Jangan Hanya Main, Coba Ajarkan Anak Sifat Tanggung Jawab Saat Isolasi Diri
Ilustrasi anak merapikan mainannya. (pexels/Tatiana Syrikova)
Life

Jangan Hanya Main, Coba Ajarkan Anak Sifat Tanggung Jawab Saat Isolasi Diri

Minggu, 05 April 2020 12:54 WIB 05 April 2020, 12:54 WIB

INDOZONE.ID - Sejak wabah virus corona melanda sejumlah negara, pemerintah mengimbau warganya untuk tetap berdiam diri di rumah.

Hal ini juga berlaku bagi para pekerja atau karyawan, yang diminta untuk melakukan aktivitas pekerjaan dari rumah, alis work from home (WFH).

Dengan aturan ini, orang tua jadi memiliki lebih banyak waktu di rumah bersama dengan anak-anak. Selain bisa mengawasi anak dalam hal belajar, orang tua juga bisa mengajarkan sifat tanggung jawab terhadap anak.

tanggung jawab anak
Ilustrasi anak bermain di rumah. (pexels/Tatiana Syrikova)

Psikolog Jane Cindy Linardi dari RS Pondok Indah di Bintaro Jaya mengemukakan, ada beberapa manfaat yang bisa dirasakan oleh anak saat ia sudah bisa bertanggung jawab terhadap apa yang ia kerjakan.

"Melatih daya juang anak, karena anak tidak terbiasa dibantu orangtua, sehingga ia memiliki motivasi internal untuk berusaha menyelesaikan segala sesuatu sendiri," kata Jane dalam keterangan.

Dilansir dari ANTARA, manfaat dari mengajarkan tanggung jawab terhadap anak adalah untuk mengasah kemampuan anak dalam mengatasi masalah.

Selain itu, anak yang bisa bertanggung jawab juga akan menjadi lebih percaya diri, karena ia yakin dengan kemampuannya dalam melakukan sesuatu.

anak bertanggung jawab
Ilustrasi anak memilih mainan. (pexels/Lukas)

Menurut Jane, seorang anak sudah bisa diberi keleluasaan untuk memutuskan sesuatu hal sejak kecil. Mulai dari memilih mainan, pakaian hingga makanan yang akan disantap.

Meskipun begitu, bukan berarti orang tua langsung lepas tangan alias tak lagi memperhatikan apa yang dilakukan anak.

"Misalnya, saat hendak melatih anak mengambil keputusan sendiri terhadap pakaian yang akan ia pakai, maka Anda dapat membantu menjabarkan bahwa tempat yang akan dikunjungi memiliki suhu atau temperatur yang dingin," ucap Jane.

"Dengan itu, anak dapat bertanggung jawab dan menyesuaikan keputusannya dengan kondisi atau situasi yang akan dihadapinya," sambungnya.

Sifat tanggung jawab bisa diajarkan pada anak sejak anak berusia dua tahun. Hal ini bisa dimulai dengan mengajarkan anak untuk merapikan mainan setelah bermain.

Awalnya, orang tua bisa membantu anak dan memberitahu bagaimana caranya merapikan mainan. Namun, di hari berikutnya biarkan anak untuk merapikan sendiri mainannya.

Dari hal kecil seperti ini, cobalah untuk mengajarkan hal lain pada anak. Misalnya misalnya menaruh pakaian kotor di keranjang cucian setelah dipakai, membuang sampah di tempatnya serta merapikan tas sekolah.

ajari anak tanggung jawab
Ilustrasi anak membuang sampah di tempat sampah. (FirstCry Parenting)

Namun, perlu diingat bahwa orang tua juga harus mendampingi anak saat melakukan berbagai aktivitas.

"Penguatan berupa pujian dan afirmasi dapat diberikan setelah anak berhasil menuntaskan tanggung jawabnya sendiri," jelas Jane.

Setelah anak bisa bertanggung jawab sendiri kata Jane, barulah orang tua memberi porsi yang lebih besar lagi terhadap anak untuk mengemban tanggung jawab yang lebih besar di rumah.

"Misalnya mematikan lampu, AC, TV setelah digunakan, meletakkan piring makan yang telah dipakai di wastafel dapur," ucapnya.

Kemudian, ajarkan anak untuk bertanggung jawab terhadap hal lain. Misalnya membantu mengurus hewan peliharaan atau menjaga barang belanjaan orangtua.

"Jangan lupa untuk memberikan contoh langsung kepada si kecil agar si kecil lebih mudah menerapkannya karena sudah melihat contoh yang nyata," kata Jane.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Kana
Putri
Kana

Kana

Editor
Putri

Putri

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US