The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Agar Tak Timbul Masalah, Yuk Ubah Koleksi Fesyen Jadi Ramah Lingkungan
ilusrtrasi wanit memilih baju (unsplash/Becca McHaffie)
Life

Agar Tak Timbul Masalah, Yuk Ubah Koleksi Fesyen Jadi Ramah Lingkungan

Kamis, 23 Januari 2020 16:00 WIB 23 Januari 2020, 16:00 WIB

INDOZONE.ID - Dunia fesyen semakin tahun semakin berkembang dan terus mengalami kemajuan cukup signifikan. Bahkan produksi baju terus melonjak dua kali lipat sejak 15 tahun belakangan ini.

Dunia fesyen memang tak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia. Pasalnya, fesyen menjadi salah satu kebutuhan yang harus dipenuhi.

Namun, beberapa orang justru keliru dalam menilai fesyen ini. Mereka menganggap bahwa tren harus terus diikuti, dan tak boleh ketinggalan. Alhasil, sebagian orang jadi berlomba-lomba membeli produk fesyen terbaru. Padahal, barang tersebut bisa saja bukanlah kebutuhan utama yang harus dipenuhi.

Kalau sudah begini, tak hanya uang anggaran saja yang jadi membengkak, tapi juga memenuhi lemari pakaian di rumah. Selain kedua masalah tersebut, ada masalah yang tak kalah pentingnya dari kebiasaan doyan belanja produk fesyen. Yaitu masalah pencemaran lingkungan.

Kita semua tau, pembuatan produk fesyen tentu menggunakan campuran bahan kimia. Sedangkan bahan kimia tersebut secara otomatis memiliki dampak negatif untuk lingkungan.

Lantas, bagaimana caranya agar produk fesyen yang kita miliki jadi ramah lingkungan? Melansir dari Harper's Bazaar, berikut ini kiatnya.

1. Lakukan riset kecil

baju
ilustrasi pria yang sedang melihat kualitas produk fesyen yang akan dibeli (unsplas/Charles)

Kamu bisa melakukan riset kecil-kecilan, untuk mengetahui apakah produk fesyen atau baju tersebut dibuat dengan konsep keberlanjutan. Setelah itu, cari tau juga bahan pembuatan produk dan dampaknya untuk lingkungan.

Secara garis besar, bahan baju dibagi jadi tiga: alami, sintetis dan semi-sintetis. Ada baiknya jika kamu memilih produk fesyen dengan bahan yang lebih ramah lingkungan, misalnya katun organik, pewarnaan dengan pewarna alami dan dikemas dengan material yang gampang didaur ulang.

2. Pikir matang-matang sebelum membeli

bajur
ilustrasi wanita yang sedang memilih pakaian (pexels/Artem Beliaikin)

Sebelum memenuhi lemari dengan berbagai produk fesyen yang belum tentu dipakai semua, alangkah baiknya jika kamu memikirkan secara matang-matang sebelum membelinya.

Kamu bisa mensiasatinya dengan membeli produk fesyen yang nggak akan ada matinya. Dengan begini, kamu jadi tak perlu membeli banyak baju.

Menurut statistik, rata-rata wanita di Australia hanya memakai 33 persen dari keseluruhan koleksi bajunya dan membuang 23 kilogram baju lain setiap tahun. Kamu bisa mencoba gerakan #Pakai30, yaitu belilah baju yang bisa dipakai 30 kali lagi atau lebih.

3. Beli baju Vintage

baju
Ilustrasi baju vintage wanita (pexels/Konstantin V)

Fast fashion sudah jelas beracun dan berbahaya bagi lingkungan. Sebuah studi mengungkapkan, emisi gas yang dihasilkan akibat produksi tekstil, setara dengan 1,2 miliar ton tiap tahun (lebih dari yang dihasilkan oleh pesawat dan kapal laut bahkan jika keduanya digabung).

Untuk itulah, kamu bisa mencoba membeli baju-baju vintage keluaran desainer yang dijual secara daring untuk mengurangi jejak karbon.

4. Merawat baju

baju
ilustrasi wanita merapikan baju di lemari (unsplash/BBH Singapore)

Salah satu tips agar tak kebiasaan doyan belanja ialah merawat baju dengan baik. Simpan baju dengan benar, dan jangan terpapar sinar matahari langsung serta lindungi pakaian dari jamur.

Jika ada baju yang rusak, jangan buru-buru membeli yang baru. Ada baiknya jika baju tersebut diperbaiki terlebih dahulu.

5. Donasikan baju

baju
ilustrasi wanita mendonasikan baju (artisticclosets)

Jika kamu enggan memakai baju lama, jangan buang baju tersebut hingga akhirnya mencemari lingkungan. Mendonasikan baju, adalah salah satu langkah terbaik, daripada harus membuangnya untuk mengurangi pencemaran lingkungan.

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Putri
Putri

Putri

Writer
JOIN US
JOIN US