Seputar Zakat Fitrah: Syarat, Ketentuan, Bacaan Niat dan Besaran Jumlah
Ilustrasi beras untuk zakat fitrah (Unsplash/@lakelandimages)
Life

Seputar Zakat Fitrah: Syarat, Ketentuan, Bacaan Niat dan Besaran Jumlah

Sabtu, 23 Mei 2020 12:49 WIB 23 Mei 2020, 12:49 WIB

INDOZONE.ID - Selain berpuasa, satu kewajiban umat Muslim yang harus dilakukan sebelum bulan Ramadan berakhir adalah membayar zakat fitrah.

Makna kata 'fitrah' merujuk pada keadaan manusia ketika pertama kali diciptakan. Sehingga dengan mengeluarkan zakat ini, manusia dengan izin-Nya akan kembali fitrah (suci).

"Ambilah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan menyucikan mereka." (Q.S at-Taubah ayat 103)

Zakat fitrah wajib ditunaikan sesegera mungkin, selambat-lambatnya sebelum salat Idulfitri di tanggal 1 Syawal dilaksanakan.

Dalam hal membayar zakat fitrah, ada syarat dan ketentuan yang ditetapkan bagi setiap individu, baik pria maupun wanita Muslim.

Keutamaan Zakat Fitrah Bagi Umat Muslim

keutamaan zakat fitrah di bulan Ramadan bagi umat Islam
Ilustrasi beras untuk zakat fitrah (Unsplash/@bamin)

Pentingnya menunaikan zakat tertulis pada rukun Islam keempat, sebagaimana Rasulullah shalallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

"Islam didirikan atas 5 perkara, yaitu kesaksian tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan-Nya, mendirikan shalat, berpuasa pada bulan Ramadan, menunaikan zakat, dan menunaikan haji di Baitullah (Kakbah) bagi yang mampu." (Hadits Imam Turmudzi dan Imam Muslim)

Keutamaan zakat fitrah bagi umat Muslim sebagai pelengkap ibadah puasa Ramadan, diterangkan juga dalam sebuah hadits:

"Dari Ibnu Umar Ra, sesungguhnya Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Aku diperintahkan untuk memerangi manusia hingga mereka bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah, menegakkan salat, menunaikan zakat.

Jika mereka melakukan hal itu, maka darah dan harta mereka akan dilindungi kecuali dengan hak Islam dan perhitungan mereka ada pada Allah." (HR. Bukhari no.25 dan Muslim no.22)

Selain itu, beberapa keutamaan menunaikan zakat fitrah bagi setiap umat Islam, antara lain:

Zakat fitrah merupakan zakat diri, di mana Allah Ta'ala memberikan umur panjang baginya sehingga ia bertahan dengan nikmat-Nya.

Zakat fitrah merupakan bentuk pertolongan kepada umat Islam, baik itu kaya maupun miskin sehingga mereka dapat berkonsentrasi penuh untuk beribadah kepada Allah Ta'ala dan bersukacita dengan segala anugerah nikmat-Nya.

Zalat fitrah sebagai tanda syukur kepada Allah Ta'ala atas nikmat ibadah puasa. (Lihat Al Irsyaad Ila Ma'rifatil Ahkaam, oleh Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di, hlm. 37.)

Syarat dan Ketentuan Zakat Fitrah

syarat dan ketentuan jumlah zakat fitrah di bulan Ramadan
Ilustrasi takaran beras untuk zakat fitrah (Unsplash/@lakelandimages)

Setiap umat Islam diwajibkan mengeluarkan zakat fitrah untuk diri sendiri, keluarganya dan orang lain yang jadi tanggungannya baik orang dewasa, anak kecil, laki-laki maupun wanita.

Adapun syarat wajib membayar zakat fitrah, antara lain:

  • Beragama Islam.
  • Merdeka (bukan budak atau hamba sahaya).
  • Baligh dan berakal.
  • Menemui dua waktu yaitu di antara bulan Ramadan dan Syawal, meski hanya sebentar.
  • Mempunya harta lebih daripada kebutuhannya sehari-hari untuk dirinya dan orang-orang di bawah tanggungan pada hari raya dan malamnya.
     

Sementara itu, hukum membayar zakat fitrah tidaklah wajib bagi seseorang dengan syarat sebagai berikut:

  • Orang yang meninggal sebelum terbenam matahari pada akhir Ramadan.
  • Anak yang lahir selepas terbenam matahari pada akhir Ramadan.
  • Orang yang baru memeluk agama Islam sesudah matahari terbenam pada akhir Ramadan.
  • Tanggungan istri yang baru saja dinikahi selepas matahari terbenam pada akhir Ramadan.
     

Kapankah Waktu Dikeluarkannya Zakat Fitrah?

waktu yang tepat untuk membayar zakat fitrah
Ilustrasi umat Islam (Pixabay)

Seperti penjelasan di awal, bahwa zakat fitrah dikeluarkan pada bulan Ramadan, paling lambat sebelum orang-orang selesai menunaikan salat Idulfitri 1 Syawal.

Jika waktu penyerahan melewati batas ini, maka yang diserahkan tersebut tidak termasuk dalam kategori zakat, melainkan sedekah biasa.

Adapun keterangan waktu yang tepat mengeluarkan zakat fitrah, sebagai berikut:

  • Waktu Harus, dimulai dari awal bulan sampai akhir bulan Ramadan.
  • Waktu Wajib, sesudah matahari sudah terbenam pada akhir bulan Ramadan.
  • Waktu Afdhal, setelah salat Subuh dilaksanakan pada akhir bulan Ramadan hingga sebelum mengerjakan salat Idulfitri.
  • Waktu Makruh (waktu yang dilarang dan tidak mendapatkan konsekuensi) yaitu saat melaksanakan salat Idulfitri hingga sebelum matahari terbenam.
  • Waktu Haram (waktu yang dilarang), yaitu setelah matahari terbenam pada Hari Raya Idulfitri. Di waktu ini, zakat yang dibayar dianggap sebagai sedekah biasa.

"Rasulullah telah mewajibkan zakat fitrah untuk menyucikan orang yang berpuasa dari perkataan keji dan sia-sia, dan juga untuk memberi makan orang miskin. Barangsiapa yang menunaikannya sebelum salat maka zakatnya diterima dan barangsiapa yang menunaikannya setelah salat maka itu hanya dianggap sebagai sedekah di antara berbagai sedekah biasa." (HR. Abu Daud 1609; Ibnu Majah 1827. Al-Hafizh Abu Thahir mengatakan bahwa sanad hadits ini hasan)

Besaran Zakat Fitrah yang Dikeluarkan

besaran zakat fitrah yang dikeluarkan di bulan Ramadan
Ilustrasi masjid (Pixabay)

Tidak hanya waktu, besaran zakat fitrah juga telah ditentukan. Menurut para ulama, besaran zakat fitrah yang dikeluarkan adalah sebesar satu sha' (1 sha'=4 mud, 1 mud=675 gr) atau kira-kira setara dengan 3,5 liter atau 2,5 kg makanan pokok (beras).

Kualitas makanan pokok atau beras itu harus sesuai dengan kualitas yang biasa dikonsumsi sehari-hari oleh si pembayar zakat (muzakki).

Artinya, muzakki tidak boleh mengurangi kualitas beras yang dizakatkan. Selain beras, zakat fitrah boleh diganti dengan uang.

Jika ingin menggantikan zakat fitrah berupa beras menjadi uang, maka muzakki harus mengkonversikan harga dari 2,5 kg beras itu ke dalam rupiah.

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Kementerian Agama RI (@kemenag_ri) on

Orang yang Berhak Menerima Zakat

orang yang berhak menerima zakat fitrah
Ilustrasi bangunan masjid (Pexels/Haley Black)

Sebagaimana ketentuan hukum Islam (tertera dalam Surat at-Taubah ayat 60), ada 8 golongan (asnaf) yang berhak menerima zakat, di antaranya:

  • Fakir. Mereka yang hampir tidak memiliki apa-apa sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan pokok hidupnya.
  • Miskin. Mereka yang memiliki harta namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar untuk hidup. 
  • Amil. Mereka yang mengumpulkan dan membagikan zakat. Tentu saja dalam memungut zakat ini, ada para petugas yang mengambilnya. Mereka juga berhak menerima zakat.
  • Mualaf. Mereka yang baru masuk Islam dan membutuhkan bantuan untuk menyesuaikan diri dengan keadaan barunya.
  • Hamba sahaya. Budak yang ingin memerdekakan dirinya.
  • Gharimin. Mereka yang berhutang untuk kebutuhan yang halal dan tidak sanggup untuk memenuhinya.
  • Fisabilillah. Mereka yang berjuang di jalan Allah, seperti berdakwah, berperang, dan lainnya.
  • Ibnus Sabil. Mereka yang kehabisan biaya di perjalanan.

"Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para mualaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berhutang, untuk jalan Allah dan untuk mereka yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." (Q.S at-Taubah ayat 60)   

Bacaan Niat saat Membayar Zakat Fitrah

bacaan niat membayar zakat fitrah di bulan ramadan
Ilustrasi masyarakat menerima zakat (ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)

Sebagaimana amalan ibadah lainnya, dalam hal membayar zakat fitrah pun ada bacaan niat yang harus diucapkan.

Berikut ini bacaan niat menunaikan zakat fitrah:

  • Niat untuk diri sendiri

"Nawaitu an ukhrija zakaatalfithri ‘an nafsii fardhan lillaahi ta’aala."

Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku sendiri, fardu karena Allah ta’aala."

  • Niat untuk istri

"Nawaitu an ukhrija zakaatafithri ‘anzawjatii fardhan lillaahi ta’aala."

Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk istriku, fardu karena Allah ta’aala."

  • Niat untuk anak laki-laki

"Nawaitu an’ukhrija zakaatalfithri ‘anwalidii (nama lengkap anak laki-laki) fardhan lillaahi ta’aala.

Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak laki-lakiku (nama lengkap anak laki-laki) fardu karena Allah ta’aala.”

  • Niat untuk anak perempuan

"Nawaitu an’ukhrija zakaatalfithri ‘anbintii (nama lengkap anak perempuan) fardhan lillaahi ta’aala."

Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk anak perempuanku (nama lengkap anak perempuan) fardu karena Allah ta’aala."

  • Niat untuk diri sendiri dan keluarga

"Nawaitu an’ukhrija zakaatalfithri ‘annii wa’anjamii’i maa yalza munii nafakootuhum syar’an fardhan lillaahi ta’aala."

Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku dan seluruh orang yang nafkahnya menjadi tanggunganku fardu karena Allah ta’aala."

  • Niat untuk orang yang diwakilkan

"Nawaitu an’ukhrija zakaatalfithri ‘an (nama lengkap orang yang diwakilkan) fardhan lillaahi ta’aala."

Artinya: "Aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk (nama lengkap orang yang diwakilkan) fardu karena Allah ta’aala."

Artikel Menarik Lainnya:

TAG
Rizka
Rizka

Rizka

Writer

ARTIKEL LAINNYA

LOAD MORE

You have reached the end of the list. Want More? #KAMUHARUSTAU

JOIN US