The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Riset Ungkap Bahaya Dibalik Kecanduan Main TikTok: Bisa Alami Penurunan Kerja Otak
Ilustrasi aplikasi TikTok (Pixabay/nikuga)
Life

Riset Ungkap Bahaya Dibalik Kecanduan Main TikTok: Bisa Alami Penurunan Kerja Otak

Jumat, 28 Januari 2022 10:28 WIB 28 Januari 2022, 10:28 WIB

INDOZONE.ID - Belakangan TikTok menjadi aplikasi yang begitu populer. Bahkan aplikasi ini sukses menyaingi Instagram, Facebook dan Twitter.

Mengutip dari Forbes, selama tahun 2020 saja, pengguna aplikasi buatan China ini mendapatkan 682 juta pengguna baru. Di mana setiap pengguna setidaknya menghabiskan waktu selama 50 menit dalam sehari untuk bermain TikTok.

TikTok sukses membius semua penggunanya yang berasal dari berbagai kalangan dan usia. Namun, anak belasan tahun alias remaja menjadi yang paling banyak merasakan kecanduan TikTok.

Baca juga: Jaga Lisan, Ini 3 Hal yang Tak Boleh Disampaikan saat Bertemu Teman Lama

Padahal kecanduan TikTok pada remaja membawa dampak yang luar biasa dan sangat merugikan. 

Berdasarkan penelitian dua peneliti psikologi China yang diterbitkan di International Journal of Environmental Research and Public Health, remaja yang kecanduan TikTok berisiko lebih tinggi mengalami gangguan kesehatan mental berupa depresi dan kecemasan.

Penggunaan berlebihan aplikasi ini juga dapat mengurangi kapasitas memori kerja di otak. Salah satunya menyebabkan gangguan mengingat urutan angka.

Defisit memori ini salah satunya disebabkan oleh peningkatan depresi dan kecemasan.

Kesimpulan ini diambil setelah kedua peneliti tersebut membagikan kuesioner kepada 3.036 siswa sekolah menengah di China yang secara teratur menggunakan TikTok.

Kuesioner ini menilai sejauh mana kecanduan TikTok yang terjadi pada remaja serta kaitannya dengan depresi, kecemasan, dan stres.

Dalam penelitian itu, para remaja diminta untuk menyelesaikan tes rentang digit maju dan mundur untuk menilai memori kerja verbal.

Tes ini menilai kemampuan mereka mengingat urutan angka yang disajikan di layar dan mengulanginya kembali dalam urutan yang sama atau sebaliknya.

Hasilnya, remaja dengan skor yang lebih tinggi untuk kecanduan TikTok berkinerja lebih buruk pada tes rentang digit maju dan mundur.

Kecenderungan ini menunjukkan bahwa telah terjadi penurunan kapasitas memori kerja di antara para penggemar TikTok tersebut.

Tak hanya itu, mereka juga memiliki skor yang lebih tinggi untuk depresi, kecemasan, dan stres.

Namun untuk kasus ini ada perbedaan secara gender. Ketika para peneliti menganalisis hasilnya secara terpisah, yaitu untuk pria dan wanita, hasilnya berbeda.

Di mana remaja perempuan cenderung memiliki skor kecanduan TikTok yang lebih tinggi.

Namun pada remaja laki-laki, skor depresi, kecemasan, dan stresnya lebih tinggi dengan kapasitas memori kerja lebih rendah.

Tidak terkait pula antara tingkat stres secara signifikan dengan skor pada tes rentang digit mundur.

Peneliti menyatakan belum mengetahui pasti apakah penurunan kapasitas memori yang terjadi pada remaja laki-laki disebabkan oleh tingkat tekanan mental yang lebih tinggi.

Disebutkan pula, hasil penelitian ini tidak mewakili semua remaja di China dan perlu riset lanjutan untuk mendalaminya.

Di mana penelitian longitudinal akan menjelaskan hubungan antara kesehatan mental, kecanduan TikTok, dan kehilangan memori dari waktu ke waktu.


Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
Anisa Rizwani
JOIN US
JOIN US