The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Pewarna Tekstil Berpotensi Merusak Lingkungan, Masih Mau Timbun Pakaian?
Ilustrasi pakaian. (freepik)
Life

Pewarna Tekstil Berpotensi Merusak Lingkungan, Masih Mau Timbun Pakaian?

Selasa, 11 Januari 2022 09:54 WIB 11 Januari 2022, 09:54 WIB

INDOZONE.ID - Saat pertama kali melihat pakaian, warna akan menarik perhatian, sehingga akhirnya memutuskan untuk membelinya. Tapi, tak banyak dari kita yang mempertanyakan bahan apa yang digunakan untuk membuat pakaian itu.

Namun tahukah kamu bahwa pewarna pakaian atau pewarna tekstil yang sering diabaikan manusia berdampak buruk bagi bumi atau lingkungan dan hal ini seharusnya dihentikan.

Dilansir Good on You, pewarna modern telah mengubah jumlah pakaian yang diproduksi setiap tahun dalam jumlah besar. Saat ini,  90 persen pakaian diwarnai secara sintetis dan membutuhkan air yang cukup banyak dan sering kali kimia beracun digunakan dalam  produksinya.

Baca juga: Jangan Gunakan 3 Model Pakaian Ini Jika Tak Ingin Diusir dari Pesawat

Sebagian air yang digunakan dalam produksi yakni selama fase pencelupan, fase ini membutuhkan sebanyak 200 ton air untuk setiap ton tekstil yang diproduksi, dan sebagian besar air akan bercampur dengan bahan kimia beracun sisa produksi.

Sementara itu, orang-orang banyak  yang memiliki kebiasaan menumpuk pakaian di lemari mereka. Padahal negara -negara produksi pakaian seperti Bangladesh dan China, air limbah di sana menjadi hitam akibat tercemar dengan pewarna pakaian.

Air yang tercemar bahan kimia beracun tentu berdampak buruk bagi makhluk hidup jika bersentuhan dengan air yang tercemar.

Dilansir VOA, para ilmuwan di California, AS,  mulai mengembangkan pewarna pakaian yang lebih ramah lingkungan, dengan memanfaatkan bioteknologi untuk membuat pewarna alami sebagai ganti pewarna berbahaya yang biasa dipakai dalam produksi kain denim.

Apa yang dilakukan para penelitian itu, seharusnya membuka pikiran dunia untuk menghasilkan pewarna pakaian yang lebih ramah lingkungan, demi menyelamatkan bumi ini.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Abul Muamar
Fitri
Abul Muamar

Abul Muamar

Editor
Fitri

Fitri

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US
JOIN US