The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

China Perketat Internet di Bawah Umur, Ini Bahaya Akses Ponsel Bagi Anak-anak
Ilustrasi Game Online (Foto/animationxpress)
Life

China Perketat Internet di Bawah Umur, Ini Bahaya Akses Ponsel Bagi Anak-anak

Sabtu, 07 Mei 2022 15:12 WIB 07 Mei 2022, 15:12 WIB

INDOZONE.ID - China baru saja meminta platform internet menambah kontrol untuk pengguna di bawah 18 tahun terutama untuk layanan siaran langsung (livestream).

Terbaru, China meminta platform melarang anak di bawah umur memberikan tip kepada pelaku livestream atau bahkan menjadi pelaku livestream tanpa persetujuan wali mereka, dikutip dari Reuters, Sabtu (7/5/2022).

Lembaga pengawas National Radio and Television Administration juga meminta platform untuk mengatur jam utama dan siaran harus selesai pada pukul 22.000 waktu setempat.

Orang tua juga harus menyalakan mode anak-anak.

China bulan lalu meluncurkan kampanye selama dua bulan untuk membersihkan "kekacauan" pada konten siaran langsung dan video singkat, bagian dari upaya promosi konten yang dianggap sah dan layak.

Sejumlah aplikasi siaran langsung yang populer berasal dari China, seperti Douyin dari ByteDance (versi lokal untuk TikTok), Kuaishou, Bilibili yang disokong Alibaba, Huya dan Douyou yang disokong Tencent Holdings.

Seperti yang dilansir unair.ac.id tidak semua informasi yang tersedia di internet merupakan informasi yang positif tapi banyak juga yang negatif.

Anak-anak saat ini lebih pandai menggunakan gadget mereka dibanding orang tua, tetapi dengan usia yang masih tergolong muda dan memiliki pemikiran yang labil, anak-anak cenderung belum bisa memilih dengan baik informasi yang masuk dan mereka terima.

Sehingga memungkinkan jika anak-anak bisa terpapar informasi negatif yang mereka terima dari internet melalui ponsel mereka.

"Keberadaan informasi negatif ini sangat beragam bentuknya sehingga dapat memengaruhi anak-anak secara halus, misalnya clickbait yang mengandung iklan pornografi yang biasa ditemui pada sebuah situs," tulis Departemen Informasi dan Perpustakaan Unair melalui situsnya.

Informasi negatif yang terus menerus dikonsumsi oleh anak akan memberikan dampak buruk bagi perkembangan pikiran dan sifat anak itu sendiri.

Berdasarkan data dari ICT Watch terdapat klasifikasi resiko anak dari pengaruh negatif internet, diantaranya bisa mengalami gangguan mental, menjadi pelaku atau korban bullying, terbiasa dengan ujaran kebencian maupun kekerasan, dan terbiasa dengan konten pornografi.

Selain dampak tersebut masih ada dampak negatif lainnya, yaitu menjadi pribadi yang individualis, kurang peka dengan keadaan sekitar dan kehilangan minat bersosialisasi dengan orang lain.

Salah satu faktor yang menyebabkan anak-anak terpapar konten negatif internet adalah kurangnya pengawasan dan adanya rasa aman dari orang tua.

Seringkali, orang tua merasa aman ketika anaknya bermain gadget apalagi internet, padahal seperti yang kita ketahui bahwa informasi yang ada internet sangatlah luas.

Sehingga orang tua perlu melakukan kontrol terhadap penggunaan gadget terutama internet bagi anak, khususnya bagi anak dibawah umur.

Misalnya dengan membatasi jam penggunaan gadget, membatasi aplikasi yang boleh dibuka bagi anak, melakukan pendampingan ketika anak menggunakan gadget.

Upaya ini harus dilakukan agar anak tidak mudah terpapar konten negatif dari internet dan menjadikan anak menjadi calon generasi yang bisa hidup berdampingan dengan internet di era digital secara positif.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Fahrizal Daulay
JOIN US
JOIN US