The Most Engaging Media For Millennials and GEN Z

Keutamaan dan Bacaan Niat Salat Sunnah Fajar Sebelum Subuh
Ilustrasi bangunan masjid (Unsplash/@fahrulazmi)
Life

Keutamaan dan Bacaan Niat Salat Sunnah Fajar Sebelum Subuh

Selasa, 12 Mei 2020 14:07 WIB 12 Mei 2020, 14:07 WIB

INDOZONE.ID - Bagi setiap umat Muslim, salat adalah ibadah wajib dan termasuk rukun Islam kedua setelah mengucapkan dua kalimat syahadat.

"Islam itu dibangun atas lima perkara yaitu: bersaksi tiada Tuhan kecuali Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah, menegakkan salat, membayar zakat, berhaji ke Baitullah, dan berpuasa pada bulan Ramadan." (H.R Bukhori dan Muslim)

Berdasarkan hukum Islam, salat dikategorikan dalam dua macam, meliputi salat fardhu (wajib) dan salat sunnah (salat nafilah).

Ada beberapa macam salat sunnah yang apabila dikerjakan secara rutin dan menjadi kebiasaan, maka akan mendapatkan pahala berlipat ganda. Salah satunya, salat sunnah fajar.

Secara makna, salat fajar adalah ibadah salat yang dikerjakan begitu mendengar adzan Subuh berkumandang. Artinya, salat fajar dilakukan sebelum salat fardhu Subuh.

Keutamaan Salat Sunnah Fajar

keutamaan salat sunnah fajar
Ilustrasi bangunan masjid (Unsplash/@fahrulazmi)

Melansir islam.nu.or.id, Imam Abu Hasan al-Mubarakfuri menjelaskan tentang makna salat sunnah fajar dua rakaat yaitu salat sunnah qabliyah (sebelum) Subuh.

"Diriwayatkan dari Sayyidah 'Aisyah radhiyallahu 'anha, beliau berkata: Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam belum pernah dalam melakukan salat sunnah lebih diperhatikan dari 2 rakaat fajar." (H.R Bukhari)

Salat qabliyah termasuk salah satu salat sunnah Rawatib yang bermanfaat sebagai ibadah pengiring salat-salat fardhu (wajib) lima waktu.

Beberapa hadist menjelaskan tentang keutamaan salat fajar, salah satunya adalah hadist yang diriwayatkan oleh Sayyidah 'Aisyah:

"Dua rakaat salat fajar lebih baik dari dunia dan seisinya." (H.R Muslim)

Kemudian, diriwayatkan juga oleh Jundab bin Sufyan, di mana Rasulullah bersabda, "Barangsiapa melaksanakan salat Subuh, maka ia dalam jaminan Allah SWT. Maka jangan coba-coba membuat Allah SWT membuktikan janji-Nya. Barangsiapa membunuh orang yang menunaikan salat Subuh, Allah SWT akan menuntutnya, sehingga ia akan membenamkan mukanya kedalam neraka." (H.R Muslim)

Adapun beberapa keutamaan melaksanakan salat sunnah fajar, sebagai berikut:

  • Salat sunnah fajar lebih dikatakan lebih baik daripada dunia seisinya.
  • Pahala yang akan diperoleh jika melaksanakan salat fajar tidak terbatas.
  • Waktu fajar yang menjadi saksi ketika para malaikat turun.
  • Salat sunnah fajar dijadikan sarana penting untuk tarbiyah (tempat berkumpulnya iman dan ilmu).
  • Allah akan memberikan suatu perlindungan kepada orang yang mengerjakan salat fajar di pagi hari dari berbagai macam marabahaya.
  • Sebagai amalan ibadah penghapus dosa selama setengah usia.
  • Allah SWT akan mengharamkan seorang Muslim yang melaksanakan salat fajar dari siksaan api neraka.
  • Salat fajar dikatakan sebagai sumber cahaya pada saat kiamat kelak.
  • Diberikan berkah untuk setiap langkah dan perbuatan yang dilakukan selama itu baik dan berada di jalan yang Allah ridhoi.
  • Setiap umat Muslim yang melaksanakan salat fajar, maka Allah akan membangunkan rumah di surga bagi mereka kelak.
  • Salat fajar menjadi penyejuk mata bagi seorang Mukmin karena dalam salat itu ada ketenangan dan tuma'ninah.
     

Bacaan Niat dan Doa Salat Sunnah Fajar

bacaan niat dan doa salat fajar
Ilustrasi seorang jamaah masjid (Unsplash/@aldyrkhanov)

Sebagaimana ibadah-ibadah lainnya, salat fajar juga ada niatnya. Berikut ini bacaan niat salat sunnah fajar atau qabliyah Subuh beserta artinya:

"Ushalli sunnatazh shubhi qabliyatan rak'ataini lillahi ta'ala."

Artinya: "Aku sengaja sembahyang sunnah sebelum Subuh dua rakaat karena Allah Ta'ala."

Ketika mengerjakan salat sunnah sajar, sangat dianjurkan untuk membaca doa salat fajar pada rakaat pertama, yakni Surat Al-Ikhlas dan Al-Kafirun.

"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membaca dalam dua rakaat salat sunnah Subuh, Surat Al-Kafirun dan Al-Ikhlas." (H.R Muslim no.726)

Lalu pada rakaat kedua salat fajar, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam membaca Surat Ali Imran ayat 52, Ali Imran ayat 64, dan Al Baqarah ayat 136.

Usai melaksanakan salat sunnah fajar, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam biasanya berbaring ke sisi tubuh sebelah kanan, sebelum kemudian mengerjakan salat Subuh.

"Apabila muadzin telah selesai adzan untuk salat Subuh, maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam sebelum salat Subuh, beliau salat ringan lebih dahulu dua rakaat sesudah terbit fajar. Setelah itu beliau berbaring pada sisi lambung kanan beliau sampai datang muadzin kepada beliau untuk iqamat salat Subuh." (H.R Bukhari no.590)

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Rizka
Rizka

Rizka

Writer
JOIN US
JOIN US