kehidupanmu atau yang kamu miliki, belum tentu terjadi dalam kehidupan orang lain atau mereka miliki. 

2. Tujuan hidup orang berbeda

kehidupan (Unsplah/Edwin Tan)
Ilustrasi kehidupan (Unsplah/Edwin Tan)

Apa yang menjadi tujuan hidup banyak orang? Barangkali untuk bahagia.

Akan tetapi, seperti apa kehidupan yang bahagia itu? Tentu definisinya bakal berbeda antara satu orang dengan yang lainnya.

Ada orang yang bahagia kalau punya banyak harta. Ada pula yang bahagia jika mampu membangun keluarga yang harmonis meski hidup sederhana dan sebagainya.

Berbeda sekali, bukan. Lantas mengapa perlu repot mengejar sesuatu yang jelas-jelas tidak sama tujuannya?

3. Jika ingin berlomba, cukup dengan diri sendiri

kehidupan (Unsplah/Edwin Tan)
Ilustrasi kehidupan (Unsplah/Edwin Tan)

Tidak memandang hidup sebagai perlombaan bukan berarti jiwa kompetitifmu menjadi tak penting lagi. Seperti disebutkan di awal, jiwa kompetitif diperlukan untuk memastikan hidupmu terhindar dari stagnasi.

Akan tetapi, yang perlu lebih sering dilakukan ialah berlomba dengan diri sendiri. Hal ini penting agar kepribadian dan skill-mu terus lebih baik dari hari ke hari.

Nanti dengan sendirinya kehidupanmu bakal berkembang, seperti bunga yang mekar. Kamu akan sadar untuk apa hidupmu diperjuangkan.

4. Tidak ada menang atau kalah dalam kehidupan

Ilustrasi kehidupan (Unsplah/Edwin Tan)
Ilustrasi kehidupan (Unsplah/Edwin Tan)

Coba bayangkan sampai jauh ke masa depan, saat kamu telah mendekati ujung usia. Apakah ada serah terima piala sesaat sebelum kamu menutup mata?

Bila itu tak pernah terjadi pada orang-orang yang telah berpulang lebih dulu, kamu juga tidak bakal mengalaminya. Akhir dari kehidupan terjadi begitu saja tanpa keputusan apakah kamu telah memenangkan perlombaan dalam kehidupan atau justru menjadi seorang pecundang.

5. Bila dipandang sebagai perlombaan, kamu tak akan menikmatinya

 kehidupan (Unsplah/Edwin Tan)
Ilustrasi kehidupan (Unsplah/Edwin Tan)

Sulit untuk kamu dapat menikmati kehidupan kalau setiap saat kamu hanya mencemaskan siapa yang menang atau kalah. Sekalipun kamu merasa menang dari orang lain, kepuasan yang dirasakan tidaklah abadi.

Kamu akan terus dihantui rasa cemas sepanjang waktu. Kamu takut kalau-kalau saat kamu lengah tiba-tiba ada orang yang memotong jalanmu.

Sementara itu, sekali saja kamu merasa kalah dari mereka, kepercayaan dirimu bisa runtuh atau mengubahmu menjadi pendengki yang membenci nasib baik orang lain.
Karena itu, semangat untuk terus memajukan kehidupan harus selalu ada. Itu seperti bahan bakar yang terus mendorong kendaraan bergerak.

Akan tetapi, tidak perlu sampai mengartikan hidup semata-mata perlombaan. Nanti hidupmu yang cuma sekali kehilangan sisi menariknya dan dipenuhi ketegangan yang tidak penting.
 
 

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Anisa Rizwani

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US